Informasi

Dorong Standar Bangunan Hijau,
VRV DAIKIN Raih Predikat Green Label Indonesia Tertinggi
oleh Daikin Indonesia 20 Agustus 2026
Seri solusi tata udara bagi bangunan komersial terbaru DAIKIN, VRV 6X dan VRV 6A, resmi menerima sertifikat Green Label Indonesia. Dikeluarkan Green Product Council Indonesia (GPCI) yang dikenal sebagai lembaga nirlaba yang berfokus pada standarisasi industri ramah lingkungan
keberhasilan perusahaan  DAIKIN memperoleh Top Brand Award 2026
oleh Daikin Indonesia 30 Juli 2026
“Keberhasilan untuk penghargaan terkait popularitas dan loyalitas bagi dua segmen utama perangkat solusi tata udara ini mencerminkan terus solidnya kepercayaan masyarakat terhadap DAIKIN
Kerja Bareng Disnakertrans Jawa Timur, Tingkatkan Kompetensi Instruktur
oleh Daikin Indonesia 20 Juli 2026
Kerja Bareng Disnakertrans Jawa Timur, Tingkatkan Kompetensi Instruktur
DAIKIN) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional
oleh Daikin Indonesia 8 Juli 2026
DAIKIN) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional dengan menjadi salah satu mitra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
DAIKIN menggelar Proshop Award FY2
bentuk apresiasi kepada owner dealer, staf, dan teknisi Proshop
oleh Daikin Indonesia 7 Juli 2026
DAIKIN menggelar Proshop Award FY2 bentuk apresiasi kepada owner dealer, staf, dan teknisi Proshop DAIKIN memberikan 15 penghargaan kepada owner dealer, staf, dan teknisi Proshop sebagai bentuk apresiasi Perusahaan atas kontribusi dan pencapaian terbaik.
keberhasilan AC Nusantara Prestige mendapatkan nilai TKDN tertinggi
oleh Daikin Indonesia 1 Juli 2026
keberhasilan AC Nusantara Prestige mendapatkan nilai TKDN tertinggi denganmemperhatikan kebutuhan masyarakat Indonesia
oleh Daikin Indonesia 15 Juni 2026
Banyak orang mencoba berbagai cara untuk menekan tagihan listrik saat menggunakan AC, tanpa benar-benar memahami cara kerja sistem AC itu sendiri. Salah satu kebiasaan paling lumrah adalah mematikan AC setiap kali meninggalkan ruangan sebentar. Sekilas terdengar logis, tetapi dalam praktiknya hal ini justru bisa membuat konsumsi listrik lebih besar. Nah, supaya tidak terjebak dalam kebiasaan yang keliru, mari pahami terlebih dahulu bagaimana AC bekerja secara menyeluruh di sini! Cara Kerja Sistem AC Secara Menyeluruh Sistem pendinginan udara bekerja dengan cara memanfaatkan bahan kimia bernama freon. Fungsi komponen ini adalah untuk mengubah udara panas menjadi dingin. Untuk lebih jelasnya berikut cara kerja AC indoor dan outdoor: Tahap 1: Sistem Memompa dan Menyiapkan Freon Proses dimulai dari unit outdoor. Di sini kompresor bekerja memompa dan menekan gas freon sehingga suhunya menjadi sangat tinggi. Setelahnya, gas PNA akan dikirim ke kondensor yang masih ada di bagian outdoor. Di kondensor gas akan didinginkan oleh kipas unit outdoor, lalu berubah menjadi cair. Tahap 2: Kompresor Mengirim Freon ke Unit Indoor Freon yang sudah mengalami kondensasi akan mengalir melalui pipa menuju unit AC indoor. Di sini, freon akan mengisi pipa-pipa evaporator dan mulai menguap kembali, membuat pipa-pipa evaporator memiliki suhu yang sangat dingin. Tahap 3: Menyedot dan Menyerap Panas Cara kerja sistem pendingin AC selanjutnya adalah proses pengubahan udara panas menjadi dingin. Kipas di unit indoor menyedot udara panas lalu mengalirkannya melewati pipa-pipa evaporator. Saat udara panas bersinggungan dengan pipa, panas dari udara akan terserap oleh freon dan berubah menjadi dingin. Tahap 4: AC Mengeluarkan Udara Dingin Udara yang panasnya sudah diserap kini berubah menjadi sejuk dan dihembuskan kembali ke ruangan. Sementara itu, freon yang sudah “kenyang” akan kembali menjadi gas dan mengalir kembali ke unit outdoor. Tahap 5: Membuang Sisa Panas Setibanya di unit outdoor, freon berbentuk gas akan masuk kembali ke kompresor. Di sinilah freon ditekan lagi hingga suhunya meningkat, lalu masuk ke kondensor dan kembali diinginkan di kipas outdoor. Inilah cara kerja sistem AC ruangan. Prosesnya akan terus berlangsung secara berulang selama AC dalam kondisi menyala. Komponen Paling Kerja Keras: Kompresor AC Jika melihat seluruh siklus kerja AC di atas, kompresor adalah komponen yang paling bekerja keras. Perannya sangat krusial karena bertugas mengalirkan sekaligus memampatkan freon agar bisa terus bersiklus di dalam sistem. Tanpa kompresor, proses perpindahan panas tidak akan terjadi, sehingga AC tidak mampu mendinginkan ruangan. Karena beban kerjanya yang tinggi, kompresor menjadi penyumbang terbesar konsumsi listrik, bahkan bisa mencapai sekitar 80–90% dari total energi yang digunakan AC. Oleh karena itu, jika Anda ingin lebih hemat listrik, kuncinya bukan sekadar mematikan AC, melainkan memastikan komponen AC ini tidak bekerja terlalu berat. Cara Mengurangi Beban Kompresor: Trik Jitu untuk Hemat yang Sesungguhnya Jika ingin benar-benar menghemat listrik saat menggunakan AC, fokus utamanya adalah mengurangi beban kerja kompresor AC. Semakin ringan kerjanya, semakin kecil energi yang dibutuhkan. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda terapkan: 1. Gunakan Mode Auto Efisiensi kerja kompresor sangat dipengaruhi oleh performa kipas dalam membantu proses pendinginan refrigeran di awal. Karena itu, mode auto menjadi opsi paling optimal. Fitur ini mampu menyesuaikan kecepatan kipas secara otomatis berdasarkan kondisi suhu ruangan. Saat AC pertama kali dinyalakan, kipas akan beroperasi pada kecepatan tinggi untuk mempercepat penurunan suhu. Setelah suhu mulai tercapai dan stabil, kecepatan kipas akan menurun secara bertahap, sehingga konsumsi listrik pun ikut lebih hemat. 2. Berhenti Menyalakan dan Mematikan AC Berulang Kali Meski niat Anda mungkin adalah berhemat, kebiasaan ini justru akan membuat kompresor AC harus bekerja ekstra kuat berulang kali untuk menyiapkan freon. Alhasil bukan hemat, energi yang keluar justru meningkat karena proses “start ulang” ini membutuhkan daya yang cukup besar, Sebaliknya, ketika AC Anda biarkan menyala dalam kondisi stabil, kompresor bekerja lebih ringan dan konsisten, sehingga penggunaan listrik menjadi lebih efisien. 3. Gunakan Mode Swing di Awal Mengaktifkan mode swing di awal penggunaan membantu udara dingin tersebar lebih cepat dan merata ke seluruh ruangan. Dengan distribusi udara yang baik, suhu ruangan bisa turun lebih cepat tanpa ada bagian yang masih terasa panas. Kondisi ini membuat kompresor AC tidak perlu bekerja terlalu keras. Jika udara dingin tidak merata, sensor AC bisa “mengira” ruangan masih panas dan memaksa kompresor terus bekerja lebih lama. 4. Pastikan Filter dan Kipas di Unit Indoor dan Outdoor Bersih Cara kerja AC split adalah satu kesatuan yang saling terhubung. Oleh karena itu, kondisi unit indoor dan unit outdoor sama-sama menentukan nasib tagihan listrik Anda. Dalam konteks mengurangi kinerja kompresor, hal utama yang wajib Anda perhatikan adalah kebersihan filter di indoor dan kipas di outdoor. Pasalnya, debu yang menumpuk pada kedua komponen ini akan membuat udara panas sulit masuk dan keluar dari unit AC. Alhasil ruangan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk sejuk dan kompresor harus bekerja keras dengan lebih lama. Apakah AC Hanya Berfungsi Untuk Mendinginkan Udara? Mendinginkan adalah tugas utamanya, tetapi beberapa AC seperti AC Daikin memiliki fungsi lainnya yang juga sangat bermanfaat, seperti: 1. Meningkatkan Kualitas Udara Pendingin seperti AC Daikin memiliki inovasi filter yang bisa membersihkan udara dari virus, bakteri, dan bau. Ruangan tidak hanya dingin, tetapi udara di dalamnya juga menjadi bersih. 2. Mengurangi Kelembapan Udara Terdapat mode dry pada AC yang berperan sebagai dehumidifier sehingga ruangan tidak terasa lembap dan terlindungi dari risiko jamur. 3. Mengurangi Bau Tidak Sedap Dengan teknologi penyaringan modern seperti Deodorizing Enzyme Blue Filter, berbagai aroma tidak sedap di dalam ruangan dapat Anda netralkan sehingga udara terasa lebih segar dan bersih. Agar Lebih Hemat, Kapan Harus Matikan AC? Jika Anda akan meninggalkan ruangan dalam waktu lama, misalnya pergi bekerja atau berbelanja lebih dari 2 jam, mematikan AC adalah langkah yang bijak. Namun, jika Anda hanya keluar sementara dengan durasi kurang dari 90 menit, perhitungannya akan lebih hemat jika AC tetap menyala. Berdasarkan data, jeda sekitar 30 menit bisa meningkatkan konsumsi energi hingga sekitar 5%. Sementara itu, jeda 60 menit masih berpotensi menyebabkan pemborosan energi sekitar 2%. Dengan kata lain, semakin singkat Anda meninggalkan ruangan, semakin tidak efisien jika Anda sering mematikan dan menyalakan kembali AC. Pilihan AC Andal untuk Performa Stabil dan Lebih Tahan Lama: AC DAIKIN Memahami cara kerja sistem AC saja belum cukup jika tidak Anda imbangi dengan pemilihan unit yang tepat. Sebab kualitas komponen dan teknologi yang digunakan sangat berpengaruh terhadap seberapa efisien AC bekerja dan memberikan keuntungan. Sebagai salah satu merek yang sudah dikenal luas, DAIKIN menghadirkan beragam pilihan AC yang luar biasa mulai dari tipe inverter hingga non-inverter. Semua dirancang dengan cara kerja sistem AC yang mampu memberikan performa optimal dan efisien. Tunggu apalagi? Pilih AC DAIKIN dan temukan solusi terbaik untuk hunian Anda! AC DAIKIN: sejuknya terasa, hematnya nyata!
oleh Daikin Indonesia 12 Juni 2026
Dalam proses pendinginan ruangan, AC tidak hanya menghasilkan udara sejuk, tetapi juga memproduksi air kondensasi sebagai hasil sampingannya. Air ini perlu dialirkan keluar melalui sistem pembuangan air AC agar tidak menumpuk di dalam unit. Sayangnya, aspek ini sering kali luput dari perhatian. Padahal, kesalahan dalam instalasi maupun pengelolaan pembuangan air AC dapat memicu berbagai masalah, mulai dari kebocoran hingga kerusakan pada perangkat dan area sekitarnya. Supaya hal tersebut tidak terjadi, penting untuk memahami bagaimana sistem pembuangan air AC bekerja serta cara membuat salurannya dengan benar. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini! Mengapa AC Mengeluarkan Air? Mengenal Proses Kondensasi Saat AC menyala, udara hangat dari dalam ruangan akan tersedot masuk lalu melewati bagian yang sangat dingin, yaitu evaporator. Perubahan suhu yang drastis dari panas ke dingin kemudian akan membuat udara tidak lagi mampu menahan kelembapan (uap air) seperti sebelumnya. Akibatnya, uap air yang awalnya tidak terlihat akan berubah menjadi bulir-bulir air yang semakin lama akan semakin banyak dan menetes ke bak penampung air AC. Dengan kata lain, air yang keluar dari AC merupakan hasil kondensasi atau perubahan wujud gas ke air karena perubahan suhu yang terjadi di dalam AC. Bagaimana Sistem Pembuangan Air AC Bekerja? Sistem pembuangan air AC bekerja secara sederhana dalam tiga tahap: Penampungan: Air hasil kondensasi ditampung terlebih dahulu di bak penampung (drain pan) yang berada di bawah evaporator. Pengaliran: Dari bak tersebut, air mengalir keluar melalui selang pembuangan (drain hose) dengan bantuan gravitasi. Karena itu, posisi selang pembuangan air AC harus miring ke bawah agar aliran tetap lancar. Pembuangan: Air kemudian dibuang ke luar ruangan, seperti ke saluran air atau area terbuka. Selama ketiga proses ini berjalan dengan baik, air akan keluar otomatis tanpa menyebabkan kebocoran. Instalasi Pembuangan Air AC yang Benar Meski biasanya dikerjakan oleh teknisi, memahami dasar instalasi penting agar Anda bisa memastikan pemasangannya benar dan minim kesalahan. Berikut hal yang perlu diperhatikan: 1. Posisi Selang Harus Menurun Jika Anda tidak menggunakan drain pump yang bisa memompa serta mengangkat air kondensasi ke tempat yang lebih tinggi dan hanya mengandalkan gravitasi, selang harus dipasang miring ke bawah. Minimal 1:100 atau sekitar 1%. Artinya, setiap panjang 1 meter pipa harus turun sekitar 1 cm agar air bisa mengalir keluar. 2. Hindari Jalur dengan Tekukan dan Belokan Tajam Selang yang terlipat atau terlalu banyak belokan bisa menghambat aliran air dan memicu penyumbatan. 3. Gunakan Ukuran Selang yang Sesuai Pipa pembuangan air AC berapa inci? Umumnya, diameter selang bawaan dari unit indoor adalah ½ inci. Agar sambungan lebih rapat, Anda bisa menggunakan pipa tambahan berukuran ¾ inci, lalu memasukkan selang bawaan ke dalam pipa tersebut. Cara ini membuat sambungan lebih presisi dan meminimalkan risiko merembes atau kebocoran. 4. Tempatkan Ujung Pembuangan di Tempat yang Tepat Letak pembuangan air AC rumah yang benar adalah memposisikan ujung saluran di bagian bawah dan mengarahkannya langsung ke got dan taman. Bukan dekat kusen pintu kayu atau jendela kayu karena akan memicu pelapukan. Selain itu, jangan biarkan ujung pipa menggantung terlalu tinggi, karena air bisa tertiup angin dan membasahi dinding hingga menimbulkan jamur. Dampak Buruk Pemasangan Saluran yang Salah Pemasangan yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah serius, di antaranya: Kebocoran air : air meluap dan menetes ke dalam ruangan Muncul jamur dan noda hitam : akibat dinding atau plafon yang lembap Wallpaper mengelupas : karena paparan air terus-menerus Bau apek : disebabkan air yang menggenang dan tidak mengalir lancar Gangguan kesehatan : Bau apek menurunkan kualitas udara dan mengganggu pernapasan Risiko korsleting listrik : jika air mengenai instalasi listrik Cara Mengatasi Air AC Tidak Keluar Salah satu masalah paling umum terkait pembuangan air AC adalah air tidak keluar dari selang sehingga terjadi kebocoran pada unit indoor. Untuk mengatasinya, beberapa langkah berikut dapat dilakukan: Membersihkan selang dengan sikat bergagang panjang untuk membersihkan lumut dan lendir. Menguras dan membersihkan sambungan antara drain pan dan selang pembuangan. Memastikan tidak ada lipatan pada selang. Melakukan flushing dengan tekanan air atau vakum. Tidak Membuang tapi Menyimpan Air AC Selain membuangnya, Anda bisa menampung air AC di ember dan memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan rumah tangga sederhana, seperti: Menyiram tanaman Mengisi air setrika uap Membersihkan kaca Mencuci motor atau sepeda Membilas toilet atau kamar mandi  Mengisi akuarium Anda mungkin bertanya-tanya apakah air AC berbahaya? Air AC berasal dari proses kondensasi sehingga tidak mengandung mineral atau kaporit dan relatif bersih. Air AC juga memiliki karakter yang sama dengan air aquades dengan pH-nya sekitar 6,63 sehingga aman untuk digunakan sehari-hari. Namun demikian, air AC memang masih memiliki potensi bahaya karena bisa tercampur debu, bakteri, atau kotoran dari unit AC. Karenanya, tidak disarankan untuk dikonsumsi manusia. Kenyamanan Jangka Panjang Dimulai dari Pemilihan Unit yang Tepat AC dengan sistem pembuangan air yang baik sejak awal dapat membantu mencegah berbagai masalah seperti kebocoran, bau tidak sedap, hingga kerusakan pada area sekitar. Produk AC dari DAIKIN dirancang dengan sistem drainase yang presisi dan efisiensi tinggi, sehingga aliran air kondensasi lancar dan minim risiko. Tidak hanya itu, DAIKIN juga menyediakan layanan profesional yang mempermudah proses pemasangan, baik secara langsung maupun jarak jauh. Dengan pilihan unit inverter maupun non-inverter, AC DAIKIN bisa menyesuaikan kebutuhan tanpa mengorbankan kenyamanan. Pilih AC DAIKIN! Kenyamanan bukan hanya soal udara yang dingin, tetapi juga sistem pembuangan air AC yang bekerja tanpa masalah, hari demi hari.
oleh Daikin Indonesia 10 Juni 2026
Sebelum menurunkan suhu AC yang justru bisa meningkatkan konsumsi listrik, ada cara yang lebih efisien untuk membuat sudut ruangan lebih sejuk, yaitu dengan memaksimalkan fitur air swing AC yang sering dianggap sepele namun sangat berpengaruh. AC sendiri dapat menyumbang sekitar 50%–70% dari total tagihan listrik rumah tangga, sehingga pengaturan yang tepat sangat penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus efisiensi energi. Artikel ini akan membahas apa itu air swing AC, fungsi, cara perawatan, hingga solusi jika terjadi kendala. Apa Itu Air Swing AC? Arti air swing pada AC adalah fitur yang membuat louver atau bilah pada unit indoor bergerak otomatis ke kiri, kanan, atas, dan bawah. Fungsi utama air swing pada AC adalah mengatur arah hembusan udara dingin dan meratakan aliran udara dan suhu dingin di dalam ruangan. Cara Kerjanya: Fitur bekerja dengan memanfaatkan motor kecil yang diletakkan di belakang atau di samping bilah AC. Mesin akan otomatis berputar dan membuat bilah bergerak ke atas–bawah atau kiri–kanan, sehingga arah hembusan udara terus berubah dan menyebar. Manfaat Mode Air Swing pada AC Ada dampak cukup besar terhadap kenyamanan dan efisiensi penggunaan, antara lain: 1. Udara Sejuk Lebih Merata ke Seluruh Ruangan Saat bilah bergerak, udara dingin tidak lagi terfokus pada satu titik saja, tetapi akan tersebar ke berbagai arah, sehingga suhu di dalam ruangan menjadi lebih merata. Anda pun tidak perlu menurunkan suhu AC secara berlebihan hanya untuk membuat seluruh sudut ruangan terasa dingin. 2. Penggunaan Listrik Lebih Efisien Penggunaannya akan menghemat konsumsi energi hingga 30% dibandingkan dengan penggunaan hembusan statis pada suhu yang sama. Hal ini terjadi karena distribusi udara dingin lebih merata, sehingga sensor suhu pada unit indoor lebih cepat mencapai target yang ditentukan. Alhasil, beban kerja kompresor menjadi lebih ringan dan durasi operasional AC menjadi lebih efisien. 3. Kualitas Udara dalam Ruangan Lebih Terjaga Sirkulasi udara yang terus bergerak membantu mencegah penumpukan debu dan partikel di satu area. Udara di dalam ruangan terasa lebih segar dan bersih, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk beraktivitas sehari-hari. 4. Fleksibilitas Pengaturan Arah Angin Fitur ini memberikan kendali yang lebih fleksibel dalam mengatur arah hembusan angin. Anda dapat memilih pergerakan vertikal, horizontal, atau mengunci louver pada posisi tertentu sesuai dengan kebutuhan, misalnya mengarah ke area duduk atau tempat tidur. Cara Menggunakannya Mengaktifkannya cukup mudah dan dapat Anda lakukan langsung dari remote, panel, atau smartphone: Cara Menyalakan: Tekan tombol “Swing” atau ikon panah melengkung dan bilah akan mulai bergerak. Cara agar Swing AC Tidak Bergerak: Tekan kembali tombol yang sama saat bilah masih bergerak. Gerakan bilah akan berhenti dan terkunci pada posisi terakhir yang sedang aktif. Kapan Fitur Ini Anda Gunakan? Tidak selalu harus aktif sepanjang waktu. Pada kondisi inilah yang paling direkomendasikan: Saat akan tidur: Membantu menghindari paparan udara dingin langsung ke badan dan meminimalisir risiko Bell's Palsy. Ruangan luas dan digunakan banyak orang: Meminimalkan sudut yang panas dan pengap. Saat AC baru menyala: Meratakan dan menstabilkan suhu lebih cepat. Mengapa Fitur Swing pada AC Tidak Berfungsi? Kondisi yang cukup sering terjadi adalah swing AC tidak mau terbuka saat unit pertama kali dinyalakan atau air swing berhasil menyala, namun gerakan louver tersendat dan tidak stabil. Penyebabnya bisa beragam: 1. Masalah pada Sistem Kontrol Remote tidak mengirim perintah swing, sensor atau PCB (modul kontrol) bermasalah, atau error pada sistem elektronik AC. Ciri-cirinya, louver tidak bergerak sama sekali dan tidak ada respons saat tombol Swing Anda tekan. 2. Motor Swing AC Rusak Motor swing AC adalah komponen kecil berupa stepper motor yang berfungsi menggerakkan bilah. Ketika motor melemah atau mengalami kerusakan, pergerakan bilah menjadi tidak normal atau bahkan berhenti sama sekali. Masalah ini umumnya terjadi karena faktor usia AC yang sudah tua dan jarang mendapatkan maintenance. Ciri-cirinya ada suara, tapi bilah tersendat atau tidak bergerak sama sekali. 3. Swing Macet Karena Area Bilah Kotor Kotoran menumpuk di bagian engsel atau celah sehingga fitur air swing tidak bekerja dengan lancar. Cirinya, tidak ada suara motor penggerak yang aneh, tetapi gerakan bilah tersendat atau tidak halus. Cara Memperbaiki Air Swing AC Pintu Mati Beberapa cara berikut bisa menjadi solusi yang dapat Anda coba, seperti: 1. Ganti Beterai Remote AC Pada masalah yang timbul karena sinyal dari remote tidak terkirim, Anda hanya perlu mengganti baterai pada remote dengan baterai yang baru. 2. Bersihkan Engsel atau Celah Bilah Matikan AC, tunggu sampai dingin, kemudian bersihkan bilah-bilah dengan lembut menggunakan lap kering atau kuas kecil. Pastikan tidak ada debu yang menghalangi jalur pergerakan bilah. Setelah bersih, nyalakan kembali dan cek apakah sudah bergerak. 3. Panggil Teknisi Air swing masih tidak bergerak? Kemungkinan AC memerlukan penggantian komponen. Hubungi layanan purna jual AC Anda untuk mendapatkan perbaikan atau penggantian. Cara Merawat Air Swing AC Perawatan air swing AC penting agar bilah tetap bergerak lancar dan tidak mudah macet. Ini yang perlu Anda lakukan: Bersihkan bilah secara rutin. Aktifkan fitur berkala agar mekanisme tetap bekerja dan tidak kaku. Hindari menarik bilah secara manual  Servis berkala. Solusi Pendingin dengan Teknologi Air Swing yang Optimal Semua AC memiliki teknologi air swing tapi tidak semuanya bisa bekerja dengan optimal dalam menyebarkan suhu dingin. Pilihlah AC DAIKIN ! Didukung teknologi 3D Airflow yang menawarkan kombinasi ayunan vertikal dan horizontal serta desain bilah yang lebih lebar, AC DAIKIN mampu mendistribusikan udara sejuk secara merata lebih cepat. Hubungi kami sekarang untuk rekomendasi AC DAIKIN dan rasakan kenyamanan maksimal dari teknologi air swing AC yang lebih merata.
oleh Daikin Indonesia 8 Juni 2026
Ketika bicara soal ruangan ideal, kebanyakan orang hanya fokus pada suhu saja. Padahal, kelembapan juga tidak kalah penting untuk menambah kenyamanan dan menjaga kesehatan Anda. Karena itulah Anda perlu tahu berapa besaran kelembapan ruangan normal yang paling ideal dan cara untuk menjaganya. Pelajari berapa tingkat kelembapan udara normal di Indonesia saat Anda berada dalam ruangan dan tips menjaganya agar senantiasa sehat dalam pembahasan berikut. Apa Itu Kelembapan? Jika melihat definisinya, kelembapan udara adalah hawa yang mengandung air. Hanya saja, hawanya tidak terasa nyaman jika terlalu tinggi. Malah sebaliknya, udara malah seperti menekan kulit. Bahkan terkadang, Anda merasa lebih sulit untuk bergerak dan bernapas karena kelembapan tinggi. Hal ini terjadi karena jumlah uap air di udara yang tinggi dan jenuh. Anda akan merasa mudah kepanasan karena kelembapan di ruangan bisa menghambat penguapan keringat. Konsentrasi partikel polusi udara juga akan terasa lebih pekat karena tidak bisa menyebar ke atmosfer dengan mudah. Pada beberapa kasus, kondisi udara yang seperti ini tidak hanya membuat Anda tidak nyaman, tetapi juga bisa membawa penyakit. Kasus yang paling umum adalah dehidrasi dan alergi. Namun, dalam kasus ekstrem Anda juga bisa terkena heat exhaustion, heat stroke, asma, tekanan darah tinggi, dan lain-lain. Tingkat kelembapan tinggi di dalam ruangan juga bisa memicu munculnya berbagai jenis jamur dan bakteri berbahaya. Selain ancaman kesehatan di atas, ada banyak masalah lain yang dipicu olehnya. Hal yang sama juga berlaku jika kelembapan terlalu rendah. Sebab jumlah uap air di udara sangat rendah. Hasilnya, mata Anda akan terasa kering. Begitu pula dengan kondisi kulit yang kering dan pecah-pecah. Tingkat Kelembapan Ruangan Ideal dan Normal Sebagai orang yang tinggal di negara tropis, Anda pasti menyadari bahwa tingkat kelembapan di Indonesia itu relatif tinggi. Misalnya di Jakarta, rata-rata tingkat kelembapannya di sepanjang tahun adalah 80%. Penting untuk Anda catat bahwa kelembapan udara 80 artinya sangat tinggi. Sadar tidak sadar, hal ini membuat tingkat kelembapan ruangan pun ikut tinggi. Padahal seharusnya, tingkat kelembapan udara normal adalah 40% and 60% RH. Usahakan untuk selalu menjaga kelembapan di angka ini, terlebih saat Anda sedang berada di dalam ruangan. Bagaimana Cara Tahu Tingkat Kelembapan di Ruangan? Secara garis besar, rumus kelembapan udara itu cukup mudah untuk Anda ingat, yaitu: Kelembapan relatif = (kelembapan spesifik) / (titik jenuh) x 100 Namun sekarang, cara untuk mengetahuinya lebih mudah karena sudah ada alat bantu bernama hygrometer digital. Jadi, Anda tinggal menekannya untuk mengukur suhu dan kelembapan. Cara Menjaga Kelembapan agar Tetap Ideal Berdasarkan penjelasan di atas, Anda mempelajari bahwa kelembapan udara tinggi artinya konsentrasi uap air di udara tinggi dan jenuh. Sedangkan saat rendah, artinya konsentrasi uap air pun ikut rendah. Kedua kondisi ini tidak baik untuk kenyamanan dan kesehatan, sehingga Anda perlu tahu cara menjaganya agar tetap ideal. Ada beberapa cara yang bisa Anda ikuti untuk menjaganya, yaitu: 1. Perbaiki Ventilasi Sebagai langkah pertama, Anda bisa memperbaiki sistem ventilasi di rumah. Usahakan untuk memiliki jendela di setiap ruangan agar angin bisa masuk dan keluar dengan mudah. Anda bisa membukanya setiap pagi dan/atau sore hari agar ada udara segar yang masuk ke dalam. Tambahkan juga sistem ventilasi di atas pintu, di atas jendela, dan di tempat-tempat lain yang sejenis. Jangan sampai ruangan terasa humid atau kering. 2. Gunakan Dehumidifier Bag Apabila Anda merasa ruangan terlalu lembap, coba taruh dehumidifier bag di beberapa lokasi. Contohnya seperti di kamar tidur, lemari, dan tempat-tempat lain yang terasa humid. Pasalnya, benda ini bisa menyerap uap air yang berlebihan ke dalam kantong dan menguncinya di sana. 3. Simpan Tanaman Hias di Dalam Ruangan Meskipun rata-rata kelembapan di Indonesia tinggi, terkadang udara juga terasa kering. Pada kondisi seperti ini, Anda akan membutuhkan alat humidifier untuk meningkatkan kelembapan. Salah satu pilihannya adalah tanaman hias, yang bisa Anda simpan di beberapa tempat. Selain bisa menambah kelembapan, eksistensi tanaman hias juga terlihat bagus secara visual karena Anda bisa menggunakannya sebagai dekorasi. Beberapa contohnya adalah lidah buaya, lidah mertua, spider plant, dan lain-lain. 4. Gunakan AC yang Memiliki Fitur Humidifier dan Dehumidifier Terakhir, Anda juga bisa menjaga kelembapan ruangan agar tetap ideal dengan menggunakan AC. Terlebih, AC yang memiliki fitur humidifier atau Smart Humid seperti pada produk AC DAIKIN Nusantara Prestige ALPHA Inverter. Menariknya, beberapa produknya juga sudah dilengkapi dengan Built-in Wi-Fi Smart Control. Jadi, bisa dikontrol melalui smartphone menggunakan aplikasi Go DAIKIN. Hasilnya, Anda bisa menaikkan atau menurunkan tingkat kelembapan ruangan kapan saja tanpa harus ribet mengaturnya melalui remote. AC DAIKIN juga lebih baik untuk kesehatan karena punya filter yang bisa menyaring dan menguraikan partikel berbahaya dengan teknologi STREAMER. Pastinya juga memiliki fitur Operasi Anti Jamur, sehingga bisa menghambat pertumbuhan jamur di dalam ruangan. Sangat ideal untuk Anda yang ingin merasa lebih nyaman dan sehat selama berada di rumah. Melalui Room Air AC DAIKIN , Anda bisa menjaga kelembapan ruangan normal yang paling ideal dengan lebih mudah. Kualitas udara pun di dalam ruangan pasti jadi lebih baik dan lebih sehat. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera hubungi kami atau langsung pesan sekarang juga!
Show More