Commemorating 50 Years of Daikin Indonesia Doing Good Collaboration

Daikin Indonesia • 3 Desember 2020

Togetherness and brotherhood have become a unifying node for Daikin Indonesia, in responding to the pandemic that is befalling this nation. Together with business partners, Daikin Indonesia collaborates with kindness by providing Personal Protective Equipment (PPE) to medical personnel in several cities; Tangerang, Jakarta, Bekasi, Depok and Bogor.



For Daikin Indonesia (PT Daikin Airconditioning Indonesia, PT Daikin Applied Solutions Indonesia and PT Daikin Manufacturing Indonesia) collaborating is done as an effort to build a meeting point between business activities, work together and move, helping to alleviate the need for PPE for the health frontline. After previously in May last year Daikin visited the Covid-19 Front Group and the National Brain Center Hospital, this time Daikin Indonesia is collaborating with Benihbaik.com in the distribution of PPE.


This effort is in line with Daikin's CSR efforts, as well as commemorating 50 years of Daikin's presence in Indonesia. Daikin Indonesia chose Yayasan Seed Baik Indonesia (“YBBI) led by Andy F. Noya, he is no stranger to his work in journalism and social issues that he often reveals to the public through multi media. In addition to having a common vision, Benihbaik has an official permit from the Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia. Daikin Indonesia believes that the PPE donations distributed together with Benihbaik will be right on target and as needed.


You might also like

oleh Daikin Indonesia 9 September 2026
Kita dikatakan mengonsumsi sekitar 1,5 kg makanan dan sekitar 2 liter air setiap hari. Namun, berapa banyak udara yang kita hirup? Karena kita bernapas secara otomatis, kita jarang memikirkan jumlah udara yang melintasi tubuh kita. Padahal, dibandingkan dengan makanan yang kita makan dan air yang kita minum, jumlahnya ternyata sangat besar.
oleh Daikin Indonesia 9 September 2026
Kita menarik napas puluhan ribu kali setiap hari, tetapi udara di sekitar kita seolah tidak pernah habis. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada sejarah panjang Bumi serta siklus oksigen dan karbondioksida secara terus-menerus yang digerakkan oleh makhluk hidup. Dengan menelusuri bagaimana planet kita telah berubah selama 4,6 miliar tahun terakhir, kita dapat memahami dengan lebih baik bagaimana udara yang kita hirup terbentuk.
oleh Daikin Indonesia 9 September 2026
Udara itu tidak kasat mata—Anda tidak dapat melihat, menyentuh, atau memegangnya dengan tangan Anda. Namun, jika tidak dapat dilihat, apakah udara benar-benar dapat dianggap sebagai suatu zat? Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, orang-orang telah menemukan jawabannya. Mari kita lihat lebih dekat penemuan yang membuktikan keberadaan sesuatu yang tidak terlihat ini, beserta beberapa sifat udara yang menakjubkan.

Book a Service Today