Melalui Riset Neurosains, Daikin Menghadirkan Udara yang Menghambat Rasa Lelah
Nilai apa yang dimiliki udara selain untuk pemanas dan pendingin?
Belakangan ini, kualitas udara semakin menarik perhatian. Hal ini karena potensi udara ternyata jauh melampaui fungsi dasarnya sebagai sarana pemanas dan pendingin untuk menciptakan lingkungan yang nyaman. Dengan mengubah dan mengendalikan elemen-elemen udara, nilai baru dapat diciptakan nilai yang sebelumnya tidak pernah ada seperti menghadirkan “udara yang membuat makanan terasa lebih lezat”, “udara yang membantu meningkatkan konsentrasi saat bekerja”, hingga “udara yang menghambat rasa lelah”.
Lantas, bagaimana kualitas udara dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup kita? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami mewawancarai dua peneliti dari Daikin yang tengah melakukan riset guna menghadirkan nilai baru dari udara bagi para pelanggan.
Udara Mempengaruhi Kelelahan, Produktivitas, dan Rasa
Sekitar 20 kilogram. Tahukah Anda apa yang diwakili oleh angka ini? Inilah jumlah udara yang dihirup manusia setiap hari.※1 Asupan air per hari sekitar 1,2 kilogram, sedangkan makanan sekitar 1,3 kilogram. Artinya, dalam kehidupan sehari-hari, jumlah udara yang kita gunakan jauh lebih besar dibandingkan makanan dan air.
Dengan memahami fakta ini, kita dapat dengan mudah menyadari bahwa kualitas udara sama pentingnya dengan kualitas makanan dan air bagi kehidupan manusia.

Udara memengaruhi tubuh manusia dalam berbagai cara. Misalnya, penyakit menular yang disebabkan oleh virus di udara serta alergi akibat alergen seperti jamur dan serbuk sari (pollen) merupakan dampak yang paling mudah kita bayangkan. Namun, hal-hal tersebut hanyalah sebagian kecil dari bagaimana berbagai elemen udara dapat memengaruhi kondisi manusia secara keseluruhan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kiyoshi Kuroi, pemimpin IAQ Technologies Group di Daikin Industries, sebuah perusahaan manufaktur yang mengkhususkan diri pada sistem tata udara. IAQ dalam nama IAQ Technologies Group merupakan singkatan dari indoor air quality atau kualitas udara dalam ruangan sebuah konsep yang saat ini semakin mendapat perhatian dan pengakuan di tingkat internasional.
Tema riset kelompok ini adalah “Everything but heating and cooling” atau segala hal di luar pemanas dan pendingin. Sebagai contoh, untuk menghadirkan udara dengan nilai tambah yang tinggi, kelompok ini melakukan penelitian yang mengukur bagaimana udara memengaruhi manusia dalam seluruh aktivitas keseharian mereka, termasuk saat berkonsentrasi, bersantai, tidur, dan makan.
Kuroi, yang berada di pusat riset ini, menargetkan evolusi pendingin udara—yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari—dari produk yang sekadar “mengatur udara” menjadi produk yang “menciptakan udara.”
“Selama ini, nilai pendingin udara adalah mengubah lingkungan negatif, yaitu ruangan yang terlalu panas atau terlalu dingin, menjadi lingkungan netral yang nyaman. Yang kami tuju selanjutnya adalah mengubah ‘netral’ itu menjadi positif. Misalnya, kami ingin menghadirkan nilai tambah melalui udara yang memberikan manfaat seperti meningkatkan efisiensi kerja dan menghadirkan relaksasi yang lebih maksimal.”
Ketika ditanya apa yang secara spesifik dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut, Kuroi menjawab:
“Udara itu seperti selubung yang menyelimuti tubuh dan pikiran kita, tetapi tidak terlihat oleh mata. Itulah sebabnya kami berupaya menganalisis dan mengukurnya secara ilmiah. Kami ingin memvisualisasikan udara. Memvisualisasikan udara akan sangat berharga bagi kami dalam menciptakan udara dan meningkatkan lingkungan. Riset harian yang kami lakukan dilandasi oleh keyakinan pada kemungkinan yang dimiliki udara.”
Udara yang Membantu Mengurangi Kelelahan dan Meningkatkan Persepsi Rasa
IAQ Technologies Group melakukan riset setiap hari untuk menghadirkan udara dengan nilai tambah yang tinggi. Dalam tim ini, beragam sumber daya manusia terlibat aktif, termasuk peneliti biologi, peneliti komponen udara, serta spesialis analisis informasi canggih menggunakan AI. Salah satu ahli dalam kelompok ini adalah neurosaintis Shota Hori.
Kehadiran seorang neurosaintis sangatlah wajar, mengingat transisi fokus dari sekadar “pemanasan dan pendinginan” menuju tahap berikutnya: menciptakan nilai baru bagi udara yang menyediakan “udara optimal untuk mendukung seluruh aktivitas sehari-hari manusia.”
Hori awalnya menekuni penelitian di Sekolah Pascasarjana Kedokteran Universitas Kyoto University. Ia berbagi dengan kami alasan bergabung dengan Daikin.
Saya baru mengetahui bahwa Universitas Kyoto University dan Daikin telah menjalin kemitraan komprehensif yang bertujuan menciptakan nilai baru, serta bahwa Daikin tengah mengembangkan teknologi untuk mengukur aktivitas otak manusia. Saya pun berpikir, “Mengapa produsen pendingin udara seperti Daikin terlibat di bidang ini?” Luasnya cakupan riset Daikin membuat saya tertarik dan ingin berkontribusi di dalamnya.
Kekuatan udara terletak pada kemampuannya memberikan efek positif bagi manusia dalam jangka waktu yang lama. Karena itu, saya ingin mengukur dampak udara terhadap manusia dan menghadirkan udara yang memiliki nilai untuk meningkatkan kualitas hidup, perilaku, dan kenyamanan manusia. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud Shota Hori dengan “kemungkinan udara”? Ia memberikan dua contoh konkret.
“Contoh pertama adalah ‘udara yang menghambat rasa lelah.’ Dalam penelitian bersama RIKEN, kami secara numerik menjelaskan ‘kualitas udara dalam ruangan (IAQ) dan lingkungan udara (AE) yang menghambat kelelahan’ dengan mengukur tingkat kelelahan orang pada berbagai kondisi suhu dan kelembapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan dapat meningkat bahkan pada suhu 28°C jika kelembapan dijaga ≤55%, dan kelelahan dapat berkurang※2 saat kelembapan ≤40%.”
Ini berarti bahwa jika menggunakan pendingin udara yang dilengkapi dengan fungsi pengendalian kelembapan, Anda dapat menciptakan lingkungan udara yang nyaman dan menyegarkan di dalam ruangan, bahkan di tengah panasnya musim panas. Jika kelembapan tidak dapat dikendalikan, menurunkan suhu ruangan hingga 26°C juga dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi rasa lelah.
Selain itu, “udara yang membuat makanan terasa lebih lezat” juga merupakan salah satu kemungkinan. Misalnya, mengatur lingkungan dengan menaikkan suhu saat menyantap hidangan utama dan menurunkannya saat menyantap hidangan penutup dapat meningkatkan cita rasa. Pada sebuah acara sebelumnya, Daikin mengadakan pameran dengan suhu ruangan yang dikontrol, dan pengunjung dapat merasakan perubahan rasa anggur akibat variasi lingkungan udara.※3, Dengan fokus pada kualitas udara, hidup sehari-hari tidak hanya menjadi lebih nyaman, tetapi berbagai pengalaman juga dapat menjadi lebih dan menyenangkan.

Lingkungan Udara yang Meningkatkan Kesejahteraan
Kualitas udara memengaruhi perilaku sehari-hari dan kenyamanan manusia. Untuk memperluas potensi udara, para peneliti di IAQ Technologies Group terus mengeksplorasi konsep “Udara” setiap hari.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep well-being (kesejahteraan) menjadi perhatian global, dan IAQ Technologies Group cepat menangkapnya sebagai kata kunci penting untuk didiskusikan. Tujuannya adalah menciptakan nilai udara yang tidak hanya mendukung kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan sosial, kekayaan batin, dan kebahagiaan.
Kuroi, sebagai pemimpin IAQ Technologies Group, menjelaskan visi tersebut:
“Lingkungan dalam ruangan tidak hanya terdiri dari udara, tetapi juga segala sesuatu yang mengisi ruang tersebut. Itu sebabnya kami harus melihat banyak hal, tidak hanya pendingin udara, untuk menghadirkan udara yang lebih bernilai bagi manusia. Ke depannya, saya ingin memikirkan keseluruhan ruang melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan.”
Lebih jauh, Kuroi menjelaskan perspektifnya tentang pentingnya mengejar kualitas udara:
“Kualitas udara sangat berkaitan dengan kebahagiaan dan kesejahteraan manusia, dan upaya untuk meningkatkan kualitas udara adalah kunci menuju kebahagiaan yang lebih besar.”
Mengejar kebahagiaan manusia melalui udara—itulah sesuatu yang hanya mungkin dilakukan oleh Daikin, produsen yang mengkhususkan diri pada sistem pendingin udara. Inisiatif perusahaan ini kemungkinan akan menjadi semakin penting bagi masyarakat di masa depan.
*1
*1 Data according to Daikin research
* 2 Press release dated May 28, 2020
Joint research aimed at creating comfortable and healthy air environments demonstrates that lowering humidity even at a room temperature of 28°C is effective in reducing fatigue.
https://www.daikin.co.jp/press/2020/20200528/pdf/press_20200528.pdf
* 3 Press release on October 10, 2018
An announcement is made to publicize the company’s first exhibition at CEATEC JAPAN 2018 and its 20 ideas for creating new value for air and space environments.
https://www.daikin.co.jp/press/2018/20181010/pdf/press_20181010.pdf
* This page was originally published on September 30, 2021, with some additions and revisions made on June 20, 2022.
* Some revisions were made on December 13, 2023.
You might also like



