Informasi

Kerja Bareng Disnakertrans Jawa Timur, Tingkatkan Kompetensi Instruktur
oleh Daikin Indonesia 20 Juli 2026
Kerja Bareng Disnakertrans Jawa Timur, Tingkatkan Kompetensi Instruktur
DAIKIN) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional
oleh Daikin Indonesia 8 Juli 2026
DAIKIN) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional dengan menjadi salah satu mitra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
DAIKIN menggelar Proshop Award FY2
bentuk apresiasi kepada owner dealer, staf, dan teknisi Proshop
oleh Daikin Indonesia 7 Juli 2026
DAIKIN menggelar Proshop Award FY2 bentuk apresiasi kepada owner dealer, staf, dan teknisi Proshop DAIKIN memberikan 15 penghargaan kepada owner dealer, staf, dan teknisi Proshop sebagai bentuk apresiasi Perusahaan atas kontribusi dan pencapaian terbaik.
keberhasilan AC Nusantara Prestige mendapatkan nilai TKDN tertinggi
oleh Daikin Indonesia 1 Juli 2026
keberhasilan AC Nusantara Prestige mendapatkan nilai TKDN tertinggi denganmemperhatikan kebutuhan masyarakat Indonesia
oleh Daikin Indonesia 15 Juni 2026
Banyak orang mencoba berbagai cara untuk menekan tagihan listrik saat menggunakan AC, tanpa benar-benar memahami cara kerja sistem AC itu sendiri. Salah satu kebiasaan paling lumrah adalah mematikan AC setiap kali meninggalkan ruangan sebentar. Sekilas terdengar logis, tetapi dalam praktiknya hal ini justru bisa membuat konsumsi listrik lebih besar. Nah, supaya tidak terjebak dalam kebiasaan yang keliru, mari pahami terlebih dahulu bagaimana AC bekerja secara menyeluruh di sini! Cara Kerja Sistem AC Secara Menyeluruh Sistem pendinginan udara bekerja dengan cara memanfaatkan bahan kimia bernama freon. Fungsi komponen ini adalah untuk mengubah udara panas menjadi dingin. Untuk lebih jelasnya berikut cara kerja AC indoor dan outdoor: Tahap 1: Sistem Memompa dan Menyiapkan Freon Proses dimulai dari unit outdoor. Di sini kompresor bekerja memompa dan menekan gas freon sehingga suhunya menjadi sangat tinggi. Setelahnya, gas PNA akan dikirim ke kondensor yang masih ada di bagian outdoor. Di kondensor gas akan didinginkan oleh kipas unit outdoor, lalu berubah menjadi cair. Tahap 2: Kompresor Mengirim Freon ke Unit Indoor Freon yang sudah mengalami kondensasi akan mengalir melalui pipa menuju unit AC indoor. Di sini, freon akan mengisi pipa-pipa evaporator dan mulai menguap kembali, membuat pipa-pipa evaporator memiliki suhu yang sangat dingin. Tahap 3: Menyedot dan Menyerap Panas Cara kerja sistem pendingin AC selanjutnya adalah proses pengubahan udara panas menjadi dingin. Kipas di unit indoor menyedot udara panas lalu mengalirkannya melewati pipa-pipa evaporator. Saat udara panas bersinggungan dengan pipa, panas dari udara akan terserap oleh freon dan berubah menjadi dingin. Tahap 4: AC Mengeluarkan Udara Dingin Udara yang panasnya sudah diserap kini berubah menjadi sejuk dan dihembuskan kembali ke ruangan. Sementara itu, freon yang sudah “kenyang” akan kembali menjadi gas dan mengalir kembali ke unit outdoor. Tahap 5: Membuang Sisa Panas Setibanya di unit outdoor, freon berbentuk gas akan masuk kembali ke kompresor. Di sinilah freon ditekan lagi hingga suhunya meningkat, lalu masuk ke kondensor dan kembali diinginkan di kipas outdoor. Inilah cara kerja sistem AC ruangan. Prosesnya akan terus berlangsung secara berulang selama AC dalam kondisi menyala. Komponen Paling Kerja Keras: Kompresor AC Jika melihat seluruh siklus kerja AC di atas, kompresor adalah komponen yang paling bekerja keras. Perannya sangat krusial karena bertugas mengalirkan sekaligus memampatkan freon agar bisa terus bersiklus di dalam sistem. Tanpa kompresor, proses perpindahan panas tidak akan terjadi, sehingga AC tidak mampu mendinginkan ruangan. Karena beban kerjanya yang tinggi, kompresor menjadi penyumbang terbesar konsumsi listrik, bahkan bisa mencapai sekitar 80–90% dari total energi yang digunakan AC. Oleh karena itu, jika Anda ingin lebih hemat listrik, kuncinya bukan sekadar mematikan AC, melainkan memastikan komponen AC ini tidak bekerja terlalu berat. Cara Mengurangi Beban Kompresor: Trik Jitu untuk Hemat yang Sesungguhnya Jika ingin benar-benar menghemat listrik saat menggunakan AC, fokus utamanya adalah mengurangi beban kerja kompresor AC. Semakin ringan kerjanya, semakin kecil energi yang dibutuhkan. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda terapkan: 1. Gunakan Mode Auto Efisiensi kerja kompresor sangat dipengaruhi oleh performa kipas dalam membantu proses pendinginan refrigeran di awal. Karena itu, mode auto menjadi opsi paling optimal. Fitur ini mampu menyesuaikan kecepatan kipas secara otomatis berdasarkan kondisi suhu ruangan. Saat AC pertama kali dinyalakan, kipas akan beroperasi pada kecepatan tinggi untuk mempercepat penurunan suhu. Setelah suhu mulai tercapai dan stabil, kecepatan kipas akan menurun secara bertahap, sehingga konsumsi listrik pun ikut lebih hemat. 2. Berhenti Menyalakan dan Mematikan AC Berulang Kali Meski niat Anda mungkin adalah berhemat, kebiasaan ini justru akan membuat kompresor AC harus bekerja ekstra kuat berulang kali untuk menyiapkan freon. Alhasil bukan hemat, energi yang keluar justru meningkat karena proses “start ulang” ini membutuhkan daya yang cukup besar, Sebaliknya, ketika AC Anda biarkan menyala dalam kondisi stabil, kompresor bekerja lebih ringan dan konsisten, sehingga penggunaan listrik menjadi lebih efisien. 3. Gunakan Mode Swing di Awal Mengaktifkan mode swing di awal penggunaan membantu udara dingin tersebar lebih cepat dan merata ke seluruh ruangan. Dengan distribusi udara yang baik, suhu ruangan bisa turun lebih cepat tanpa ada bagian yang masih terasa panas. Kondisi ini membuat kompresor AC tidak perlu bekerja terlalu keras. Jika udara dingin tidak merata, sensor AC bisa “mengira” ruangan masih panas dan memaksa kompresor terus bekerja lebih lama. 4. Pastikan Filter dan Kipas di Unit Indoor dan Outdoor Bersih Cara kerja AC split adalah satu kesatuan yang saling terhubung. Oleh karena itu, kondisi unit indoor dan unit outdoor sama-sama menentukan nasib tagihan listrik Anda. Dalam konteks mengurangi kinerja kompresor, hal utama yang wajib Anda perhatikan adalah kebersihan filter di indoor dan kipas di outdoor. Pasalnya, debu yang menumpuk pada kedua komponen ini akan membuat udara panas sulit masuk dan keluar dari unit AC. Alhasil ruangan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk sejuk dan kompresor harus bekerja keras dengan lebih lama. Apakah AC Hanya Berfungsi Untuk Mendinginkan Udara? Mendinginkan adalah tugas utamanya, tetapi beberapa AC seperti AC Daikin memiliki fungsi lainnya yang juga sangat bermanfaat, seperti: 1. Meningkatkan Kualitas Udara Pendingin seperti AC Daikin memiliki inovasi filter yang bisa membersihkan udara dari virus, bakteri, dan bau. Ruangan tidak hanya dingin, tetapi udara di dalamnya juga menjadi bersih. 2. Mengurangi Kelembapan Udara Terdapat mode dry pada AC yang berperan sebagai dehumidifier sehingga ruangan tidak terasa lembap dan terlindungi dari risiko jamur. 3. Mengurangi Bau Tidak Sedap Dengan teknologi penyaringan modern seperti Deodorizing Enzyme Blue Filter, berbagai aroma tidak sedap di dalam ruangan dapat Anda netralkan sehingga udara terasa lebih segar dan bersih. Agar Lebih Hemat, Kapan Harus Matikan AC? Jika Anda akan meninggalkan ruangan dalam waktu lama, misalnya pergi bekerja atau berbelanja lebih dari 2 jam, mematikan AC adalah langkah yang bijak. Namun, jika Anda hanya keluar sementara dengan durasi kurang dari 90 menit, perhitungannya akan lebih hemat jika AC tetap menyala. Berdasarkan data, jeda sekitar 30 menit bisa meningkatkan konsumsi energi hingga sekitar 5%. Sementara itu, jeda 60 menit masih berpotensi menyebabkan pemborosan energi sekitar 2%. Dengan kata lain, semakin singkat Anda meninggalkan ruangan, semakin tidak efisien jika Anda sering mematikan dan menyalakan kembali AC. Pilihan AC Andal untuk Performa Stabil dan Lebih Tahan Lama: AC DAIKIN Memahami cara kerja sistem AC saja belum cukup jika tidak Anda imbangi dengan pemilihan unit yang tepat. Sebab kualitas komponen dan teknologi yang digunakan sangat berpengaruh terhadap seberapa efisien AC bekerja dan memberikan keuntungan. Sebagai salah satu merek yang sudah dikenal luas, DAIKIN menghadirkan beragam pilihan AC yang luar biasa mulai dari tipe inverter hingga non-inverter. Semua dirancang dengan cara kerja sistem AC yang mampu memberikan performa optimal dan efisien. Tunggu apalagi? Pilih AC DAIKIN dan temukan solusi terbaik untuk hunian Anda! AC DAIKIN: sejuknya terasa, hematnya nyata!
oleh Daikin Indonesia 12 Juni 2026
Dalam proses pendinginan ruangan, AC tidak hanya menghasilkan udara sejuk, tetapi juga memproduksi air kondensasi sebagai hasil sampingannya. Air ini perlu dialirkan keluar melalui sistem pembuangan air AC agar tidak menumpuk di dalam unit. Sayangnya, aspek ini sering kali luput dari perhatian. Padahal, kesalahan dalam instalasi maupun pengelolaan pembuangan air AC dapat memicu berbagai masalah, mulai dari kebocoran hingga kerusakan pada perangkat dan area sekitarnya. Supaya hal tersebut tidak terjadi, penting untuk memahami bagaimana sistem pembuangan air AC bekerja serta cara membuat salurannya dengan benar. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini! Mengapa AC Mengeluarkan Air? Mengenal Proses Kondensasi Saat AC menyala, udara hangat dari dalam ruangan akan tersedot masuk lalu melewati bagian yang sangat dingin, yaitu evaporator. Perubahan suhu yang drastis dari panas ke dingin kemudian akan membuat udara tidak lagi mampu menahan kelembapan (uap air) seperti sebelumnya. Akibatnya, uap air yang awalnya tidak terlihat akan berubah menjadi bulir-bulir air yang semakin lama akan semakin banyak dan menetes ke bak penampung air AC. Dengan kata lain, air yang keluar dari AC merupakan hasil kondensasi atau perubahan wujud gas ke air karena perubahan suhu yang terjadi di dalam AC. Bagaimana Sistem Pembuangan Air AC Bekerja? Sistem pembuangan air AC bekerja secara sederhana dalam tiga tahap: Penampungan: Air hasil kondensasi ditampung terlebih dahulu di bak penampung (drain pan) yang berada di bawah evaporator. Pengaliran: Dari bak tersebut, air mengalir keluar melalui selang pembuangan (drain hose) dengan bantuan gravitasi. Karena itu, posisi selang pembuangan air AC harus miring ke bawah agar aliran tetap lancar. Pembuangan: Air kemudian dibuang ke luar ruangan, seperti ke saluran air atau area terbuka. Selama ketiga proses ini berjalan dengan baik, air akan keluar otomatis tanpa menyebabkan kebocoran. Instalasi Pembuangan Air AC yang Benar Meski biasanya dikerjakan oleh teknisi, memahami dasar instalasi penting agar Anda bisa memastikan pemasangannya benar dan minim kesalahan. Berikut hal yang perlu diperhatikan: 1. Posisi Selang Harus Menurun Jika Anda tidak menggunakan drain pump yang bisa memompa serta mengangkat air kondensasi ke tempat yang lebih tinggi dan hanya mengandalkan gravitasi, selang harus dipasang miring ke bawah. Minimal 1:100 atau sekitar 1%. Artinya, setiap panjang 1 meter pipa harus turun sekitar 1 cm agar air bisa mengalir keluar. 2. Hindari Jalur dengan Tekukan dan Belokan Tajam Selang yang terlipat atau terlalu banyak belokan bisa menghambat aliran air dan memicu penyumbatan. 3. Gunakan Ukuran Selang yang Sesuai Pipa pembuangan air AC berapa inci? Umumnya, diameter selang bawaan dari unit indoor adalah ½ inci. Agar sambungan lebih rapat, Anda bisa menggunakan pipa tambahan berukuran ¾ inci, lalu memasukkan selang bawaan ke dalam pipa tersebut. Cara ini membuat sambungan lebih presisi dan meminimalkan risiko merembes atau kebocoran. 4. Tempatkan Ujung Pembuangan di Tempat yang Tepat Letak pembuangan air AC rumah yang benar adalah memposisikan ujung saluran di bagian bawah dan mengarahkannya langsung ke got dan taman. Bukan dekat kusen pintu kayu atau jendela kayu karena akan memicu pelapukan. Selain itu, jangan biarkan ujung pipa menggantung terlalu tinggi, karena air bisa tertiup angin dan membasahi dinding hingga menimbulkan jamur. Dampak Buruk Pemasangan Saluran yang Salah Pemasangan yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai masalah serius, di antaranya: Kebocoran air : air meluap dan menetes ke dalam ruangan Muncul jamur dan noda hitam : akibat dinding atau plafon yang lembap Wallpaper mengelupas : karena paparan air terus-menerus Bau apek : disebabkan air yang menggenang dan tidak mengalir lancar Gangguan kesehatan : Bau apek menurunkan kualitas udara dan mengganggu pernapasan Risiko korsleting listrik : jika air mengenai instalasi listrik Cara Mengatasi Air AC Tidak Keluar Salah satu masalah paling umum terkait pembuangan air AC adalah air tidak keluar dari selang sehingga terjadi kebocoran pada unit indoor. Untuk mengatasinya, beberapa langkah berikut dapat dilakukan: Membersihkan selang dengan sikat bergagang panjang untuk membersihkan lumut dan lendir. Menguras dan membersihkan sambungan antara drain pan dan selang pembuangan. Memastikan tidak ada lipatan pada selang. Melakukan flushing dengan tekanan air atau vakum. Tidak Membuang tapi Menyimpan Air AC Selain membuangnya, Anda bisa menampung air AC di ember dan memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan rumah tangga sederhana, seperti: Menyiram tanaman Mengisi air setrika uap Membersihkan kaca Mencuci motor atau sepeda Membilas toilet atau kamar mandi  Mengisi akuarium Anda mungkin bertanya-tanya apakah air AC berbahaya? Air AC berasal dari proses kondensasi sehingga tidak mengandung mineral atau kaporit dan relatif bersih. Air AC juga memiliki karakter yang sama dengan air aquades dengan pH-nya sekitar 6,63 sehingga aman untuk digunakan sehari-hari. Namun demikian, air AC memang masih memiliki potensi bahaya karena bisa tercampur debu, bakteri, atau kotoran dari unit AC. Karenanya, tidak disarankan untuk dikonsumsi manusia. Kenyamanan Jangka Panjang Dimulai dari Pemilihan Unit yang Tepat AC dengan sistem pembuangan air yang baik sejak awal dapat membantu mencegah berbagai masalah seperti kebocoran, bau tidak sedap, hingga kerusakan pada area sekitar. Produk AC dari DAIKIN dirancang dengan sistem drainase yang presisi dan efisiensi tinggi, sehingga aliran air kondensasi lancar dan minim risiko. Tidak hanya itu, DAIKIN juga menyediakan layanan profesional yang mempermudah proses pemasangan, baik secara langsung maupun jarak jauh. Dengan pilihan unit inverter maupun non-inverter, AC DAIKIN bisa menyesuaikan kebutuhan tanpa mengorbankan kenyamanan. Pilih AC DAIKIN! Kenyamanan bukan hanya soal udara yang dingin, tetapi juga sistem pembuangan air AC yang bekerja tanpa masalah, hari demi hari.
oleh Daikin Indonesia 10 Juni 2026
Sebelum menurunkan suhu AC yang justru bisa meningkatkan konsumsi listrik, ada cara yang lebih efisien untuk membuat sudut ruangan lebih sejuk, yaitu dengan memaksimalkan fitur air swing AC yang sering dianggap sepele namun sangat berpengaruh. AC sendiri dapat menyumbang sekitar 50%–70% dari total tagihan listrik rumah tangga, sehingga pengaturan yang tepat sangat penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus efisiensi energi. Artikel ini akan membahas apa itu air swing AC, fungsi, cara perawatan, hingga solusi jika terjadi kendala. Apa Itu Air Swing AC? Arti air swing pada AC adalah fitur yang membuat louver atau bilah pada unit indoor bergerak otomatis ke kiri, kanan, atas, dan bawah. Fungsi utama air swing pada AC adalah mengatur arah hembusan udara dingin dan meratakan aliran udara dan suhu dingin di dalam ruangan. Cara Kerjanya: Fitur bekerja dengan memanfaatkan motor kecil yang diletakkan di belakang atau di samping bilah AC. Mesin akan otomatis berputar dan membuat bilah bergerak ke atas–bawah atau kiri–kanan, sehingga arah hembusan udara terus berubah dan menyebar. Manfaat Mode Air Swing pada AC Ada dampak cukup besar terhadap kenyamanan dan efisiensi penggunaan, antara lain: 1. Udara Sejuk Lebih Merata ke Seluruh Ruangan Saat bilah bergerak, udara dingin tidak lagi terfokus pada satu titik saja, tetapi akan tersebar ke berbagai arah, sehingga suhu di dalam ruangan menjadi lebih merata. Anda pun tidak perlu menurunkan suhu AC secara berlebihan hanya untuk membuat seluruh sudut ruangan terasa dingin. 2. Penggunaan Listrik Lebih Efisien Penggunaannya akan menghemat konsumsi energi hingga 30% dibandingkan dengan penggunaan hembusan statis pada suhu yang sama. Hal ini terjadi karena distribusi udara dingin lebih merata, sehingga sensor suhu pada unit indoor lebih cepat mencapai target yang ditentukan. Alhasil, beban kerja kompresor menjadi lebih ringan dan durasi operasional AC menjadi lebih efisien. 3. Kualitas Udara dalam Ruangan Lebih Terjaga Sirkulasi udara yang terus bergerak membantu mencegah penumpukan debu dan partikel di satu area. Udara di dalam ruangan terasa lebih segar dan bersih, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk beraktivitas sehari-hari. 4. Fleksibilitas Pengaturan Arah Angin Fitur ini memberikan kendali yang lebih fleksibel dalam mengatur arah hembusan angin. Anda dapat memilih pergerakan vertikal, horizontal, atau mengunci louver pada posisi tertentu sesuai dengan kebutuhan, misalnya mengarah ke area duduk atau tempat tidur. Cara Menggunakannya Mengaktifkannya cukup mudah dan dapat Anda lakukan langsung dari remote, panel, atau smartphone: Cara Menyalakan: Tekan tombol “Swing” atau ikon panah melengkung dan bilah akan mulai bergerak. Cara agar Swing AC Tidak Bergerak: Tekan kembali tombol yang sama saat bilah masih bergerak. Gerakan bilah akan berhenti dan terkunci pada posisi terakhir yang sedang aktif. Kapan Fitur Ini Anda Gunakan? Tidak selalu harus aktif sepanjang waktu. Pada kondisi inilah yang paling direkomendasikan: Saat akan tidur: Membantu menghindari paparan udara dingin langsung ke badan dan meminimalisir risiko Bell's Palsy. Ruangan luas dan digunakan banyak orang: Meminimalkan sudut yang panas dan pengap. Saat AC baru menyala: Meratakan dan menstabilkan suhu lebih cepat. Mengapa Fitur Swing pada AC Tidak Berfungsi? Kondisi yang cukup sering terjadi adalah swing AC tidak mau terbuka saat unit pertama kali dinyalakan atau air swing berhasil menyala, namun gerakan louver tersendat dan tidak stabil. Penyebabnya bisa beragam: 1. Masalah pada Sistem Kontrol Remote tidak mengirim perintah swing, sensor atau PCB (modul kontrol) bermasalah, atau error pada sistem elektronik AC. Ciri-cirinya, louver tidak bergerak sama sekali dan tidak ada respons saat tombol Swing Anda tekan. 2. Motor Swing AC Rusak Motor swing AC adalah komponen kecil berupa stepper motor yang berfungsi menggerakkan bilah. Ketika motor melemah atau mengalami kerusakan, pergerakan bilah menjadi tidak normal atau bahkan berhenti sama sekali. Masalah ini umumnya terjadi karena faktor usia AC yang sudah tua dan jarang mendapatkan maintenance. Ciri-cirinya ada suara, tapi bilah tersendat atau tidak bergerak sama sekali. 3. Swing Macet Karena Area Bilah Kotor Kotoran menumpuk di bagian engsel atau celah sehingga fitur air swing tidak bekerja dengan lancar. Cirinya, tidak ada suara motor penggerak yang aneh, tetapi gerakan bilah tersendat atau tidak halus. Cara Memperbaiki Air Swing AC Pintu Mati Beberapa cara berikut bisa menjadi solusi yang dapat Anda coba, seperti: 1. Ganti Beterai Remote AC Pada masalah yang timbul karena sinyal dari remote tidak terkirim, Anda hanya perlu mengganti baterai pada remote dengan baterai yang baru. 2. Bersihkan Engsel atau Celah Bilah Matikan AC, tunggu sampai dingin, kemudian bersihkan bilah-bilah dengan lembut menggunakan lap kering atau kuas kecil. Pastikan tidak ada debu yang menghalangi jalur pergerakan bilah. Setelah bersih, nyalakan kembali dan cek apakah sudah bergerak. 3. Panggil Teknisi Air swing masih tidak bergerak? Kemungkinan AC memerlukan penggantian komponen. Hubungi layanan purna jual AC Anda untuk mendapatkan perbaikan atau penggantian. Cara Merawat Air Swing AC Perawatan air swing AC penting agar bilah tetap bergerak lancar dan tidak mudah macet. Ini yang perlu Anda lakukan: Bersihkan bilah secara rutin. Aktifkan fitur berkala agar mekanisme tetap bekerja dan tidak kaku. Hindari menarik bilah secara manual  Servis berkala. Solusi Pendingin dengan Teknologi Air Swing yang Optimal Semua AC memiliki teknologi air swing tapi tidak semuanya bisa bekerja dengan optimal dalam menyebarkan suhu dingin. Pilihlah AC DAIKIN ! Didukung teknologi 3D Airflow yang menawarkan kombinasi ayunan vertikal dan horizontal serta desain bilah yang lebih lebar, AC DAIKIN mampu mendistribusikan udara sejuk secara merata lebih cepat. Hubungi kami sekarang untuk rekomendasi AC DAIKIN dan rasakan kenyamanan maksimal dari teknologi air swing AC yang lebih merata.
oleh Daikin Indonesia 8 Juni 2026
Ketika bicara soal ruangan ideal, kebanyakan orang hanya fokus pada suhu saja. Padahal, kelembapan juga tidak kalah penting untuk menambah kenyamanan dan menjaga kesehatan Anda. Karena itulah Anda perlu tahu berapa besaran kelembapan ruangan normal yang paling ideal dan cara untuk menjaganya. Pelajari berapa tingkat kelembapan udara normal di Indonesia saat Anda berada dalam ruangan dan tips menjaganya agar senantiasa sehat dalam pembahasan berikut. Apa Itu Kelembapan? Jika melihat definisinya, kelembapan udara adalah hawa yang mengandung air. Hanya saja, hawanya tidak terasa nyaman jika terlalu tinggi. Malah sebaliknya, udara malah seperti menekan kulit. Bahkan terkadang, Anda merasa lebih sulit untuk bergerak dan bernapas karena kelembapan tinggi. Hal ini terjadi karena jumlah uap air di udara yang tinggi dan jenuh. Anda akan merasa mudah kepanasan karena kelembapan di ruangan bisa menghambat penguapan keringat. Konsentrasi partikel polusi udara juga akan terasa lebih pekat karena tidak bisa menyebar ke atmosfer dengan mudah. Pada beberapa kasus, kondisi udara yang seperti ini tidak hanya membuat Anda tidak nyaman, tetapi juga bisa membawa penyakit. Kasus yang paling umum adalah dehidrasi dan alergi. Namun, dalam kasus ekstrem Anda juga bisa terkena heat exhaustion, heat stroke, asma, tekanan darah tinggi, dan lain-lain. Tingkat kelembapan tinggi di dalam ruangan juga bisa memicu munculnya berbagai jenis jamur dan bakteri berbahaya. Selain ancaman kesehatan di atas, ada banyak masalah lain yang dipicu olehnya. Hal yang sama juga berlaku jika kelembapan terlalu rendah. Sebab jumlah uap air di udara sangat rendah. Hasilnya, mata Anda akan terasa kering. Begitu pula dengan kondisi kulit yang kering dan pecah-pecah. Tingkat Kelembapan Ruangan Ideal dan Normal Sebagai orang yang tinggal di negara tropis, Anda pasti menyadari bahwa tingkat kelembapan di Indonesia itu relatif tinggi. Misalnya di Jakarta, rata-rata tingkat kelembapannya di sepanjang tahun adalah 80%. Penting untuk Anda catat bahwa kelembapan udara 80 artinya sangat tinggi. Sadar tidak sadar, hal ini membuat tingkat kelembapan ruangan pun ikut tinggi. Padahal seharusnya, tingkat kelembapan udara normal adalah 40% and 60% RH. Usahakan untuk selalu menjaga kelembapan di angka ini, terlebih saat Anda sedang berada di dalam ruangan. Bagaimana Cara Tahu Tingkat Kelembapan di Ruangan? Secara garis besar, rumus kelembapan udara itu cukup mudah untuk Anda ingat, yaitu: Kelembapan relatif = (kelembapan spesifik) / (titik jenuh) x 100 Namun sekarang, cara untuk mengetahuinya lebih mudah karena sudah ada alat bantu bernama hygrometer digital. Jadi, Anda tinggal menekannya untuk mengukur suhu dan kelembapan. Cara Menjaga Kelembapan agar Tetap Ideal Berdasarkan penjelasan di atas, Anda mempelajari bahwa kelembapan udara tinggi artinya konsentrasi uap air di udara tinggi dan jenuh. Sedangkan saat rendah, artinya konsentrasi uap air pun ikut rendah. Kedua kondisi ini tidak baik untuk kenyamanan dan kesehatan, sehingga Anda perlu tahu cara menjaganya agar tetap ideal. Ada beberapa cara yang bisa Anda ikuti untuk menjaganya, yaitu: 1. Perbaiki Ventilasi Sebagai langkah pertama, Anda bisa memperbaiki sistem ventilasi di rumah. Usahakan untuk memiliki jendela di setiap ruangan agar angin bisa masuk dan keluar dengan mudah. Anda bisa membukanya setiap pagi dan/atau sore hari agar ada udara segar yang masuk ke dalam. Tambahkan juga sistem ventilasi di atas pintu, di atas jendela, dan di tempat-tempat lain yang sejenis. Jangan sampai ruangan terasa humid atau kering. 2. Gunakan Dehumidifier Bag Apabila Anda merasa ruangan terlalu lembap, coba taruh dehumidifier bag di beberapa lokasi. Contohnya seperti di kamar tidur, lemari, dan tempat-tempat lain yang terasa humid. Pasalnya, benda ini bisa menyerap uap air yang berlebihan ke dalam kantong dan menguncinya di sana. 3. Simpan Tanaman Hias di Dalam Ruangan Meskipun rata-rata kelembapan di Indonesia tinggi, terkadang udara juga terasa kering. Pada kondisi seperti ini, Anda akan membutuhkan alat humidifier untuk meningkatkan kelembapan. Salah satu pilihannya adalah tanaman hias, yang bisa Anda simpan di beberapa tempat. Selain bisa menambah kelembapan, eksistensi tanaman hias juga terlihat bagus secara visual karena Anda bisa menggunakannya sebagai dekorasi. Beberapa contohnya adalah lidah buaya, lidah mertua, spider plant, dan lain-lain. 4. Gunakan AC yang Memiliki Fitur Humidifier dan Dehumidifier Terakhir, Anda juga bisa menjaga kelembapan ruangan agar tetap ideal dengan menggunakan AC. Terlebih, AC yang memiliki fitur humidifier atau Smart Humid seperti pada produk AC DAIKIN Nusantara Prestige ALPHA Inverter. Menariknya, beberapa produknya juga sudah dilengkapi dengan Built-in Wi-Fi Smart Control. Jadi, bisa dikontrol melalui smartphone menggunakan aplikasi Go DAIKIN. Hasilnya, Anda bisa menaikkan atau menurunkan tingkat kelembapan ruangan kapan saja tanpa harus ribet mengaturnya melalui remote. AC DAIKIN juga lebih baik untuk kesehatan karena punya filter yang bisa menyaring dan menguraikan partikel berbahaya dengan teknologi STREAMER. Pastinya juga memiliki fitur Operasi Anti Jamur, sehingga bisa menghambat pertumbuhan jamur di dalam ruangan. Sangat ideal untuk Anda yang ingin merasa lebih nyaman dan sehat selama berada di rumah. Melalui Room Air AC DAIKIN , Anda bisa menjaga kelembapan ruangan normal yang paling ideal dengan lebih mudah. Kualitas udara pun di dalam ruangan pasti jadi lebih baik dan lebih sehat. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo segera hubungi kami atau langsung pesan sekarang juga!
oleh Daikin Indonesia 5 Juni 2026
Salah satu masalah yang sering terjadi pada AC di rumah adalah kondensasi. Alih-alih menyadari penyebabnya, masih banyak orang yang belum tahu apa itu kondensasi AC. Padahal, dampaknya bisa sangat fatal jika terus dibiarkan begitu saja. Karena itu, pastikan Anda memahami lebih jauh penyebab kondensasi AC dan solusinya di sini. Namun, sebelum itu, ayo kenalan dengan istilah tersebut terlebih dulu! Definisi Kondensasi AC Kondensasi adalah perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair. Kondisi ini biasanya terjadi pada suhu udara di bawah titik embun. Pada AC, fenomena ini muncul karena adanya pertemuan antara udara panas atau hangat dengan permukaan yang jauh lebih dingin. Selama proses pendinginan, cairan refrigeran akan menguap di dalam evaporator coil dan menyerap panas dari udara dalam ruangan. Ketika sudah berbentuk gas, refrigeran akan dipompa ke dalam kondensor untuk melepaskan panas ke udara luar. Hasilnya, udara di ruangan jadi lebih dingin. Tapi belum semua udara yang ada di dalam ruangan langsung digantikan oleh udara dingin dari AC. Sebelum semuanya dingin, ada pertemuan dengan udara panas dulu yang bisa memicu kondensasi. Jadi, jika Anda bertanya-tanya apakah kondensasi dari AC itu normal, sebenarnya hal ini sangat normal terjadi. Tapi, kondensasi hanya normal pada kondisi tertentu saja. Pada beberapa kasus, proses ini berlangsung secara abnormal dan malah bisa memicu: ● Kebocoran AC. ● Jadi sarang tumbuhnya jamur dan bakteri. ● Kerusakan pada sistem AC. ● Membuat ruangan jadi super lembap. ● Membuat kualitas udara di dalam ruangan menjadi buruk. ● Meningkatkan konsumsi energi dan tagihan listrik. Pemicu Kondensasi Abnormal pada AC Pada penjelasan di atas, Anda sudah tahu kenapa terjadi kondensasi pada AC, yaitu karena pertemuan antara udara panas dan permukaan dingin. Perubahan suhu ini akan membuat udara di sekitar AC berembun. Tapi perlu Anda garisbawahi kalau ini adalah pemicu kondensasi yang normal. Pasalnya, selain itu ada beberapa pemicu lain yang membuat kondensasi jadi abnormal, seperti: 1. Kondisi Ruangan Terlalu Lembap Pada dasarnya, udara pasti memiliki uap air. Hanya saja, konsentrasinya berbeda-beda. Ketika uap airnya kurang, udara akan terasa kering. Tapi jika uap airnya terlalu banyak, udara pun akan terasa lembap. Menariknya, ruangan yang terlalu lembap adalah salah satu penyebab kondensasi AC indoor. Alasannya karena tingkat kejenuhan uap air yang tinggi, sehingga AC harus menampung jauh lebih banyak air daripada yang seharusnya. Hasilnya, kondensasi terjadi dengan jauh lebih cepat. Jika berlangsung terus-terusan, air yang muncul akibat kondensasi akan menumpuk di dalam AC dan memicu kebocoran. Terlebih ketika saluran pipa tersumbat dan memicu pipa kondensasi. Hasilnya, air tersebut akan meluber dari dalam AC. Biasanya berupa tetesan-tetesan air ke tembok atau lantai. 2. Salah Memilih Ukuran AC Sadar tidak sadar, salah memilih ukuran AC juga bisa berakibat fatal. Contohnya, ketika ukuran AC terlalu besar, penurunan suhu di dalam ruangan pun secara otomatis akan berlangsung dengan sangat cepat. Akibatnya, kondensasi bisa terjadi lebih cepat tanpa persiapan yang cukup. 3. Ventilasi yang Buruk Pada ruangan dengan ventilasi buruk, kondensasi juga lebih mungkin terjadi. Alasannya karena udara terjebak di dalam ruangan tanpa ada jalan keluar. Jadi, udara tersebut lebih sering bertemu dengan suhu dingin dari AC. Hasilnya, kondensasi lebih mungkin terjadi. Solusi untuk Mengatasi Kondensasi AC Karena bisa menimbulkan banyak kerugian, pastikan Anda tahu bagaimana cara mengatasi AC kondensasi, seperti: 1. Perbaiki Ventilasi Perlu Anda tahu bahwa ventilasi yang buruk tidak hanya bisa memicu kondensasi, tetapi juga dapat membuat kualitas udara di dalam ruangan menjadi tidak sehat. Udara juga akan terasa lembap dan membuat ruangan rentan menjadi sarang jamur dan bakteri. Karena itu, segera perbaiki sistem ventilasi. 2. Hindari Mengatur Suhu Terlalu Dingin Ketika indoor AC berkeringat, artinya AC Anda sedang mengalami kondensasi. Terlebih jika sudah bocor hingga menetes-netes. Jika ini terjadi, hindari mengatur suhu terlalu rendah untuk menghindari kondensasi yang lebih parah. Usahakan untuk mengaturnya pada suhu paling ideal, biasanya antara 21°C dan 22°C. Untuk mencegah kondensasi datang lagi, Anda juga bisa menjaga pengaturan suhu AC agar tidak terlalu dingin. Bisa mengaktifkan mode “powerful” atau “turbo” untuk proses pendinginan yang lebih cepat. Opsi lainnya adalah menyalakan mode fan agar ruangan terasa dingin tanpa kondensasi berlebihan. 3. Bersihkan AC Secara Rutin Biasanya, kondensasi bisa memicu kebocoran ketika pipa pembuangan AC tersumbat. Karena itu, jangan lupa untuk membersihkan AC secara rutin. Bukan hanya di bagian permukaannya saja, tapi juga di bagian dalam, termasuk pipanya. Jika ragu mencucinya sendirian, cari tukang AC profesional. 4. Pastikan Ukuran AC Tepat Terakhir, jangan lupa untuk memastikan bahwa ukuran AC sudah tepat. Jika ruangan kecil, bisa memilih split AC dengan ukuran PK kecil. Namun, bila ruangan besar, pilih split AC dengan ukuran PK besar. Apabila Anda membutuhkan AC baru yang sesuai kebutuhan, bisa cari di produk AC Room Air dari DAIKIN. Pilihan ukurannya sangat lengkap, dari 0,5, 0,75, 1, 1,5, 2, dan 2,5 PK. Jadi, bisa Anda sesuaikan dengan ukuran ruangan. Mengingat apa itu kondensasi AC, memilih ukuran PK yang selaras dengan ruangan adalah hal yang sangat esensial. Jika Anda merasa kesulitan untuk menentukannya, Anda bisa menghubungi kami . Tim kami akan menyarankan tipe dan ukuran AC yang paling sesuai. Jadi, ayo belanja sekarang!
oleh Daikin Indonesia 3 Juni 2026
Ketika pertama kali memasang AC, Anda akan mendapatkan remote sebagai pelengkapnya. Remote ini berguna untuk mengontrol unit AC agar bisa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Hanya saja, banyak orang masih tidak paham apa arti lambang pada remote AC, sehingga penggunaannya jadi kurang maksimal. Nah, jika Anda ingin mempelajari apa arti setiap simbol AC, pembahasan lengkapnya ada di bawah, termasuk cara memakainya! Arti Lambang Remote AC Jika Anda bertanya-tanya arti lambang pada remote AC DAIKIN, berikut penjelasannya! Auto/Off : tombol untuk menyalakan atau mematikan AC. Pada beberapa jenis remote lain, simbol mode AC ini bisa berbentuk kotak dan berwarna biru. Turbo : tombol yang berguna untuk menyalakan mode pendinginan cepat. Pada beberapa remote lain, ditulis dengan kata “Powerful”. Mode : tombol yang berguna untuk memilih mode AC. Fan : tombol yang berguna untuk mengaktifkan mode kipas. Swing : tombol yang berguna untuk menggerakkan angin ke seluruh ruangan. Jadi tidak hanya ke satu arah saja. Save : tombol yang berguna untuk menyalakan mode hemat energi. Pada beberapa remote lain, ditulis dengan kata “Econo” atau “Low Watt” Temp: tombol yang berguna untuk menaikkan atau menurunkan suhu. Timer on/off : tombol yang berguna untuk menyalakan atau mematikan timer. Cancel : tombol yang berguna untuk membatalkan pengaturan timer. Lambang orang: lambang yang berguna untuk mengaktifkan human comfort mode agar kenyamanan lebih maksimal. Auto : tombol pengaturan otomatis yang menyesuaikan temperatur dan mode AC dengan kondisi ruangan. Dry: tombol yang berguna untuk sebagai dehumidifier agar kelembapan di ruangan berkurang. Heat: tombol yang berguna untuk menghangatkan ruangan. Cool : tombol yang berguna untuk mendinginkan ruangan secara maksimal. Fan only : tombol yang berguna untuk mengaktifkan kipas saja. Hal ini membuat AC berfungsi sebagai kipas angin. Quiet: tombol yang berguna untuk mendiamkan AC, sehingga tidak terdengar berisik. Sleep: tombol yang berguna untuk meningkatkan suhu secara bertahap saat tidur agar lebih nyaman. Cara Mengatur Remote AC Setelah mengetahui simbol remote AC Daikin, kini saatnya Anda belajar bagaimana cara menggunakannya. Berikut penjelasannya! 1. Cara Mengatur Remote agar Mendinginkan Ruangan dengan Maksimal Ketika cuaca panas terik, Anda pasti ingin segera masuk ke dalam ruangan dan menyalakan AC. Hanya saja, terkadang Anda merasa kesal karena dinginnya terasa kurang maksimal. Maka dari itu, Anda perlu tahu mode dingin AC gambar apa dan bagaimana cara mengaturnya. Lalu, mode AC mana yang paling dingin? Ini panduan pengaturannya: Tutup ruangan supaya kinerja AC bisa lebih efisien dan sistemnya bisa mengatur suhu ruangan dengan jauh lebih optimal. Pencet tombol Auto/Off atau kotak biru yang ada di remote untuk menyalakannya. Atur suhu sesuai selera Anda dengan memencet tombol Temp . Pencet ke bawah untuk mengurangi suhu dan membuat ruangan lebih dingin. Pencet tombol Turbo atau Powerful agar proses pendinginan jadi lebih cepat. Jika masih terasa kurang, pencet tombol Cool . Anda juga bisa memencet Fan dan Swing untuk menambah angin dari kipas. 2. Cara Mengatur Remote agar Lebih Hemat Rata-rata penggunaan AC adalah 500 sampai 4000 watt listrik. Nah, agar lebih hemat dan ramah lingkungan, AC sebaiknya pakai mode apa? Jadi agar lebih ramah lingkungan, Anda bisa berhemat dengan cara: Pertama-tama, pilih jenis AC yang tepat. Contohnya, AC inverter yang bisa mengontrol kecepatan motor secara efisien sehingga lebih hemat energi. Selanjutnya, Anda perlu menutup ruangan dan menyalakan AC seperti langkah di atas. Pencet tombol Temp ke atas hingga mencapai suhu ideal mulai dari 24°C sampai 26°C . Pencet tombol Low Watt untuk mengaktifkan mode hemat yang dapat dipilih mulai dari Level 1 hingga Level 2 pada AC DAIKIN. Hindari menyalakan dan mematikan AC berulang kali dalam waktu singkat. 3. Cara Mengatur Remote agar Tetap Nyaman saat Tidur Hal lain yang perlu Anda perhatikan adalah mengatur AC saat tidur agar senantiasa nyaman saat beristirahat. Ketika bangun, Anda pun tidak akan merasa tenggorokan kering, kedinginan, atau ketidaknyamanan lain. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda coba: Tutup ruangan dan nyalakan AC seperti langkah di atas. Atur temperatur dengan suhu yang paling ideal sesuai dengan selera. Bisa lebih dingin atau lebih hangat. Pencet tombol “Quiet” agar AC tidak terdengar bising. Jika ingin mematikan AC secara otomatis saat malam hari, bisa dengan mencet Timer On untuk menyalakan mode timer, lalu sesuaikan waktunya. Pencet Sleep agar temperatur bisa naik secara otomatis ketika Anda tidur. Tujuannya agar suhu ruangan lebih hangat saat malam tiba. Apabila ingin kenyamanan ekstra, pilih lambang orang untuk menyalakan mode comfort. Anda juga bisa memencet tombol Auto agar suhu dan mode AC berjalan secara otomatis sesuai kondisi ruangan tanpa harus mengubahnya secara manual. Khusus untuk ruangan yang terasa terlalu lembap atau terlalu kering, Anda bisa memencet tombol Dry untuk menyalakan atau mematikan mode dehumidifier dan humidifier. Setelah tahu apa arti lambang pada remote AC, kini Anda bisa memakai AC dengan lebih optimal. Pastikan untuk upgrade AC Single Split atau Room Air dari DAIKIN untuk mendapatkan fitur paling lengkap dan kenyamanan hunian yang maksimal. Ayo pilih AC favorit Anda sekarang dan temukan yang paling sesuai dengan kebutuhan!
Show More