Berita & Artikel

oleh Daikin Indonesia 11 Maret 2026
Unit outdoor sebenarnya membuang seluruh panas dari dalam rumah, bahkan ditambah panas dari kerja kompresor itu sendiri —tanpa proses ini, pendinginan tidak pernah terjadi. Jadi ketika outdoor AC mati, wajar jika ruangan tetap panas meski lampu indikator menyala. Banyak yang langsung menebak freon habis, padahal gejalanya bisa lebih sederhana, atau justru proteksi sistem yang sedang berjalan. Artikel ini mengajak Anda mendiagnosis outdoor AC mati dengan aman. Mulai dari apa yang bisa dicek sendiri dan mana yang perlu panggil teknisi hingga mencegah kerusakan berulang. Kenapa Kinerja Outdoor Menentukan Rasa Dingin di Indoor Dalam siklus AC, indoor hanya menyerap panas dari ruangan, sementara outdoor membuang panas itu ke luar. Tanpa proses pelepasan panas di outdoor, udara yang beredar di dalam hanyalah kipas biasa. Mesinnya memang hidup, tapi tidak mendinginkan. Indikator sistem bekerja normal biasanya terdengar dari bunyi kompresor dan terasa embusan udara panas di outdoor. Jika kipas outdoor AC tidak berputar, panas tidak terbuang dan pendinginan berhenti. Sementara itu, kenapa outdoor AC berputar pelan? Biasanya karena kapasitor melemah, tegangan tidak stabil, atau motor kipas mulai haus. Semua ini membuat pembuangan panas tidak optimal. Tapi agar diagnosis lebih tepat, penting untuk mengecek gejala yang muncul di unit outdoor Anda. Membaca Gejala Sebelum Memanggil Teknisi Anda bisa mulai dari pola yang terlihat, seperti: Outdoor AC mati tapi indoor hidup—aliran listrik ke outdoor terputus, proteksi sistem aktif, atau kompresor AC outdoor mati. Jika outdoor sempat menyala lalu mati lagi, kemungkinan overheat, tekanan refrigeran tidak stabil, atau tegangan listrik naik-turun. Kipas outdoor tidak berputar, tandanya pembuangan panas gagal sehingga proses pendinginan tidak terjadi meski indoor tetap menyala. Outdoor menyala tetapi tidak dingin adalah indikasi kompresor tidak bekerja optimal, kapasitor lemah, atau performa sistem menurun. Tidak terdengar suara kompresor merupakan tanda kompresor tidak start meskipun unit tampak aktif. Unit sering hidup-mati (short cycling), pertanda sistem proteksi membaca suhu atau tekanan tidak normal. Pendekatan ini membantu mengidentifikasi gejala dari luar unit sebelum memutuskan perlu penanganan teknisi atau tidak. Cek Aman Sebelum Panggil Teknisi Sebelum menganggap kerusakan berat, ada beberapa langkah aman yang bisa Anda lakukan. Mulai dari memastikan MCB tidak turun dan tegangan listrik stabil, karena tegangan rendah sering menjadi penyebab condenser AC tidak jalan—kompresor gagal start lalu sistem proteksi otomatis mematikan outdoor. Periksa juga apakah timer aktif tanpa disadari, mode salah, atau saklar outdoor dalam posisi off. Kondisi fisik outdoor juga penting: unit yang kotor atau ventilasinya tertutup membuat panas terjebak dan memicu shutdown. Jika outdoor tidak bekerja, sebaiknya matikan AC sementara agar kompresor tidak start berulang. Langkah sederhana ini membantu mencegah overheating dan kerusakan lanjutan sebelum pemeriksaan teknisi dilakukan. Outdoor Bisa “Mati” demi Menyelamatkan Kompresor Dalam banyak kasus, outdoor AC tidak menyala justru menandakan sistem sedang melindungi kompresor. Saat kondensor terlalu panas—karena ventilasi buruk, paparan matahari langsung, atau unit kotor—tekanan refrigeran naik dan sensor termal memicu overload trip. Dalam kondisi ini, unit berhenti sementara agar suhu turun dan komponen mahal ini tidak rusak. Kompresor memang dirancang memiliki otomatis karena beban kerjanya paling tinggi dalam siklus pendinginan. Setelah suhu dan tekanan kembali stabil, outdoor biasanya dapat menyala lagi. Namun jika shutdown terjadi berulang, itu sinyal bahwa pembuangan panas tidak optimal dan perlu perbaikan aliran udara atau pembersihan unit. Tiga Sumber Masalah Teknis Paling Umum Kalau bukan karena proteksi otomatis, penyebab berikutnya bisa jadi perlu perhatian teknisi profesional. Dari sisi listrik dan starting, kapasitor outdoor AC rusak jadi penyebab yang paling umum. Komponen ini memberi lonjakan daya awal untuk kompresor dan kipas. Saat melemah, unit hanya berdengung atau gagal start. [4] Kontaktor atau relay yang aus juga bisa memutus arus sebelum motor bekerja. Kipas motor yang macet, di sisi mekanis, membuat pembuangan panas terhenti, sementara kompresor yang tidak mampu berputar menandakan beban start terlalu berat. Pada level kontrol, modul PCB yang error dapat menghambat sinyal kerja meski suplai listrik normal. Ketiganya saling terkait, sehingga sebaiknya memanggil teknisi profesional untuk diagnosis akurat. Boleh Tetap Dinyalakan? Lebih Aman Jangan Kalau outdoor mati, sebaiknya matikan AC Anda sekalian. Memang masih ada angin, tapi ketika outdoor berhenti maka kompresor tidak membuang panas. Ini berarti indoor hanya jadi kipas yang mengonsumsi listrik tanpa memberi pendinginan yang sesungguhnya. Risiko terbesar muncul ketika sistem mencoba start berulang: kompresor butuh daya awal jauh lebih besar, umumnya sekitar 3–8 kali daripada saat sudah stabil, meski hanya sepersekian detik. Pola ini bisa memicu overheating, membuat listrik terasa lebih boros, dan memperpendek umur komponen. Lebih baik hentikan dulu, lalu lakukan cek aman atau panggil teknisi agar masalahnya selesai tuntas. Agar Dingin Kembali Konsisten Kinerja pendinginan selalu kembali ke satu titik: outdoor sebagai pusat pembuangan panas. Ventilasi yang lega, listrik stabil, instalasi tepat, dan perawatan rutin membuat kompresor bekerja lebih ringan karena suhu kondensor terjaga. Setiap rumah punya tantangan berbeda, jadi pendekatannya pun tidak bisa disamaratakan. AC DAIKIN menghadirkan proteksi kompresor dan performa outdoor yang tetap stabil di iklim tropis. Dengan begitu sistem bekerja efisien tanpa beban berlebih. Jika Anda ingin mencegah kasus outdoor AC mati terulang, konsultasikan kebutuhan kapasitas dan instalasi sejak awal— hubungi kami untuk solusi yang benar-benar pas bersama DAIKIN.
oleh Daikin Indonesia 11 Maret 2026
Kembali menggelar “Roda-Roda Ramadan yang menjadi salahsatu agenda inisiatif tahunan perusahaan, DAIKIN menyalurkan 1000 paket sembako (sembilan bahan pokok). Menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, pelaksanaan Roda-Roda Ramadan tahun ini menjadi kolaborasi dua perusahaan DAIKIN di Indonesia yaitu PT Daikin Airconditioning Indonesia dan PT Daikin Industries Indonesia. Selain bagi masyarakat desa Pasirranji di Cikarang, DAIKIN juga mendistribusikan paket sembako ini bagi penghuni tiga panti sosial yang berada di area Jakarta. “Melalui pelaksanaan Roda-Roda Ramadan, kami berharap dapat berbagi kebahagiaan dan manfaat nyata bagi kelompok masyarakat penerimanya,” ujar Budi Mulia, Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia dan PT Daikin Industries Indonesia. Lebih lanjut Budi Mulia menyatakan, kegiatan ini sekaligus merupakan bagian komitmen perusahaan untuk terus hadir dan berdampak positif bagi lingkungan dan komunitas sekitar secara berkelanjutan. Tentang Roda-Roda Ramadan sebagai inisiatif sosial berkelanjutan dari perusahaan, penyelenggaraannya terhitung menjadi tahun ke-enam sejak program ini mulai bergulir. Dalam pelaksanaannya, beragam donasi dengan berbagai cakupan daerah distribusi dilakukan untuk menyentuh komunitas masyarakat yang membutuhkan dukungan. Penyelenggaraan tahun ini yang salahsatunya mengambil tempat di desa Pasirranji, Cikarang Pusat, pun tak lepas dari pertimbangan lokasinya yang berdekatan dengan pabrik AC hunian DAIKIN di Indonesia. Berdiri di kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) Deltamas di Cikarang, fasilitas produksi ini tercatat menjadi pabrik AC hunian skala penuh pertama di Indonesia yang beroperasi dibawah supervisi dan standar kualitas Jepang. “Dengan distribusi sembako di desa Pasirranji ini, kami ingin memperluas dampak nyata kehadiran pabrik ini bagi masyarakat dan komunitas sekitarnya. Tak hanya penyediaan produk berkualitas dan lapangan kerja, namun juga memberi perhatian pada kelompok masyarakat yang membutuhkan di bulan Ramadan,” ujar Budi Mulia lagi.
oleh Daikin Indonesia 10 Maret 2026
Perbedaan distribusi udara dari AC bisa menciptakan selisih suhu hingga 3 o C dalam satu ruangan, membuat satu sisi terasa dingin sementara sisi lain tetap gerah. Lalu sebenarnya seperti apa posisi AC yang benar di kamar tidur agar suhu terasa merata dan nyaman? Banyak orang sibuk menurunkan angka di remote, padahal penempatan AC yang baik di kamar tidur justru menentukan arah airflow, suhu yang stabil, dan efisiensi listrik. Kalau selama ini AC terasa “tidak konsisten”, mungkin bukan setelannya—melainkan posisinya. Dingin yang Konsisten Dimulai dari Alur Udara yang Benar AC sebenarnya tidak mendinginkan satu titik, melainkan mengedarkan udara agar suhu ruangan turun merata. Udara dingin yang keluar akan turun perlahan, mendorong udara hangat naik kembali ke unit untuk didinginkan ulang. Oleh karena itu, pemasangan lebih tinggi jadi penting, dengan jarak AC dari plafon sekitar 10-15 cm agar ruang hisap dan embus tetap optimal. Jika terlalu rendah atau terhalang, aliran udara terputus dan muncul cold spot di satu sisi serta hot corner di sisi lain. Jadi, posisi bukan soal tampilan rapi saja, tapi tentang bagaimana sirkulasi bekerja stabil—yang nantinya sangat berpengaruh pada kenyamanan area tempat tidur. Posisi AC yang Benar di Kamar Tidur: Jangan Arahkan Langsung ke Tubuh Posisi AC menghadap ranjang—terutama tepat di atas kepala atau kaki—sering terasa “sejuk cepat”, tetapi justru membuat tidur mudah terputus. Embusan udara yang langsung mengenai kulit memicu pendinginan lokal dan gerakan udara yang berubah-ubah. Akibatnya, tubuh masuk ke fase tidur yang lebih ringan tanpa disadari. Inilah yang disebut micro-arousal: Anda tidak benar-benar bangun, tetapi kualitas istirahat menurun, tenggorokan terasa kering, dan otot lebih tegang saat bangun. Solusi yang lebih nyaman adalah menempatkan unit sejajar di samping ranjang, mengarah ke dinding seberang, atau memantulkan airflow ke plafon agar dingin turun perlahan. Menariknya, tubuh kita lebih sensitif terhadap hembusan langsung daripada perubahan suhu kecil. Jaga Jarak dari Plafon dan Furnitur AC membutuhkan ruang di atas unit sebagai jalur hisap udara, sehingga clearance yang cukup memastikan sirkulasi tetap lancar. Ketika terlalu dekat dengan plafon, lemari tinggi, atau tertutup tirai, aliran udara terputus dan arah embusan AC saat tidur tidak lagi menyebar merata. Hasilnya bukan hanya kamar terasa belang dingin–hangat, tetapi efisiensi pendinginan bisa turun hingga 10-20%, bahkan lebih pada kondisi berat. Posisi dekat pintu atau jendela juga meningkatkan beban panas karena udara luar terus masuk, membuat AC bekerja lebih keras dan konsumsi listrik naik. Idealnya, beri ruang bebas di sekitar unit dan hindari penghalang langsung di jalur hembusan. Dengan jarak yang tepat, udara dingin bergerak stabil, suhu lebih konsisten, dan pemakaian energi tetap terkendali. Ketinggian dan Kemiringan Menentukan Aliran Air Agar aliran udara tetap merata sekaligus sistem pembuangan air bekerja optimal, perhatikan poin berikut: Ketinggian pemasangan AC split dari lantai cukup tinggi, sehingga membantu sebaran udara dingin turun perlahan dan merata ke seluruh kamar. Unit indoor sedikit miring ke arah pipa drain agar air kondensasi tidak tertahan di dalam bak. Kemiringan jalur drain ideal 2–2,5 cm per meter, [5] untuk memastikan air mengalir tanpa genangan. Posisi terlalu rendah menyebabkan distribusi udara tidak optimal dan risiko lembap meningkat. Kemiringan tidak presisi berpotensi menimbulkan bocor, bau, dan jamur yang mempercepat penurunan performa. Instalasi yang tepat sejak awal menjaga drainase lancar, udara tetap stabil, dan umur unit lebih panjang. Posisi Outdoor yang Mendukung Performa Indoor Agar pendinginan tetap stabil dan efisien, perhatikan beberapa poin berikut: Pastikan outdoor memiliki ventilasi terbuka agar panas mudah terbuang, kinerja kompresor lebih ringan. Hindari ruang sempit atau terkurung karena ini memicu pembuangan panas terhambat dan efisiensi turun. Jaga jarak pipa tidak terlalu panjang untuk membantu menjaga tekanan refrigeran tetap optimal. Minimalkan paparan matahari langsung. Apabila suhu kondensor lebih rendah, maka pendinginan lebih stabil. Permukaan pemasangan kokoh dan tidak bergetar agar mengurangi beban mekanis pada kompresor. Aliran udara outdoor tidak terhalang dinding atau barang, memastikan sirkulasi tetap lancar. Dengan outdoor yang punya ruang untuk “bernapas”, kerja sistem jadi lebih seimbang. Prinsipnya juga tetap: AC jangan menghadap langsung ke tempat tidur. Kesalahan Umum yang Bikin AC Terasa “Tidak Konsisten” Pemasangan AC di kamar minimalis sering kali mengikuti tata letak furnitur, bukan pola sirkulasi udara. Unit tepat di atas kepala, tertutup lemari tinggi, terlalu dekat plafon, atau dipilih hanya karena terlihat simetris di dinding—semua tampak rapi. Tapi posisi semacam ini mengganggu cara sistem bekerja. Akibatnya, udara tidak berputar sempurna, suhu naik-turun, dan kompresor lebih sering start–stop untuk mengejar set point. Dampak yang paling umum terasa adalah satu sisi kamar cepat dingin, sementara sisi lain tertinggal. Konsumsi listrik, di sisi lain, meningkat signifikan karena unit bekerja lebih keras dari seharusnya. Sebaliknya, ketika airflow dirancang sejak awal, suhu lebih stabil, kerja kompresor lebih halus, dan tidur terasa lebih nyenyak. Artinya, yang dioptimalkan bukan hanya posisi unit, tetapi keseluruhan sistem pendinginan dalam ruang. Dingin yang Tepat Berawal dari Posisi yang Tepat Pada akhirnya, kenyamanan tidur bukan soal angka suhu terendah, tetapi bagaimana udara bergerak merata, stabil, dan efisien di seluruh kamar. Setiap ruang punya ukuran, daya, dan tata letak berbeda, sehingga butuh pendekatan yang presisi, bukan sekadar pemasangan standar. AC DAIKIN dirancang dengan airflow halus, operasi stabil, dan fleksibel untuk berbagai layout. Dengan begitu, Anda dapat menemukan posisi AC yang benar di kamar tidur tanpa kompromi kenyamanan. Hubungi kami dan temukan AC yang tidak hanya terasa dingin, tapi benar-benar nyaman dan hemat.
oleh Daikin Indonesia 9 Maret 2026
Saat tidur, suhu tubuh inti kita turun sekitar 1 o C —dan selisih kecil ini saja sudah cukup membuat ruangan yang terlalu dingin atau terlalu hangat terasa mengganggu. Lalu sebenarnya berapa suhu AC normal untuk kamar tidur yang bikin cepat terlelap tanpa harus bangun kedinginan? Banyak orang menurunkan setelan AC serendah mungkin demi rasa sejuk instan, tapi efeknya sering berbalik di tengah malam. Artikel ini membahas suhu idea, peran kelembaban dan arah hembusan, serta pengaturan AC yang paling nyaman untuk tidur nyenyak bebas kedinginan. Berapa Suhu Ideal untuk Tidur? Tidak ada satu jawaban universal untuk menjawab AC normal di angka berapa. Dari sisi sleep science, suhu kamar paling ideal untuk tidur ada di rengan 15,6 o C hingga 19,4 o C. Teori menyebutkan bahwa suhu sejuk bantu tubuh menjalankan penurunan suhu inti yang tubuh perlukan untuk tidur nyenyak, termasuk saat masuk fase REM. Tapi hal ini berbeda untuk kita yang tinggal di iklim tropis. Setelan sedingin itu sering terasa menusuk, apalagi jika airflow mengarah ke tubuh. Oleh karena itu, rentang 22-26 o C terasa lebih realistis. Bahkan banyak orang menemukan titik paling pas di 24-26 o C karena nyaman di badan sekaligus relatif efisien penggunaan listriknya. Jadi, suhu AC ideal untuk tidur adalah yang membuat Anda tertidur cepat dan nyaman sampai bangun, tidak serta-merta suhu terendah. Kenapa Terlalu Dingin Justru Mengganggu Tidur? Menemukan suhu AC kamar tidur berapa derajat yang ideal juga menuntut Anda untuk memahami efek saat suhu terlalu rendah. Pembuluh darah berpotensi menyempit akibat udara yang terlalu dingin, sebagai cara tubuh untuk mempertahankan suhu inti. Akibatnya, tidur jadi lebih mudah terputus, yang meski tidak Anda sadari dapat mengurangi kualitas tidur dengan signifikan. Suhu sejuk memang membantu, tapi jika turut terlalu ekstrem—misal di bawah 12 o C—tubuh justru berjuang menjaga panasnya sendiri. Membiarkannya akan membuat tidur cenderung lebih dangkal. Tenggorokan juga terasa kering dan otot menegang. Anda bahkan bisa bangun dengan badan kurang segar. Ini tidak lepas dari siklus tidur manusia yang sering lebih sensitif terhadap suhu sekitar daripada kebisingan ringan yang konstan. Kenyamanan termal bukan lagi hal kecil karena ini telah menjadi fondasi tidur yang nyenyak. Suhu Sudah Turun, Kok Masih Gerah? Cek Kelembabannya Banyak orang mengejar suhu AC yang nyaman untuk tidur nyenyak, tapi lupa satu variabel yang turut menentukan “rasa” udara: kelembaban. Itu sebabnya Anda bisa merasa gerah walau thermostat sudah rendah. Udara lembab menghambat penguapan keringat, sehingga tubuh terasa lebih panas dari angka di remote. Untuk tidur, kelembaban indoor yang nyaman umumnya ada di kisaran 30-50%. Apabila di bawah angka tersebut, tenggorokan dan hidung mudah terasa kering, bahkan sinus sering teriritasi. Tapi jika angka kelembaban ada di atasnya, kulit terasa tidak nyaman dan pengap saat tidur. Bahkan jamur serta tungau lebih mudah berkembang. Kabar baiknya, Anda bisa mengakali hal ini dengan mudah dengan pakai Mode Dry saat lembab. Tutup ventilasi agar udara luar tidak bocor masuk dan jangan lupa pasang tirai agar suhu panas dari luar tidak menambah beban ruangan. Atur Embusan, Mode, dan Kebutuhan Tiap Penghuni Setelah suhu dan kelembaban seimbang, detail kecil seperti arah udara berembus sering jadi penentu kenyamanan. Hindari aliran udara langsung ke tubuh karena sensasi dingin lokal bisa memicu bangun di tengah malam meski suhu ruangan sebenarnya sudah pas. Untuk setelan AC malam hari, Mode Sleep menjadi pilihan praktis karena suhu akan naik bertahap mengikuti ritme tubuh. Dengan begitu, tidur terasa lebih stabil. Timer juga membantu mencegah ruangan menjadi terlalu dingin menjelang pagi. Sementara suhu AC untuk bayi di kamar sebaiknya sedikit lebih hangat dan aliran udaranya tidak langsung. Melalui pendekatan yang adaptif, semua penghuni bisa merasa selalu nyaman tanpa mengorbankan kualitas tidur. Kualitas AC Terasa dari Stabilitas, Bukan dari Setelan Ekstrem Pada praktiknya, angka di remote hanya “target”—yang menentukan nyaman atau tidak adalah bagaimana AC menjaga target itu di seluruh ruangan. Airflow yang merata membuat suhu terasa konsisten, tidak ada spot yang terlalu dingin di dekat unit dan terlalu hangat di sudut kamar. Pendinginan yang stabil juga membantu tubuh tetap rileks sepanjang malam, karena tidak harus beradaptasi dengan perubahan suhu mendadak. Kualitas sistem sangat menentukan pada kondisi ini. Kompresor yang tidak sering start-stop cenderung menjaga suhu stabil dan halus, suara lebih tenang, serta sensasi dingin yang terasa lebih natural. Tidur Nyaman Dimulai dari Sistem yang Tepat Begitu aliran udara merata dan suhu terjaga stabil, Anda tidak perlu lagi mengejar setelan serendah mungkin. Mulai dari langkah sederhana—set sekitar 25°C, aktifkan Mode Sleep, arahkan embusan ke plafon, dan gunakan timer. Cara ini sudah bisa membuat ruangan terasa sejuk tanpa membuat tubuh kaget di tengah malam. Intinya juga selalu sama: keseimbangan antara suhu, kelembaban, dan airflow jauh lebih menentukan daripada angka ekstrem. AC split DAIKIN hadir dengan teknologi yang menjaga pendinginan tetap halus dan konsisten. Ini sangat membantu dalam menemukan suhu AC normal untuk kamar tidur yang benar-benar terasa nyaman, tidak sekadar dingin.  Jika ingin menyesuaikan sistem dengan ukuran dan karakter kamar Anda, hubungi kami agar pengaturannya tepat sejak awal dan Anda tidak perlu lagi menebak-nebak suhu AC normal untuk kamar tidur.
oleh Daikin Indonesia 6 Maret 2026
OSAKA, Japan, March 6, 2026 - Daikin Industries, Ltd. announced that it has been selected for the third consecutive year in "Innovation Momentum 2026: The Global Top 100," which recognizes 100 companies driving global innovation based on patent data analysis. Launched in 2022 by LexisNexis Intellectual Property Solutions, a U.S.-based leading global provider of information and analytics, the award evaluates the momentum of companies' technological advancements. This year marks the fifth annual edition of the award, with Daikin's third consecutive selection underscoring its commitment to innovative growth. The awards ceremony was held on Thursday, March 5. “Innovation Momentum 2026: The Global Top 100” analyzes companies’ patent data to assess and highlight their momentum and evolution in technological developments over the past two years. Using LexisNexis' patent evaluation metrics, the assessment measures the value of patent portfolios based on factors such as the total number of citations and the market size protected by patents. To contribute to the reduction of greenhouse gas emissions across the industry, Daikin has allowed other companies to use a number of its patents. In December 2019, the company began participating with WIPO GREEN*, the clearinghouse arm of the UN agency specializing in intellectual property, and it registered a total of 419 patents relating to air conditioners that use the low global warming potential refrigerant R32. WIPO GREEN is an online platform that introduces sustainable technologies to the world and encourages the sharing and mutual utilization of them. Daikin has joined forces with WIPO GREEN to promote the widespread use of R32 air conditioners worldwide and reduce the environmental impact of refrigerants around the world. Moreover, in collaborative creation between startups and industry, government, and academia, Daikin is focused on creating new intellectual property by forming mechanisms that provide incentives for inventions on both sides. These efforts have facilitated the development of beneficial collaborative relationships with multiple universities and research institutes, and the number of patent applications based on active technological development through external collaboration has increased significantly both in Japan and internationally. “Daikin has been working to strengthen research and development on a global scale to achieve the growth strategy themes that it set out in its strategic management plan ‘Fusion 25.’ These include ‘Challenge to achieve carbon neutrality,’ ‘Promotion of Solutions business connected with customers,’ and ‘Creating value with air,’” explains Takeo Abe, General Manager, Intellectual Property Department of Daikin Industries, Ltd. “In addition to acquiring IP intellectual property rights and avoiding IP infringement with other companies, Daikin will continue to promote IP activities that contribute to its business by focusing on creating intellectual property through industry-industry and industry-academia collaborations and building relationships through free access to patents.” Going forward, Daikin will continue to protect and leverage intellectual property that drives business growth on a global scale, while contributing to the realization of a sustainable society. *An organization within the United Nations World Intellectual Property Organization (WIPO). Its mission is to accelerate the adoption of solutions to environmental issues. As part of its mission, it operates an online database to connect owners and users of environmental technologies around the world.
DAIKIN TKDN
oleh Daikin Indonesia 3 Maret 2026
Kabar baik bagi para mitra bisnis dan calon pengguna DAIKIN. Pasalnya, website resmi DAIKIN di Indonesia, www.daikin.co.id , telah menyediakan daftar lengkap produk DAIKIN dengan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). Dalam laman khusus pada website resmi DAIKIN ini, pengunjung akan dengan mudah mendapat informasi detail besaran persentase nilai TKDN maupun BMP dari masing-masing produk. Tak hanya itu, DAIKIN bahkan menyediakan opsi bagi pengunjung untuk mengunduh masing-masing sertifikat dari tiap produk. Terkait daftar produk bersertifikat TKDN dan BMP dalam website resmi DAIKIN ini, mencakup beberapa kategori produk. Antara lain Room Air Conditioner, Packaged Air Conditioner, VRV System, hingga Sky Air. Hal ini merangkum penggunaan pada hunian, perkantoran, fasilitas komersial, hingga bangunan industrial. Hadirnya laman khusus ini sekaligus menjadi dukungan DAIKIN pada semangat pemberlakuan TKDN sebagai kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi indikator penting dalam menunjukkan besaran kandungan komponen lokal dalam suatu produk yang besarannya terhimpun dari bahan baku, tenaga kerja, maupun jasa yang digunakan dalam proses produksi. Sejalan dengan dukungannya ini, DAIKIN akan terus memperbarui laman daftar produk dengan sertifikat TKDN di website-nya. Langkah yang bakal dilakukan seiring dengan upaya DAIKIN dalam menghadirkan solusi tata udara terpercaya, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri Indonesia. [Akses pada daftar produk DAIKIN bersertifikat TKDN: https://www.daikin.co.id/tkdn ]
oleh Daikin Indonesia 27 Februari 2026
PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) terus mengembangkan kolaborasi dengan berbagai instansi dalam upayanya lebih berkontribusi bagi peningkatan pendidikan vokasi. Terbaru, perusahaan menjajaki perluasan kerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL). Hal ini terungkap di sela-sela Rapat Koordinasi Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Wilayah Kerja BBPPMPV Bidang Bangunan dan Listrik di Medan, Sumatera Utara, pada 25–27 Februari 2026 lalu. Hadir menjadi perwakilan terpilih dari industri tata udara, dalam kegiatan tersebut, DAIKIN bersama berbagai instansi terkait menjajaki peluang kolaborasi dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik vokasi. Diantaranya, program pemagangan bagi tenaga pendidik, sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, hingga program pemutakhiran kompetensi guru. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, BBPPMPV BBL akan melakukan audiensi lanjutan dengan DAIKIN melalui kantor cabangnya di Medan. Hal ini khususnya bagi pembahasan lebih mendalam terkait terbentuknya Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang mengatur kolaborasi bagi peningkatan kompetensi tenaga pendidik atau guru SMK.  Disisi lain, sejumlah perwakilan Sekolah Menengah Kejuruan dari berbagai daerah, pun mengungkap rencana serupa untuk melakukan audiensi dengan DAIKIN. Tujuannya, menjajaki kerja sama dalam bentuk pelatihan, program guru tamu, maupun sinkronisasi kurikulum. Lewat terus meluas dan menguatnya sinergi dengan berbagai pihak ini, menjadi harapan DAIKIN, akan meningkatkan jumlah guru produktif serta memastikan kompetensi lulusan SMK akan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
oleh Daikin Indonesia 24 Februari 2026
BEBAS WORRY SELAMA 30 HARI!!! Ganti unit baru dalam 30 hari kalau unit AC tidak bekerja dengan optimal dengan memperhatikan syarat dan ketentuan dibawah ini: Periode promo mulai dari 24 Februari - 31 Maret 2026 Berlaku khusus untuk AC Inverter seri DAIKIN Nusantara Prestige tipe: ALPHA Inverter (FTKH-Y) dan BETA Inverter (FTKE-Y) Berlaku 30 hari setelah tanggal pembelian dengan menunjukkan kartu garansi dan nota pembelian (invoice) Hanya berlaku bagi unit yang telah dilaporkan melalui DAIKIN Contact Center di nomer 0800 1 081 081 atau WA Official 0811 9 048 058 dan telah dilakukan pengecekan oleh Teknisi DAIKIN Penggantian unit baru hanya berlaku untuk segala jenis kerusakan yang bukan disebabkan pada proses instalasi dan sesuai ketentuan yang tertera pada Kartu Garansi DAIKIN Penggantian unit baru hanya berlaku untuk unit yang mengalami kendala saja (Indoor unit atau Outdoor unit saja) Konsumen TIDAK DIKENAKAN biaya apapaun untuk proses penggantian unit baru. Termasuk biaya bongkar pasang dan material (refrigeran) GARANSI TIDAK BERLAKU ATAU BATAL APABILA: Kerusakan terjadi karena salah pemakaian, unit jatuh, kelalaian, unit dirubah atau dimodifikasi pihak lain, bencana alam (seperti: kebakaran, gempa bumi, tersambar petir, banjir, dsb, serta faktor eksternal lainnya seperti jamur, hewan & virus Nomer seri unit telah hilang, dihapus atau terdapat coretan Produk terpasang tidak sesuai fungsi seharusnya Unit dihubungkan pada sumber listrik yang tegangannya tidak sesuai dengan yang ditentukan oleh spesifikasi teknik yang tercantum pada unit
oleh Daikin Indonesia 20 Februari 2026
Mengandalkan satu titik embusan di ruang luas bisa membuat distribusi dingin kehilangan efektivitas hingga lebih dari setengahnya. Bagian dekat unit terlalu dingin, sementara sudut lain tetap panas. Jadi saat memilih AC ruangan besar, apakah masalahnya benar di kapasitas atau justru di sistem pendinginannya? Banyak kasus menunjukkan performa tidak merata meski unit sudah besar. Oleh karena itu, Anda perlu mempertimbangkan pendekatan AC komersial untuk ruang besar. Mari pahami dulu kebutuhannya dari dasar agar dingin terasa merata, bukan sekadar kuat di satu titik. Berapa Kapasitas AC untuk Ruangan Besar? Bicara soal kapasitas BTU ruangan besar, patokannya bukan feeling atau kebiasaan tetangga. Umumnya, ruang 30 m 2 biasanya butuh sekitar 12.000-15.000 BTU, sementara ruang 60 m 2 umumnya di kisaran 24.000 BTU. Ini sejalan dengan kapasitas AC split rumah tangga. Kamar kecil di bawah 10 m 2 sering cukup dengan kapasitas 5.000-9.000 BTU. Sementara itu area hunian besar bisa butuh 18.000-24.000 BTU lebih. Secara sederhana, Anda bisa mulai dari rumus luas (m 2 ) x 500-600 untuk estimasi awal, lalu koreksi sesuai kondisi ruang. Misalnya, ruang 6x5 m = 30 m 2 . Jika banyak aktivitas dan cahaya matahari, ambil 600, maka ruangan akan perlu 18.000 BTU. Sementara untuk kebutuhan AC ruang 100 m 2 biasanya lebih aman pakai sistem multi-unit atau light commercial. Dengan begitu, distribusi udara lebih merata dan performa tetap stabil. Namun kapasitas besar saja tidak cukup. Masalah Umum AC di Ruangan Besar Masalah paling sering yang terjadi di ruang besar bukan AC-nya yang kurang kuat, tapi dinginnya yang tidak menyebar ke seluruh titik. Area dekat unit bisa terasa terlalu dingin, sementara bagian belakang ruangan tetap hangat. Sementara itu, tubuh manusia sangat sensitif terhadap perubahan suhu sekitar. Bahkan ketidaknyamanan bisa muncul saat perbedaan suhu lokal di tubuh terasa sekitar 3°C sampai 5°C (misalnya kaki dingin tapi kepala hangat). Distribusi yang tidak efektif juga membuat AC menyala lebih lama untuk mengejar suhu rata. Salah perhitungan atau operasional kurang tepat di ruang komersial bisa menaikkan konsumsi energi sekitar 10% hingga lebih dari 30%, termasuk akibat refrigeran yang tidak ideal atau perawatan yang kurang rapi. Kompresor pun lebih cepat lelah. Oleh karena itu, distribusi udara adalah prioritas. Opsi seperti AC cassette untuk aula atau ruangan yang lebih besar masuk akal untuk skenario ini. Coverage Lebih penting dari Sekadar PK Saat orang bertanya berapa PK AC untuk ruangan besar, fokusnya sering langsung ke angka kapasitas. Padahal untuk AC ruangan besar, yang menentukan kenyamanan justru jangkauan airflow. Udara dingin itu harus bergerak, berputar, dan menyentuh seluruh volume ruang, bukan hanya turun di bawah unit. Arah embusan dan penempatan unit memainkan peran besar. Satu unit besar di satu titik cenderung menciptakan zona dingin lokal, sementara area lain tertinggal. Sebaliknya, distribusi dari beberapa arah membuat suhu lebih seimbang tanpa memaksa kompresor bekerja berlebihan. Dengan perputaran yang merata, suhu terasa konsisten dan operasional lebih efisien. Kenyamanan juga akan tercapai tanpa harus terus menurunkan set point. Tipe AC yang tepat akan mulai menentukan hasilnya. Jenis AC yang Cocok untuk Ruangan Besar Setiap jenis AC punya karakter, airflow, dan jangkauan serta skenario penggunaan yang berbeda. Berikut adalah tipe AC yang patut Anda pertimbangkan untuk mendinginkan ruang besar. Split High Capacity Untuk ruang yang mulai melebar tapi belum terlalu kompleks, split high capacity masih relevan. Jenis AC ini bisa untuk ruang keluarga besar atau ruko kecil. Namun penempatan harus strategis mengingat airflow terbatas satu arah. Cassette Ceiling Cassette adalah pilihan logis jika targetnya adalah pemerataan. Letaknya di plafon, sehingga udara tersebar ke empat arah sekaligus. Sistem ini juga mendinginkan lebih cepat dan merata daripada single wall unit. Ducting Keunggulan AC ducting untuk kantor atau ruang rapat adalah distribusinya tersembunyi. Udara berjalan melalui jalur khusus, sehingga suhu antartitik lebih stabil. Sistem ini cocok saat kenyamanan visual dan akustik sama pentingnya dengan performa pendinginan. Standing Floor AC standing floor untuk ruang luas relevan jika ruang tersebut punya mobilitas tinggi. Embusannya kuat dengan jangkauan horizontal. Selain itu, AC ini juga fleksibel untuk area yang pergerakan orangnya tinggi maupun tata letaknya sering berubah. SkyAir Daikin: Kinerja Tangguh untuk Ruang Komersial dan Hunian Luas Kalau ruangan Anda besar dan dipakai lama, misalnya kantor, ruko, restoran, ruang meeting, atau hunian open space, maka Anda butuh AC yang stabil. SkyAir Daikin adalah jawaban karena sistemnya dirancang untuk beban tinggi. Distribusi udara lebih merata, kontrol suhu presisi, dan performa yang konsisten sepanjang jam operasional. Anda juga bisa memilih varian inverter untuk efisiensi lebih optimal, atau non-inverter untuk kebutuhan yang lebih straightforward. Keduanya sudah menggunakan refrigeran R32. Saatnya Beralih ke Sistem yang Dirancang untuk Ruang Luas Ruang besar tidak bisa lagi mengandalkan AC standar yang dipaksa bekerja di luar kapasitasnya. Anda butuh sistem yang sejak awal dirancang untuk distribusi merata, performa stabil, dan operasional panjang. Dengan R32, SkyAir DAIKIN hadir dengan opsi yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan. Tidak hanya dingin, udara juga konsisten di seluruh area. Tunggu apa lagi? Hubungi kami , konsultasikan kebutuhan ruang Anda sekarang dan temukan konfigurasi SkyAir yang tepat untuk AC ruangan besar.
Show More