Mengenal Apa Itu Kondensasi AC, Penyebab dan Cara Terbaik Mengatasinya
Salah satu masalah yang sering terjadi pada AC di rumah adalah kondensasi. Alih-alih menyadari penyebabnya, masih banyak orang yang belum tahu apa itu kondensasi AC. Padahal, dampaknya bisa sangat fatal jika terus dibiarkan begitu saja.
Karena itu, pastikan Anda memahami lebih jauh penyebab kondensasi AC dan solusinya di sini. Namun, sebelum itu, ayo kenalan dengan istilah tersebut terlebih dulu!
Definisi Kondensasi AC
Kondensasi adalah perubahan uap air atau benda gas menjadi benda cair. Kondisi ini biasanya terjadi pada suhu udara di bawah titik embun. Pada AC, fenomena ini muncul karena adanya pertemuan antara udara panas atau hangat dengan permukaan yang jauh lebih dingin.
Selama proses pendinginan, cairan refrigeran akan menguap di dalam evaporator coil dan menyerap panas dari udara dalam ruangan. Ketika sudah berbentuk gas, refrigeran akan dipompa ke dalam kondensor untuk melepaskan panas ke udara luar. Hasilnya, udara di ruangan jadi lebih dingin.
Tapi belum semua udara yang ada di dalam ruangan langsung digantikan oleh udara dingin dari AC. Sebelum semuanya dingin, ada pertemuan dengan udara panas dulu yang bisa memicu kondensasi. Jadi, jika Anda bertanya-tanya apakah kondensasi dari AC itu normal, sebenarnya hal ini sangat normal terjadi.
Tapi, kondensasi hanya normal pada kondisi tertentu saja. Pada beberapa kasus, proses ini berlangsung secara abnormal dan malah bisa memicu:
● Kebocoran AC.
● Jadi sarang tumbuhnya jamur dan bakteri.
● Kerusakan pada sistem AC.
● Membuat ruangan jadi super lembap.
● Membuat kualitas udara di dalam ruangan menjadi buruk.
● Meningkatkan konsumsi energi dan tagihan listrik.
Pemicu Kondensasi Abnormal pada AC
Pada penjelasan di atas, Anda sudah tahu kenapa terjadi kondensasi pada AC, yaitu karena pertemuan antara udara panas dan permukaan dingin. Perubahan suhu ini akan membuat udara di sekitar AC berembun. Tapi perlu Anda garisbawahi kalau ini adalah pemicu kondensasi yang normal.
Pasalnya, selain itu ada beberapa pemicu lain yang membuat kondensasi jadi abnormal, seperti:
1. Kondisi Ruangan Terlalu Lembap
Pada dasarnya, udara pasti memiliki uap air. Hanya saja, konsentrasinya berbeda-beda. Ketika uap airnya kurang, udara akan terasa kering. Tapi jika uap airnya terlalu banyak, udara pun akan terasa lembap.
Menariknya, ruangan yang terlalu lembap adalah salah satu penyebab kondensasi AC indoor. Alasannya karena tingkat kejenuhan uap air yang tinggi, sehingga AC harus menampung jauh lebih banyak air daripada yang seharusnya. Hasilnya, kondensasi terjadi dengan jauh lebih cepat.
Jika berlangsung terus-terusan, air yang muncul akibat kondensasi akan menumpuk di dalam AC dan memicu kebocoran. Terlebih ketika saluran pipa tersumbat dan memicu pipa kondensasi. Hasilnya, air tersebut akan meluber dari dalam AC. Biasanya berupa tetesan-tetesan air ke tembok atau lantai.
2. Salah Memilih Ukuran AC
Sadar tidak sadar, salah memilih ukuran AC juga bisa berakibat fatal. Contohnya, ketika ukuran AC terlalu besar, penurunan suhu di dalam ruangan pun secara otomatis akan berlangsung dengan sangat cepat. Akibatnya, kondensasi bisa terjadi lebih cepat tanpa persiapan yang cukup.
3. Ventilasi yang Buruk
Pada ruangan dengan ventilasi buruk, kondensasi juga lebih mungkin terjadi. Alasannya karena udara terjebak di dalam ruangan tanpa ada jalan keluar. Jadi, udara tersebut lebih sering bertemu dengan suhu dingin dari AC. Hasilnya, kondensasi lebih mungkin terjadi.
Solusi untuk Mengatasi Kondensasi AC
Karena bisa menimbulkan banyak kerugian, pastikan Anda tahu bagaimana cara mengatasi AC kondensasi, seperti:
1. Perbaiki Ventilasi
Perlu Anda tahu bahwa ventilasi yang buruk tidak hanya bisa memicu kondensasi, tetapi juga dapat membuat kualitas udara di dalam ruangan menjadi tidak sehat. Udara juga akan terasa lembap dan membuat ruangan rentan menjadi sarang jamur dan bakteri. Karena itu, segera perbaiki sistem ventilasi.
2. Hindari Mengatur Suhu Terlalu Dingin
Ketika indoor AC berkeringat, artinya AC Anda sedang mengalami kondensasi. Terlebih jika sudah bocor hingga menetes-netes. Jika ini terjadi, hindari mengatur suhu terlalu rendah untuk menghindari kondensasi yang lebih parah. Usahakan untuk mengaturnya pada suhu paling ideal, biasanya antara 21°C dan 22°C.
Untuk mencegah kondensasi datang lagi, Anda juga bisa menjaga pengaturan suhu AC agar tidak terlalu dingin. Bisa mengaktifkan mode “powerful” atau “turbo” untuk proses pendinginan yang lebih cepat. Opsi lainnya adalah menyalakan mode fan agar ruangan terasa dingin tanpa kondensasi berlebihan.
3. Bersihkan AC Secara Rutin
Biasanya, kondensasi bisa memicu kebocoran ketika pipa pembuangan AC tersumbat. Karena itu, jangan lupa untuk membersihkan AC secara rutin. Bukan hanya di bagian permukaannya saja, tapi juga di bagian dalam, termasuk pipanya. Jika ragu mencucinya sendirian, cari tukang AC profesional.
4. Pastikan Ukuran AC Tepat
Terakhir, jangan lupa untuk memastikan bahwa ukuran AC sudah tepat. Jika ruangan kecil, bisa memilih split AC dengan ukuran PK kecil. Namun, bila ruangan besar, pilih split AC dengan ukuran PK besar.
Apabila Anda membutuhkan AC baru yang sesuai kebutuhan, bisa cari di produk AC Room Air dari DAIKIN. Pilihan ukurannya sangat lengkap, dari 0,5, 0,75, 1, 1,5, 2, dan 2,5 PK. Jadi, bisa Anda sesuaikan dengan ukuran ruangan.
Mengingat apa itu kondensasi AC, memilih ukuran PK yang selaras dengan ruangan adalah hal yang sangat esensial. Jika Anda merasa kesulitan untuk menentukannya, Anda bisa
menghubungi
kami. Tim kami akan menyarankan tipe dan ukuran AC yang paling sesuai. Jadi, ayo belanja sekarang!




