Umumkan Pemenang, DAIKIN Designer Award Lahirkan Karya Hunian Ideal Dengan Padunya Tata Udara dan Estetika Ruang

Daikin Indonesia • 24 November 2023

Puncak penyelenggaraan DAIKIN Proshop Designer Award 2023 telah usai pada Jumat, 24 November 2023. Kompetisi tahunan bagi pegiat desain interior dan arsitektur yang diselenggarakan PT. Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) ini telah memilih 18 pemenang dari tiga kategori utama dan tiga kategori khusus yang menjadi representasi karya terbaik diantara lebih dari 350 peserta yang berpartisipasi sejak dibukanya pendaftaran pada 1 Juni 2023 lalu.

 

Dihelat lewat kolaborasi DAIKIN dengan asosiasi besar yaitu Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DKI Jakarta dan Jawa Barat dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta, tema RE:IMAGINE menjadi keunikan kompetisi yang menantang para peserta dari mahasiswa maupun professional untuk mengimajinasikan kembali hunian ideal dengan menempatkan kenyamanan tata udara dan dekor keseluruhan interior sebagai kesatuan yang padu dalam estetika sebuah ruang 

 

“Kami sangat bangga dengan semakin meningkatnya jumlah peserta sekaligus beragamnya pendekatan yang digunakan dalam karya-karya pemenang,” ujar Shinji Miyata, Presiden Direktur DAIKIN ditengah penyelenggaraan malam penghargaan kompetisi ini yang dihelat di Hotel Westin, Jakarta. “Membawa semangat bagi semakin bertumbuhnya ide tentang lahirnya hunian ideal yang memberikan kenyamanan dalam ruang dari paduan estetika dengan tata udara,” ujar Shinji Miyata, Presiden Direktur DAIKIN ditengah-tengah seremoni malam penghargaan DAIKIN Proshop Designer Award 2023 di Hotel Westin, Jakarta.

 

Tumbuhnya ide tentang hunian ideal ini, menurut Shinji Miyata, sesuai dengan asa mula penyelenggaraan DAIKIN Designer Award yang mencapai kali ketiga penyelenggaraannya di tahun ini. Lebih dari sebuah kompetisi, penyelenggaraannya bermaksud membuka ruang bagi para pegiat arsitektur dan desain interior dapat berbagi visi yang sama tentang hunian yang tak hanya mementingkan aspek estetika, namun pula lengkap dengan solusi tata udara sebagai pendukung kenyamanan dan kesehatan yang harmoni dengan keseluruhan dekor interior ruang.

 

 

Menjadi spesialis AC global dengan pengalaman hampir satu abad, DAIKIN memiliki ragam teknologi dan inovasi pada lini produk khusus sebagai pendukung visi bagi terciptanya hunian ideal ini. Hal ini hadir melalui jajaran AC DAIKIN Home Central yang memungkinkan penyederhanaan instalasi terkait pemipaan karena satu unit outdoor dapat terhubung dengan beberapa unit indoor sekaligus sesuai kapasitas pendinginannya.

 

AC DAIKIN Home Central pun memiliki desain unit indoor beragam. Sengaja dibuat demikian dengan tujuan untuk dapat berpadu sekaligus menambahkan nuansa elegan bagi interior tiap jenis ruang sesuai peruntukannya. Melengkapi keunggulannya, dukungan penjagaan kesehatan pengguna terdapat pada kemampuannya menjaga tingkat kelembaban dan mengeliminasi berbagai partikel berbahaya bagi kesehatan yang melayang di udara dalam ruang melalui filtrasi berlapis.

 

Diantara jajaran pemenang, GeTs Architect menjadi pemenang pertama dalam kategori Finished Project untuk kelompok karya arsitektur. Sebagai kategori yang mewakili proyek hunian yang telah terbangun dengan dukungan AC DAIKIN, GeTs Architect menjadi pilihan panel juri yang terdiri dari perwakilan IAI dan pihak DAIKIN dengan konsep The Gritted Grid yang dibawanya.

 

Memanfaatkan AC Home Central jenis MULTI NX yang diaplikasikan dalam bentuk boxtrox, permainan solid dan void pada massa bangunan dalam hunian ini memberikan estetika unik tanpa meninggalkan fungsi utama sebagai ventilasi udara, penyaring cahaya matahari serta pemisahan visual antara area publik dan privat.

 

Masih dari kategori yang sama, namun diperuntukkan bagi karya desain interior, Cowema Studio didapuk menjadi pemenang dengan karya Tropical Classic yang kuat dengan nuansa elegan pada tiap sudut bangunan. Proyek rumah tinggal pada lahan 420 meter persegi ini dibangun dalam semangat elegance, clean, detail dan classic.

 

Manifestasi classic pada garis desain yang digunakannya, tak lepas dari upaya Cowema Studio membangun hunian ini agar berkesesuaian dengan iklim tropis Indonesia. Sementara penggunaan VRV Home Series dan Multi NX yang merupakan lini dari AC Home Central DAIKIN dipilih untuk diaplikasikan dalam konsep boxtrox, demi tujuan membuat plafon terlihat lebih rapi dengan hanya memperlihatkan garis hitam pada plafon sebagai saluran udara.

 

Karya pada kategori konseptual pun tak kalah memukau. Terdiri dari dua tantangan, hunian dan ruang komersial untuk bidang usaha Food & Beverages, keduanya memiliki keunikan karena mengharuskan pesertanya mendesain interior rumah tinggal atau bangunan ruko dari Sarwendah sebagai salahsatu selebritas Indonesia yang juga duduk sebagai panel juri dalam kategori ini.

 

Untuk interior hunian, rumah tinggal Sarwendah beserta suami dan ketiga anaknya yang berlokasi di BSD City Cluster Kanade at The Zora Tipe 10 dengan luas 200 meter persegi menjadi tantangannya. Sementara bagi tata interior ruang komersial, memberi tantangan tak kalah besar.

 

Berbasis tempat usaha Sarwendah yang berlokasi di Ruko Daikanyama The Zora BSD, Tangerang, tantangan ini dibuat dengan tingkat kesulitan tinggi untuk menata keseluruhan interior dari bangunan dua rumah toko (ruko) yang dijadikan satu yang memiliki tiga laintai dan satu rooftop dengan luas keseluruhan 200 meter persegi. Sarwendah yang menjadi penilai langsung dalam kategori konseptual ini mengharapkan keseluruhan karya tata ruang ini diperuntukkan bagi cafe bertema Jepang dilengkapi studio foto dengan busana tradisional jepang yang dapat disewakan.

 

Rons Studio dengan konsep Classic Modern berhasil menjawab tantangan kategori karya konseptual bagi hunian sebagai karya terbaik untuk kelompok karya arsitektur kelas profesional. Karya bertajuk Classic Meets Etnic in Modern House ini berhasil mencuri perhatian besar juri berkat eksplorasi perpaduan warna yang memberikan kesan elegan dengan penggunaan aksesoris karya tangan lokal semakin mempertegas suasana dan isi ruang. Pemilihan material kayu berwarna coklat menghasilkan ruang yang hangat dan homey.

 

Pada karya konseptual tata interior ruang komersial, PT Allure Cipta Persada menjadi juara pertama lewat konsep Nihon Nidorama. Kisah legendaris Jepang yang menuturkan kehidupan perempuan dari keluarga miskin yang berhasil meraih kesuksesan menjadi inspirasi karya ini. Kesan kuat dapat dilihat pada ornamen utama yang menyerupai bentuk ombak menerpa seorang perempuan yang mewakili sosok Oshin. Padunya garis lurus dan lengkung pun dibuat mewakili sosok Oshin sebagai perempuan kuat sekaligus lemah lembut yang menjadi sumbol emansipasi perempuan.

 

Disisi lain, pada peserta khusus dari kelompok mahasiswa, Universitas Bina Nusantara Jakarta menyapu bersih kedua kategori. Kategori karya konseptual hunian dimenangkan Marvin Luckianto, Drake Agrajalada Liemmore dan Gerry Leonardo. Darwis Jayadi, Alaric Ferdianus dan Alexandra Lidwina menjadi pemenang bagi kategori bangunan komersial Food & Beverages.

 

Dalam malam penghargaan DAIKIN Proshop Designer Award 2023 ini, DAIKIN juga memberikan penghargaan spesial bagi hasil karya arsitektural dan desain interior. Lebih dari sekedar keberhasilannya dalam mengaplikasikan AC Home Central dalam karyanya, “Penghargaan ini diberikan pada pegiat arsitektur dan desainer interior yang karyanya layajk menjadi sebuah inspirasi bagi bangunan yang memberi fokus pada penciptaan tata udara berkualitas tanpa meninggalkan pesona estetikanya,” ujar Shinji Miyata pula.

 

Terdapat tiga karya yang menjadi penerima penghargaan spesial ini. Yori Antar Awal dari Han Awal Partners & Architect dengan karya Kebon Jeruk Residence sebagai The Most Inspirative Home Sanctuary Design 2023, Leo Einstein Fransciscus dari Einstein & Associaties menjadi penerima The Most Photogenic Restaurant Design 2023 lewat karya Padhi Resto serta Ary Indra dari Aboday diberi gelar The Most Creative Commercial Design 2023 dengan karya Pitu Rooms.

 

Lebih lanjut terkait dengan penyelenggaraan DAIKIN Proshop Designer Awards, Shinji Miyata menyatakan, DAIKIN terus berkomitmen untuk mengembangkan penyelenggaraannya di masa mendatang. “Pada tiap usainya penyelenggaraan DAIKIN Proshop Designer Awards, kami berharap menjadi awal bagi semakin bertumbuhnya ide tentang hunian ideal bagi masyarakat Indonesia yang tercipta dari interaksi yang saling menginspirasi diantara seluruh pesertanya,” pungkas Shinji Miyata. 

You might also like

oleh Daikin Indonesia 30 Desember 2025
Pemilik rumah mulai melirik AC central rumah ketika hunian makin besar dan sistem lama terasa tak lagi selaras. Untuk gambaran, sistem terpusat umumnya menjadi lebih masuk akal pada rumah sekitar 150-200 m 2 atau lebih, saat satu unit tidak lagi cukup menjaga kenyamanan. Meski awalnya convenient, keberadaan banyak AC split justru menciptakan masalah baru: tampilan jadi ramai, suara tersebar, dan pengaturan terasa merepotkan. Inilah momen ketika pendekatan terpusat mulai relevan. Anda mungkin juga ingin tahu apakah solusi ini benar-benar sepadan dengan bagaimana rumah Anda digunakan saat ini. Apa Itu AC Central? Berbeda dari unit yang menempel di dinding, AC central untuk rumah tinggal bekerja sebagai satu sistem besar yang tersembunyi di balik desain rumah. Produksi udara sejuk terjadi di satu titik, lalu udaranya mengalir melalui jaringan saluran ke setiap ruang Selain suhu yang merata, tampilan rumah juga lebih clean dan tidak ramai, tanpa deretan mesin yang mengganggu visual atau akustik. Jika AC split terasa seperti solusi yang langsung tempel untuk tiap ruangan, sistem terpusat justru terasa menyatu dengan bangunan. Bagi hunian modern yang mengutamakan kenyamanan dan estetika, pendekatan ini bukan kemewahan berlebihan, melainkan cara lebih cerdas mengelola iklim di dalam rumah. Mengapa Sistem Terpusat Mengubah Cara Anda Merasakan Rumah Sistem AC central rumah tidak hanya bikin dingin, tapi juga mengubah kualitas dan suasana ruang, bahkan nilai hunian. Berikut adalah manfaat utama menggunakan sistem pendingin terpadu untuk hunian. Kenyamanan yang Merata di Seluruh Ruang Udara dingin disalurkan melalui jaringan tersembunyi, sehingga setiap sudut rumah menerima suhu yang konsisten. Anda tidak lagi berpindah dari ruangan dingin ke ruangan gerah, karena hot spot dan cold spot sudah otomatis terhapus. Estetika Interior Tetap Bersih dan Utuh Tanpa unit menempel di dinding atau plafon, desain interior tampil lebih rapi dan bernilai. Sistem terpusat memungkinkan arsitek dan desainer mempertahankan garis ruang, material, dan komposisi visual tanpa kompromi teknis. Suasana Lebih Hening dan Tenang Komponen utama berada di luar, sehingga kebisingan tidak menyebar ke dalam rumah. Inilah alasan sistem terpusat dikenal lebih senyap, menciptakan lingkungan yang terasa premium dan nyaman untuk beristirahat maupun bekerja. Selain itu, hunian dengan pendinginan terintegrasi dipersepsikan lebih modern dan berkelas. [2] Fitur seperti ini sering jadi pembeda di pasar properti premium, sehingga daya tarik dan nilai jual rumah juga turut terangkat. AC Central vs AC Split: Saat Rumah Dipandang sebagai Satu Ekosistem Membandingkan AC central dan split ibarat memilih antara merawat satu taman besar atau menaruh pot tanaman di tiap sudut. AC single split ideal untuk satu ruangan, sementara multi split mencoba menjangkau beberapa area, meski visual dan pengaturannya tetap terfragmentasi. Sistem VRV hadir dengan opsi yang lebih fleksibel karena berbasis zona, tetapi masih mengandalkan jaringan pipa refrigeran yang bekerja seperti kumpulan smart unit. Berbeda dengan itu, AC central rumah memperlakukan hunian sebagai satu ekosistem: udara diproduksi, didistribusikan, dan dikendalikan secara terpadu agar seluruh ruang bekerja selaras. Untuk rumah yang tumbuh kompleks—dengan kamar, ruang keluarga, dan area kerja—pendekatan sistemik ini sering terasa lebih alami, lebih rapi, dan pengelolaannya lebih mudah dalam jangka panjang. Biaya dan Instalasinya Struktur biaya home central AC tentu beda dari AC yang menempel di dinding pada umumnya. Biaya AC central rumah mencakup instalasi yang lebih serius. Ada ducting yang lebih besar, perhitungan beban, dan tenaga profesional, yang sering membuat investasi awal lebih tinggi daripada AC split. Namun di rumah besar, banyak unit terpisah justru menggandakan servis, filter, dan potensi perbaikan, sehingga potensi pengeluaran rutin melebar. Sistem terpusat bekerja dengan satu pengendali, sehingga pendinginan lebih terkoordinasi dan tidak saling tumpang-tindih. Pada AC central rumah mewah, perancangan yang tepat bisa menekan pemborosan ini; distribusi aliran udara optimal, kompresor tidak perlu sering “kejar-kejaran” beban, dan jam kerja lebih stabil. Alhasil, biaya tahunan cenderung lebih rasional daripada menghidupi banyak unit yang hidup-mati sendiri-sendiri di hunian berskala besar. Kapan AC Central Tidak Tepat? AC central bukan selalu jawaban paling bijak, terutama jika rumah Anda masih kecil hingga menengah—sekitar di bawah 150–200 m 2 —karena manfaat “whole-home” belum terasa sepadan dengan investasi sistemnya. Pertimbangkan juga jika layout rumah sering berubah: renovasi interior, penambahan dinding, atau pergeseran fungsi ruang dapat memaksa penyesuaian ducting yang tidak sederhana. Faktor ketiga adalah anggaran awal yang terbatas. Sistem terpusat menuntut perencanaan matang sejak awal pembangunan. Apabila Anda melakukan pemasangan setengah-setengah, sistem akan sangat mahal tapi tetap kurang nyaman untuk hunian. Home Central AC Daikin: Sistem yang Cocok untuk Hunian Premium Hunian besar adalah investasi jangka panjang, dan penting untuk merancang kenyamanan di dalamnya sebagai satu sistem yang utuh. Dengan teknologi inverter premium, solusi Daikin menghadirkan kontrol individual, tampilan interior yang bersih, dan performa senyap tanpa kompromi. Jika Anda ingin rumah bekerja lebih selaras dengan gaya hidup, hubungi kami untuk mengeksplor Daikin Home Central AC dan menemukan konfigurasi yang paling pas. Lebih dari apapun, keputusan Anda memilih sistem pendingin bukan soal mesin semata. Ini erat kaitannya dengan pengalaman tinggal yang Anda bangun setiap hari, yang menjadi esensi memiliki dan memasang AC central rumah.
oleh Daikin Indonesia 29 Desember 2025
AC kantor berapa PK? Pertanyaan ini baru terdengar urgent ketika ruang kerja Anda terasa gerah meski untinya baru terpasang. Satu orang saja bisa menyumbang sekitar 600 BTU panas per jam. Jika di satu ruangan ada 10 orang, maka Anda sedang memaksa satu AC kecil untuk bekerja ekstra. Namun ini bukan salah merek AC-nya, karena sebenarnya Anda hanya perlu mulai menghitung kebutuhan untuk menemukan besaran PK yang pas. Ingat, kantor punya perilaku yang beda dari rumah tinggal. Memilih kapasitas yang tepat akan jadi keputusan strategis yang Anda syukuri di kemudian hari. Apa Itu PK AC? Ini yang Sering Disalahpahami PK adalah ukuran kapasitas pendinginan, bukan besarnya daya listrik yang akan Anda bayar tiap bulan. Secara praktis, 1 PK kira-kira setara ±9.000 BTU per jam. Artinya, satuan ini berbicara tentang “seberapa banyak panas yang mampu dipindahkan dari ruangan”, bukan seberapa besar watt yang tersedot dari meteran. Ketika Anda mulai hitung PK AC kantor, fokusnya harus bergeser dari sekadar luas ruangan ke beban panas yang ada di lapangan. Maka, hitungannya juga harus mencakup jumlah orang dan perangkat elektronik serta paparan matahari dan juga ritme buka-tutup pintu. Dengan mempertimbangkan poin-poin ini, keputusan Anda jadi relevan dan tidak asal tebak. Ukuran Sama, Tapi Kenapa Kantor Butuh PK Lebih Besar? Beban panas di rumah cenderung stabil. Dengan penghuni yang sedikit dan perangkat tidak menyala penuh seharian serta ritme aktivitas santai, AC untuk rumahan tidak perlu menyesuaikan dengan ritme yang sangat dinamis. Sementara itu, kantor adalah kebalikannya. Orang datang-pergi, komputer, printer, dan lampu bekerja terus, sehingga ruang terasa seperti “mesin panas berjalan”. Oleh karena itu, ukuran ruangan dan PK AC tidak bisa Anda baca dengan logika residensial. Sebagai gambaran, ruang tinggal sering diperkirakan butuh sekitar 100–140 BTU per m², sedangkan kantor bisa mulai dari 300–600 BTU per m². [3] Dari sini Anda bisa memahami bahwa kapasitas AC untuk kantor tidak bisa disamakan dengan kebutuhan rumah tangga. Selain menjaga suhu tetap stabil, perangkat yang tepat akan mencegah AC ngos-ngosan sepanjang jam kerja. Menghitung PK AC Kantor dalam Empat Langkah Daripada menebak-nebak berapa kebutuhannya, ikuti langkah-langkah berikut dan temukan ukuran PK yang tepat untuk ruang kerja Anda. Langkah 1 — Hitung Beban Ruangan Dasar Mulailah dari luas ruangan karena inilah fondasi awal beban panas. Kalikan luas ruang (dalam meter persegi) dengan 337 untuk mendapatkan BTU dasar. Angka ini merupakan konversi praktis dari kebutuhan ruang kerja ringan, sebelum faktor manusia dan perangkat ikut menambah panas. Langkah 2 — Tambahkan Beban Orang Saat orang bekerja, tubuh mereka memproduksi panas secara konstan. Tambahkan sekitar 600 BTU untuk setiap orang di dalam ruangan. Dari sini, jawaban untuk AC kantor berapa PK perlahan mulai menemukan titik terang. Langkah 3 — Masukkan Beban Perangkat Komputer, printer, dan pencahayaan bukan hanya memakai listrik, tetapi juga memanaskan ruangan. Sebagai acuan, satu komputer bisa menambah ±300 BTU, printer besar sekitar 1.000 BTU, dan lampu intensitas tinggi 200–500 BTU, tergantung jenis dan jumlahnya. Langkah 4 — Total dan Konversi ke PK Setelah menjumlah semua BTU, bagi angka tersebut dengan 9.000 untuk mengetahui kebutuhan PK. Hasil inilah yang menunjukkan kapasitas pendinginan yang ruang kerja Anda benar-benar butuhkan—bukan perkiraan saja, tapi refleksi dari beban panas yang sebenarnya. Bayangkan ruang kantor seluas 50 m² dengan sepuluh orang dan sepuluh komputer aktif. Beban dasarnya sekitar 16.850 BTU, lalu tubuh manusia menambah 6.000 BTU, dan perangkat menyumbang 3.000 BTU lagi. Jika ditotal, angkanya mendekati 25.850 BTU atau hampir setara 3 PK. Kalau Anda menghitungnya dengan logika rumah, 10 orang di ruangan dengan luas yang sama mungkin hanya perlu 2 PK. Perbedaan PK AC rumah dan kantor sering luput di bagian ini. Apabila kebutuhan PK AC untuk residensial cukup dengan menghitung luas, kantor perlu mempertimbangkan aktivitas di dalamnya. Kapan Saatnya Beralih dari AC Split? Banyak orang mengejar AC kantor hemat listrik, tapi masih memakai rumus rumah: hitung luas, pasang unit, selesai. Lalu lupa bahwa kantor penuh orang dan komputer, serta bekerja berjam-jam tanpa jeda. Akibatnya, AC yang terlalu kecil akan menyala hampir terus-menerus—dan ironisnya, itulah yang membuat tagihan naik, karena mesin dipaksa kerja keras. Jika ruang Anda mendekati 40 m², beroperasi lebih dari 8 jam/hari, berisi banyak orang, dan suhu mudah naik-turun, saatnya mempertimbangkan teknologi yang memang untuk beban komersial. Bukan soal upgrade gaya, pilihan ini akan menyelamatkan kenyamanan pengguna ruang dan biaya operasional jangka panjang. Pendinginan yang Selaras dengan Cara Anda Bekerja SkyAir hadir sebagai AC light commercial yang dirancang untuk ritme kantor. Tersedia dalam versi inverter maupun non-inverter, sistem pendinginan ini hadir dengan kerja stabil yang menjaga kenyamanan saat beban naik-turun. Apabila Anda menggunakan AC inverter untuk kantor, potensi hematnya adalah sekitar 30–50% pada penggunaan harian. Lebih dari apapun, PK mencerminkan cara ruang Anda beroperasi, bukan sekadar angka. Eksplorasi produk SkyAir Daikin atau hubungi kami untuk menemukan solusi paling relevan untuk kebutuhan Anda. Dengan begitu, jawaban AC kantor berapa PK tidak lagi berbasis tebak-tebakan atau perhitungan tanpa dasar.
oleh Daikin Indonesia 27 Desember 2025
AC cassette sering jadi penanda bahwa sebuah ruang usaha sudah naik kelas. Pendinginan tidak lagi dipamerkan, tapi bekerja seamlessly menjaga kenyamanan bahkan tanpa orang-orang mengetahuinya. Jam operasional ruang usaha seperti UMKM rata-rata bisa menembus 12,46 jam per hari, sehingga pola beban AC jauh lebih berat daripada di rumah tinggal. Tak heran, di Asia Tenggara sistem ini mendominasi ruang komersial karena mampu mendinginkan area luas secara merata tanpa mengganggu tampilan. Hal ini tentu sulit dicapai oleh AC dinding. Namun, AC cassette seperti apa yang relevan dengan model usaha Anda dan ritme operasionalnya? Temukan jawabannya di artikel ini. Apa yang Membuat AC Cassette Berbeda Secara Fungsional? Berbeda dari AC split yang mendorong udara dari satu sisi dinding, AC cassette atau sistem pendingin plafon berada di area tengah langit-langit. Sistem ini juga mengalirkan udara ke empat arah sekaligus. Hal ini yang membuat distribusi dinginnya terasa lebih alami dan merata hingga sudut ruangan, bukan hanya dingin di dekat unit. Dalam pengujian HVAC, AC cassette 4 arah yang sistemnya matang menunjukkan peningkatan keseragaman suhu hingga mendekati 77,5% daripada aliran satu arah. Artinya, udara dingin tidak lagi menumpuk di satu titik, tetapi benar-benar menyebar ke seluruh ruang. Itulah sebabnya cassette-type air conditioner terasa lebih mendekati logika pendinginan sistem sentral, tapi tetap hadir sebagai solusi mandiri yang fleksibel dan jauh lebih presisi untuk ruang komersial. Mengapa AC Cassette Cocok untuk Ruang Usaha? Ruang komersial bekerja dalam kondisi yang jauh lebih agresif daripada rumah tinggal. Pintu terbuka berkali-kali, lalu lintas orang tinggi, serta panas dari lampu maupun peralatan yang terus menyala. Setiap Setiap orang di dalam ruangan bahkan bisa menambah sekitar 600 BTU per jam beban panas, setara kurang lebih 175 watt, sebelum faktor lain ikut masuk. Oleh karena itu, kapasitas AC cassette untuk kantor jadi relevan, karena sistem ini mampu menangani beban yang dinamis tanpa kehilangan stabilitas. Sementara AC rumahan mengandalkan siklus on–off yang cocok untuk pola tinggal, unit berbasis plafon komersial mampu menjaga suhu tetap konsisten sepanjang jam operasional. Beberapa hunian besar memang menggunakannya, tetapi DNA-nya jelas lahir dari kebutuhan bisnis. Menentukan Kapasitas yang Tepat Tanpa Terjebak Kesalahan Mahal Banyak pemilik usaha terjebak memilih AC cassette inverter komersial hanya berdasarkan luas ruangan, padahal itu baru separuh cerita. Plafon tinggi, dinding kaca, dan aktivitas manusia mengubah kebutuhan pendinginan secara drastis. Inilah sebabnya unit yang terlalu kecil akan bekerja terus-menerus hingga boros dan cepat aus. Namun, memilih unit yang terlalu besar justru membuat ruangan terasa dingin tapi lembab—fenomena yang sering luput. Pada sistem AC cassette ceiling mounted, pendekatan yang lebih akurat adalah menghitung beban panas yang ada: tinggi plafon, jumlah orang, intensitas cahaya, hingga mesin yang beroperasi. Secara kasar, ruang hunian biasanya cukup dengan 20–30 BTU per sqft., sedangkan ruang komersial bisa melonjak ke 30–60 BTU atau lebih. Angka inilah yang membedakan pilihan yang terasa pas dari yang hanya terlihat besar. Apakah AC Cassette untuk Ruang Usaha Lebih Boros? Pertanyaan ini sering muncul dan cukup menghantui para pelaku usaha yang sedang memilih sistem pendingin ruan paling cocok untuk ruang usahanya. Cassette cooling system umumnya terbagi menjadi jenis inverter dan non-inverter. Agar lebih hemat, memilih teknologi inverter yang sesuai dengan beban komersial adalah pilihan cerdas. Teknologi ini memungkinkan sistem bekerja stabil tanpa nyala-mati agresif seperti AC rumahan yang non-inverter. Dalam ruang yang tepat, justru inilah yang membuat konsumsi energi lebih terkendali sepanjang jam operasional panjang. Namun, ketika sistem berkapasitas besar dipaksa mendinginkan ruang kecil, efisiensi runtuh. Daya tinggi terpakai untuk beban yang tidak sepadan, menghasilkan pemborosan dan kenyamanan yang timpang. Kuncinya ada pada kecocokan sistem dengan karakter ruang, bukan sekadar besar kecilnya unit. Ketika AC sesuai dengan beban panas di lapangan, pendingin plafon komersial tidak hanya dingin lebih stabil, tapi juga rasional secara biaya daripada AC split untuk rumahan. Saatnya Beralih ke Solusi Light Commercial yang Lebih Relevan Sistem pendingin ruangan berbasis plafon mulai menjadi pilihan paling logis ketika ruang Anda melampaui 40 meter persegi, memakai drop ceiling, beroperasi lebih dari delapan jam, dan menuntut tampilan yang rapi tanpa unit menempel di dinding. Dari sini Anda sudah bisa melihat perbedaan AC cassette dan split: satu dirancang untuk bisnis, sementara yang lain untuk pola tinggal. Kategori SkyAir berada di ranah light commercial, tersedia dalam versi inverter berbasis R32 maupun non-inverter. Pilihan ini memungkinkan Anda menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakter ruang usaha. Pada beban operasional panjang dan fluktuatif, varian inverter menawarkan efisiensi yang bisa menghemat sekitar 30–50% energi, sementara versi non-inverter tetap menjadi solusi yang stabil dan andal untuk beban yang lebih konstan. Pilihannya bukan soal mana yang lebih “mahal” atau “murah”, tetapi mana yang paling masuk akal untuk cara ruang Anda benar-benar digunakan. Pilih Sistem yang Tepat Anda sudah membaca tandanya—sekarang waktunya merancang sistem pendinginan yang benar, bukan sekadar memilih unit. Hubungi kami dan jelajahi produk SkyAir Daikin yang paling pas untuk ruang Anda. Temukan AC cassette yang tidak hanya hemat tapi juga technology-driven.

Book a Service Today