• Slide title

    Write your caption here
    Button
  • Slide title

    Write your caption here
    Button

Lengkapi Kebutuhan Udara Dirumah Hingga Kantor

Bagi Anda pemilik rumah, hunian premium, pemilik ruang usaha, pemilik gedung atau fasilitas umum lainnya. DAIKIN akan terus berusaha memenuhi kebutuhan tata udara. Konsultasikan bersama DAIKIN untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Informasi Terbaru

oleh Daikin Indonesia 21 Januari 2026
Kebutuhan pendinginan ideal di ruangan iklim tropis bisa mencapai 600-700 BTU per meter persegi, jauh di atas patokan negara beriklim lebih sejuk. Sementara itu, pemilik hunian masih menentukan ukuran PK AC hanya dari luas ruangan, padahal langkah ini tidak relevan lagi. Hal ini juga yang sering jadi alasan AC lama terasa dingin, sementara AC baru dengan PK sama justru mengecewakan. Padahal masalahnya belum tentu pada unitnya, tapi cara menghitung PK yang belum tepat. Sebelum menyalahkan merek atau teknologi, ada baiknya pahami dulu bagaimana menghitung ukuran PK AC yang akurat dengan memahami karakter ruangan. PK Itu Apa Sebenarnya? Banyak orang mengira PK berkaitan dengan listrik yang AC gunakan. Padahal PK adalah ukuran seberapa besar kemampuan AC memindahkan panas dari ruangan. Jadi ini bicara kapasitas pendinginan, bukan konsumsi daya. Untuk memahaminya lebih jelas, simak peta konversi PK ke BTU berikut, di mana BTU/h adalah satuan teknis kapasitas dingin yang sebenarnya. Kenapa Tabel “PK vs Luas Ruangan” Sering Mengecoh? Pemilik rumah yang hendak membeli AC sering mencari patokan PK AC untuk kamar lewat tabel luas ruangan. Cara ini memang praktis dan tampak meyakinkan, tapi bisa menyesatkan. Hal ini terjadi karena luas ruangan hanya satu variabel, padahal ada faktor lain yang perlu pertimbangan lain ketika Anda membeli AC. Heat load atau seberapa panas yang masuk dan terperangkap di dalam ruang adalah faktor lain yang sangat menentukan itu. Dua kamar 12 m², misalnya, bisa butuh PK berbeda. Satu menghadap timur, teduh, jarang kena matahari. Satu lagi menghadap barat, jendela besar, kena panas sore langsung. Pada kondisi seperti ini, kebutuhan BTU bahkan perlu dinaikkan 10–25% dari hitungan standar. Belum lagi faktor plafon tinggi, jumlah orang, perangkat elektronik, dan ventilasi. Semua menyumbang panas. Jadi ketika AC terasa “kurang dingin”, sering kali masalahnya bukan di unit, tapi di cara Anda menghitungnya sejak awal. Cara Menghitung PK AC yang Lebih Masuk Akal Kalau ingin hasil yang lebih presisi daripada sekadar melihat tabel ukuran PK AC, Anda perlu sedikit mengubah cara berpikir. Bukan lagi bertanya, “Ruangan saya berapa meter?”, tapi, “Ruangan ini menyimpan panas sebanyak apa?” agar pendekatan cara menghitung BTU AC lebih relevan. Langkah pertama tetap hitung luas ruangan (m²). Lalu kalikan dengan patokan kebutuhan 600–700 BTU/m² untuk iklim tropis. Ini jadi angka dasar kebutuhan BTU per meter persegi, tapi jangan berhenti di sini. Koreksi volume udara. Banyak perhitungan lama mengasumsikan plafon sekitar 2,4 meter. Kalau plafon di rumah Anda setinggi 3 meter, volume udara naik signifikan. Dalam praktik HVAC, kondisi ini wajar dikoreksi sekitar +25% dari kebutuhan BTU awal, karena AC harus “mengendalikan” udara yang lebih banyak. Kemudian, baca pola panas dari aktivitas ruangan. Kalau di dalamnya ada PC, double monitor, TV besar, konsol game, atau perangkat elektronik yang aktif berjam-jam, kebutuhan pendinginan realistisnya perlu ditambah 10–20%. Setiap peralatan elektronik mengeluarkan panas, sehingga perlu masuk hitungan juga. Terakhir, jangan lupakan manusia. Setiap orang yang rutin berada di ruangan menyumbang panas tubuh. Tambahkan sekitar +600 BTU per orang untuk pemakaian harian. Apabila Anda menggabungkan semua faktor ini, barula angka PK yang muncul terasa logis. Tinggi Plafon & Volume Udara: Faktor yang Sering Terlupa Banyak orang bertanya, AC 1/2 PK untuk ruangan berapa, lalu berhenti di angka luas lantai. Padahal AC tidak mendinginkan lantai, tapi mengendalikan udara di dalam ruang. Udara, di sisi lain punya volume. Plafon setinggi 3 meter sudah jadi hal yang umum dan ideal di rumah tinggal Indonesia. Ketinggian ini menyesuaikan iklim tropis yang panas agar sirkulasi udara lebih baik. Namun ketika ketinggiannya naik ke 3,5 meter, volume udara bertambah sekitar 16,7% meski luas ruangan sama. [5] Artinya, beban pendinginan ikut naik tanpa terlihat di tabel mana pun. Maka dari itu, penting untuk menyadari kalau ada perbedaan yang perlu Anda pikirkan sebelum menentukan PK untuk ruangan di rumah Anda. Semakin tinggi ruang, maka AC juga harus mengendalikan semakin banyak udara. Mengabaikan faktor ini, di sisi lain, bisa membuat AC lama dingin meski di atas kertas PK terlihat cukup. Apa yang Terjadi jika Salah Pilih PK? Sering muncul pertanyaan AC 1 PK untuk ruangan berapa, tapi jarang membayangkan konsekuensi apabila hitungannya meleset. Saat PK kekecilan, kompresor harus bekerja hampir tanpa jeda. Listrik naik, suara mesin lebih sering terdengar, dan ruangan terasa “hampir dingin” tapi tidak pernah benar-benar nyaman. Sebaliknya, PK kebesaran juga bukan solusi. Ruangan memang cepat dingin, lalu AC cepat mati. Siklus hidup-mati ini disebut short cycling, yang justru bisa meningkatkan konsumsi energi hingga 20–50%. Selain itu, udara belum sempat kehilangan kelembapannya. Pada akhirnya, udara memang dingin tapi tetap lembap dan lengket, bahkan tidak nyaman di kulit. Saatnya Memilih PK dengan Cara yang Lebih Cerdas Kenyamanan ruangan bukan hanya area yang luas, tapi juga seberapa besar panas yang benar-benar terakumulasi di dalamnya. Salah menghitung ukuran PK AC membuat unit terasa “tidak enak”: entah kurang dingin, lembap, atau justru boros tanpa terasa. Oleh karena itu, pendekatan paling aman bukan lagi menebak, tapi menilai karakter ruang secara utuh. AC untuk hunian dari Daikin adalah solusi relevan, dengan teknologi yang stabil mengikuti kebutuhan ruangan rumah tinggal di Indonesia. Hubungi kami untuk rekomendasi ukuran PK AC yang tepat untuk ruangan Anda atau kunjungi halaman DAIKIN Inverter Calculator . Nikmati kenyamanan maksimal di mana pun Anda berada bersama DAIKIN!
oleh Daikin Indonesia 20 Januari 2026
Banyak orang baru mencari tahu fungsi Mode Dry pada AC saat merasa ruangan tetap gerah meski suhu sudah rendah—atau AC terasa dingin tapi badan masih lengket dan tidak nyaman. Bisa jadi masalahnya bukan di angka derajat, melainkan di kelembapan udara yang terlalu tinggi. Dalam kondisi ini, menurunkan suhu terus-menerus sering tidak menyelesaikan rasa gerah. Anda perlu Mode Dry. Tapi kenapa fitur ini bisa mengubah feel ruang secara signifikan? Temukan jawabannya di artikel ini. Fungsi Mode Dry pada AC: Apakah Hanya Lebih Dingin? Mode Dry AC pada dasarnya bekerja seperti dehumidifier ringan. Fokusnya bukan menurunkan suhu secepat mungkin, melainkan mengurangi kadar uap air di udara. Pasalnya humidity level tinggilah yang sering kali bikin gerah. Saat kelembapan berhasil diturunkan, tubuh lebih mudah “melepas panas”, sehingga ruangan terasa lebih nyaman walau suhu tidak berubah banyak. Mudahnya, kelembapan ruangan ideal AC untuk kenyamanan biasanya ada di kisaran 40–60% RH. Mode Dry membantu mendekati rentang ini dengan pola kerja kompresor dan kipas yang lebih kalem. Jadi, Anda tidak perlu memaksa suhu turun terus. Cukup turunkan lembapnya, maka efek nyaman biasanya langsung terasa. Dry vs Cool: Beda Tujuan, Beda Rasa Nyamannya Mode Cool itu sederhana: targetnya menurunkan suhu ruangan, sehingga kompresor bekerja untuk mengejar angka derajat yang Anda set. Sementara fungsi dehumidify pada AC di Mode Dry lebih fokus “menjinakkan” kelembapan. Selain menurunkan panas, rasa lengket yang membuat gerah juga berkurang. Ini juga jadi angle yang sering luput. Dua ruangan dengan suhu sama bisa terasa jauh beda kalau humidity level-nya beda. Saat kelembapan turun sekitar 10%, misalnya dari 70% ke 60%, maka ruangan biasanya terasa seperti 1–3°C lebih sejuk dalam sensasi tubuh, terutama saat awalnya panas dan lembap. Oleh karena itu, Dry sering terasa lebih nyaman meski angka suhu di remote tidak banyak berubah. Apabila Cool cocok untuk butuh cepat dingin, maka Dry adalah pilihan ideal tanpa harus terus-menerus mengejar suhu dingin. Kapan Mode Dry jadi Pilihan yang Lebih Masuk Akal? Tinggal di negara tropis seperti Indonesia membuat kita familier dengan udara yang lembap, bahkan udara lembap adalah default. Rata-rata kelembapan ada di kisaran 70-90% sepanjang tahun. Hal ini juga yang bikin Anda sering merasa “lengket” meski suhu sebenarnya tidak terlalu tinggi. Kondisi ini semakin menekankan bahwa paham kapan pakai Mode Dry jadi penting. Secara umum, mode ini menguntungkan saat: Sedang musim hujan, sehingga udara sering berat dan pengap di dalam ruangan. Pagi dan sore yang lembap, apalagi jika kamar atau ruangan jarang terkena matahari. Minim ventilasi di dalam ruangan atau ruangan tertutup terlalu lama. Kondisi ini bisa menyimpan uap air lebih banyak daripada panas. Menurunkan suhu jadi bukan tujuan utama di situasi ini. Justru, Anda perlu menurunkan kelembapan sesegera mungkin agar rasa di ruangan terasa lebih baik. Mode Dry, di sisi lain, bantu udara terasa ringan dan tidak sumpek. Tubuh juga jadi lebih nyaman tanpa harus memaksa suhu terlalu rendah. Mode Dry Hemat Listrik? Ini Mitos vs Faktanya Mitos yang paling sering beredar adalah Mode Dry selalu lebih hemat daripada Cool. Padahal, itu tergantung kondisi ruangan dan target kenyamanan Anda. Apabila udara sedang lembap tapi suhunya tidak terlalu tinggi, maka Mode Dry bisa memangkas jam kerja kompresor. Siklus kerjanya juga lebih intermittent, sehingga pemakaian listrik jadi lebih ringan. Dalam kondisi seperti ini, penghematan konsumsi daya biasanya ada di kisaran 15–30% daripada Mode Cool. Tapi kalau ruangan sangat panas, Mode Dry justru bisa kurang efektif, sehingga Anda harus menyalakan AC lebih lama. Dalam kondisi ini, Cool lebih make sense. Lebih dari apa pun, memahami perbedaan Mode Dry dan Cool jadi kunci sebelum percaya klaim dry mode hemat listrik. Aman Dipakai Lama, Selama Kondisinya Tepat Mode Dry aman dipakai cukup lama kalau ruangan memang lembap. Kelembapan turun ke level nyaman tanpa membuat suhu terlalu rendah. Tapi masalah baru akan muncul kalau udara sudah cenderung kering sementara Anda masih menyalakan mode ini selama berjam-jam. Lalu apa efek negatif AC Mode Dry? Beberapa di antaranya adalah: Bibir jadi mudah kering hingga pecah-pecah Hidung terasa sering gatal, bahkan perih Ruangan terasa terlalu kering seperti statis, bahkan bikin kulit wajah terasa ketarik. Tenggorokan kering Perlu Anda ingat bahwa bukan modenya yang jahat karena efek negatif akan muncul apabila pemakaiannya tidak sesuai dengan kondisi. Pakai Mode Dry di Saat yang Tepat Kenyamanan di dalam ruangan bukan sekarad menurunkan suhu. Mode Dry menunjukkan bagaimana kelembapan memegang peran besar dalam rasa nyaman sehari-hari, meksi fitur ini sering terabaikan karena kurangnya pemahaman. Oleh karena itu, memahami fungsi Mode Dry pada AC akan membuat Anda sadar bahwa fitur ini adalah bagian dari memakai AC dengan benar di iklim tropis. Kualitas jadi poin prioritas. AC untuk residensial dari Daikin dirancang dengan kontrol kelembapan dan pengaturan udara yang presisi, sehingga Mode Dry benar-benar bekerja sesuai fungsinya, bukan sekadar simbol di remote. Kalau Anda ingin ruangan terasa nyaman tanpa harus terus menurunkan suhu, ini saatnya memilih unit yang memang dirancang untuk itu. Hubungi kami sekarang dan dapatkan rekomendasi AC Daikin yang paling sesuai dengan kebutuhan rumah Anda.
oleh Daikin Indonesia 19 Januari 2026
Membahas jenis freon AC jarang masuk daftar pertimbangan saat orang memilih pendingin ruangan. Sebagian besar sibuk melihat PK, inverter, dan watt, tapi hampir tak pernah menanyakan tipe refrigeran AC di dalamnya. Padahal, di situlah dingin, efisiensi listrik, dan umur pakai unit banyak ditentukan. Artikel ini mengajak Anda melihat sisi yang sering terlewat, sebelum keputusan kecil berdampak besar di kemudian hari. Apa Itu Freon Sebenarnya? Pengguna AC mungkin membayangkan freon sebagai gas dingin yang meniupkan kesejukan ke ruangan. Padahal perannya justru sebaliknya. Freon adalah media perpindahan panas. Ia menyerap panas dari udara dalam ruangan, lalu membawanya keluar lewat siklus kompresi dan kondensasi. Saat bekerja, refrigeran menguap pada suhu sangat rendah, umumnya di kisaran 4–10°C pada AC rumah. [1] Ini adalah titik di mana panas ruangan diserap. Peran ini sangat krusial, sehingga perkembangan teknologi membuat lahir pilihan freon ramah lingkungan yang tetap efisien tanpa membebani alam. Jadi, memahami freon berarti memahami cara AC sebenarnya menciptakan rasa sejuk. R22, R410A, R32: Tiga Generasi Freon yang Beda Karakter Pada AC rumah tanggal, Anda paling sering bertemu tiga nama ini: R22, R410A, dan R32. Perbedaan kode ini juga memengaruhi rasa dingin dan konsumsi listrik. Dalam perbandingan R22 vs R410A, R410A bekerja pada tekanan sekitar 50–70% lebih tinggi. Artinya, perpindahan panas lebih cepat, pipa lebih tebal, dan sistem lebih kuat. Lalu muncul pertanyaan umum, apakah freon R32 dan R410 sama? Tidak. Freon R32 bisa bekerja di tekanan yang relatif mirip dengan R410A, bahkan dalam beberapa kondisi bisa mencapai 1,6 kali tekanannya. Dengan kapasitas pendinginan volumetrik sekitar 160% lebih tinggi, R32 membutuhkan isi refrigerant lebih sedikit untuk menghasilkan performa dingin yang sama. R22 sendiri kini mulai ditinggalkan. Banyak negara sudah membatasi penggunaannya karena dampak lingkungan. Singkatnya, R410A menjadi jembatan transisi. Sementara R32 hadir sebagai generasi modern yang lebih efisien, lebih ringan kerja kompresor, dan lebih ramah lingkungan. Kenapa Freon Baru Bisa Bikin AC Lebih Hemat Listrik? Banyak yang mengira hemat listrik itu hanya urusan inverter atau watt kecil. Faktanya, keberadaan R32 AC refrigerant adalah yang membawa pengaruh besar dari dalam sistem. Kuncinya ada di efisiensi perpindahan panas. R32 mampu memindahkan panas 10–20% lebih efisien dibanding R410A, bahkan pada beberapa komponen bisa punya koefisien perpindahan panas 30–50% lebih tinggi. Artinya, penyerapan dan pembuangan panas lebih cepat. Dampaknya terasa ke kompresor. Ia tidak perlu bekerja sekeras freon generasi lama untuk mencapai suhu yang sama. Siklus kerja juga jadi lebih ringan, lebih stabil, dan konsumsi energi ikut turun. Logikanya memang masuk akal—media pemindah panas yang lebih efektif memungkinkan beban mesin ikut berkurang. Cara Paling Mudah Cek Jenis Freon di AC Anda Setelah paham perannya, langkah berikutnya sederhana: cek unit Anda sendiri. Langkahnya sederhana, mulai dari: Cek stiker spesifikasi di indoor maupun outdoor unit. Umumnya tertulis jelas tipe refrigeran yang dipakai. Kalau tidak terlihat, cek buku manual AC Anda. Informasi ini hampir selalu tercantum di halaman awal spesifikasi teknis. Apabila Anda memanggil teknisi, mereka umumnya mengenali jenis pipa dan tekanan kerja dari sistemnya. Tiap refrigeran hemat energi punya karakter tekanan berbeda. Tapi label unit umumnya jadi patokan paling aman untuk penggunaan AC residensial. Langkah kecil ini sering membuka insight besar: apakah AC Anda masih generasi lama, atau sudah memakai refrigeran yang lebih efisien dan modern. Bolehkah Ganti Freon Lama ke Freon Baru? Jangan asal ganti, karena Anda tidak bisa cukup menambah isi freon saja. Tiap kode freon AC rumah dirangkai dengan tekanan kerja dan konstruksi kompresor berbeda. R410A, misalnya, bekerja pada tekanan sekitar 1,5–1,7 kali lebih tinggi dibanding R22. [4] Artinya, pipa, sambungan, dan seluruh sistem memang tidak sama sejak awal. Oleh karena itu, mengganti R22 ke R410A atau R32 tanpa penyesuaian bukan solusi cerdas. Bukan hanya tidak optimal, tapi juga berisiko merusak kompresor dan memicu kebocoran. Mengikuti spesifikasi bawaan unit selalu jadi pilihan paling aman. Kenapa AC Modern Banyak Beralih ke Jenis Freon AC R32? Kalau Anda melihat tren AC terbaru, banyak yang mengarah ke R32 bukan karena ikut-ikutan, tapi karena masuk akal dari tiga sisi. Pertama, lebih ramah lingkungan karena nilai GWP (global warming potential) jauh lebih rendah daripada generasi sebelumnya. Kedua, R32 lebih efisien dalam memindahkan panas, jadi proses “buang panas” ke luar ruangan berjalan lebih cepat dan stabil. Ketiga, karena perpindahan panasnya lebih efektif, kompresor tidak perlu bekerja sekeras sebelumnya untuk mencapai suhu yang sama. Dengan begitu, performa lebih konsisten dan konsumsi energi lebih terkendali. Oleh karena itu, memilih AC dengan R32 bukan sekadar memilih pendingin, tapi memilih teknologi yang lebih relevan untuk rumah modern. Pilih AC yang Tepat sejak Awal Terlihat jelas bahwa jenis freon AC bukan detail teknis sepele. Selain memengaruhi rasa dingin, freon juga memengaruhi efisiensi listrik dan umur pakai unit. Freon modern seperti R32 membuat perpindahan panas lebih efektif, kompresor bekerja lebih ringan, dan performa harian lebih stabil serta ramah lingkungan. Maka dari itu, memilih AC yang sudah menggunakan R32 sejak awal jadi keputusan yang jauh lebih masuk akal. AC split DAIKIN , baik inverter maupun standar, sudah dirancang dengan R32, jadi Anda tidak perlu memikirkan kompatibilitas di kemudian hari. Tunggu apa lagi? Hubungi kami dan dapatkan rekomendasi AC paling sesuai dengan kebutuhan rumah Anda.
SEMUA ARTIKEL

DAIKIN Group

  • Slide title

    PT Daikin Applied Solutions Indonesia 

    Lebih Detail
  • Slide title

    PT Daikin Applied Solutions Indonesia 

    Lebih Detail

Sejak 2013, PT Daikin Applied Solutions Indonesia sebagai bagian dari DAIKIN global menghadirkan solusi HVAC terpercaya dengan sistem efisien yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia

  • Slide title

    PT Daikin Manufacturing Indonesia 

    Lebih Detail
  • Slide title

    PT Daikin Manufacturing Indonesia 

    Lebih Detail

PT Daikin Manufacturing Indonesia adalah pabrik resmi DAIKIN Indonesia yang memproduksi sistem HVAC komersial, memasok produk ke DID dan DASI, serta mendukung kualitas global DAIKIN

  • Slide title

    PT Daikin Industries Indonesia 

    Lebih Detail
  • Slide title

    PT Daikin Industries Indonesia 

    Lebih Detail

Sejak Juli 2025, PT Daikin Industries Indonesia menghadirkan pabrik AC residensial skala penuh yang memadukan inovasi dan kualitas global DAIKIN untuk pasar Indonesia

Inovasi Untuk Peningkatan Berkelanjutan

Kami percaya bahwa selalu ada ruang untuk perbaikan dan kepercayaan ini merupakan kekuatan untuk semua yang kami lakukan di DAIKIN. Mulai dari proses produksi, hingga terobosan besar yang menghasilkan penghematan energi. DAIKIN bertujuan untuk menginspirasi perubahan teknologi. Adanya pusat pengembangan dan fokus pada produk hemat energi, DAIKIN terus berusaha menciptakan solusi tata udara sesuai dengan kebutuhan ruang.

Xperience Zone

Dapatkan pengalaman secara langsung untuk memilih produk DAIKIN sesuai dengan kebutuhan hunian, ruang bisnis, gedung atau fasilitas ruang lainnya.

Lebih Lanjut