Memahami Cara Kerja Sistem AC, untuk Lebih Hemat Energi dan Biaya Listrik
Apakah penggunaan AC Anda meningkatkan konsumsi daya?
Bagaimana cara menghemat biaya sebanyak mungkin pada tagihan listrik saat menggunakan pendingin udara? Untuk menjawab pertanyaan ini, kami melakukan diskusi dengan Chikashi Shigemasa, “Air Evangelist” di Daikin Industries, dan mendengarkan penjelasannya tentang beberapa kesalahpahaman umum terkait penghematan energi saat menggunakan pendingin udara.
Seringkali kita mendengar saran tentang cara mengoperasikan pendingin udara secara efisien: “Atur aliran udara pada pengaturan terendah” “Tutup seluruh unit luar ruangan untuk mencegah paparan sinar matahari langsung,” “Matikan AC secara teratur saat tidak digunakan, bahkan untuk waktu yang singkat,” atau “Atur arah aliran udara ke bawah untuk memfokuskan pendinginan pada area dekat lantai di mana orang beraktivitas.” Menariknya, keempat metode ini mungkin justru kontraproduktif. Anda bahkan bisa menyebutnya sebagai “teknik yang salah untuk menghemat energi.”
Penting bagi kita untuk memahami bagaimana sebuah AC mendinginkan ruangan, bagian mana yang menggunakan listrik, serta seberapa besar konsumsi energinya. Pemahaman ini memberikan gambaran jelas mengenai langkah-langkah apa saja yang benar-benar efektif untuk menghemat energi, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam mengambil keputusan penggunaan AC ke depan,” ujar Shigemasa.
Yang menjadi perhatian serius adalah ketika masyarakat menghindari penggunaan pendingin udara demi menghemat energi, namun justru berdampak buruk terhadap kesehatan mereka. Sebagai produsen yang secara khusus bergerak di bidang sistem tata udara, kami memandang adanya tanggung jawab yang semakin besar untuk memberikan edukasi yang tepat mengenai penggunaan AC secara efektif. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat merasakan kenyamanan ruang sekaligus tetap mencapai penghematan energi secara optimal.
Komponen Utama AC Menyerap Hingga 80% Konsumsi Listrik
Kompresor, yang sering disebut sebagai “jantung” AC, menyumbang sekitar 80% dari total konsumsi listrik dalam pengoperasian pendingin udara,” jelas Shigemasa.
Secara sederhana, AC mendinginkan ruangan dengan cara menarik udara dari dalam ruangan melalui unit indoor untuk menyerap panas, lalu mengembalikan udara tersebut dalam kondisi lebih sejuk setelah panasnya dihilangkan.
Panas yang diserap dari udara dalam ruangan kemudian dipindahkan ke unit outdoor melalui zat berbentuk gas yang disebut refrigeran, yang mengalir melalui pipa penghubung antara unit indoor dan outdoor.
Selanjutnya, unit outdoor melepaskan panas tersebut ke udara luar. Dalam seluruh rangkaian proses ini, kompresor memegang peran yang sangat penting karena bertugas memampatkan refrigeran dan mengalirkannya di dalam sistem pipa. Proses inilah yang memungkinkan pengambilan dan pelepasan panas berlangsung secara efektif, sehingga ruangan dapat didinginkan dengan optimal.

Dalam upaya menghemat energi, pengurangan volume aliran udara atau kecepatan kipas justru tidak disarankan. Menurunkan aliran udara membuat AC membutuhkan waktu lebih lama untuk menyerap panas dari ruangan, sehingga beban kerja kompresor menjadi lebih berat.
Saat aliran udara ditingkatkan, unit indoor memang akan menghasilkan suara yang lebih terdengar dan sekilas terkesan mengonsumsi listrik lebih besar. Namun pada kenyataannya, motor penggerak kipas mengonsumsi daya yang jauh lebih kecil dibandingkan motor yang menggerakkan kompresor.
Karena itu, pengaturan aliran udara pada mode “auto” dinilai jauh lebih efektif.
Pada tahap awal, AC akan meningkatkan aliran udara untuk mempercepat penyerapan panas. Setelah suhu ruangan mulai stabil, sistem secara otomatis beralih ke operasi yang lebih konstan. Pola kerja ini membantu mengurangi beban kompresor sekaligus menjaga suhu ruangan tetap nyaman dengan efisiensi energi yang lebih baik.
Selain itu, kompresor juga mengalami beban kerja tinggi saat AC pertama kali dinyalakan. Inilah sebabnya mengapa anjuran untuk “sering mematikan dan menyalakan AC” justru dapat meningkatkan konsumsi listrik, tergantung pada waktu penggunaan dan frekuensinya. Sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Daikin menunjukkan bahwa membiarkan AC tetap menyala selama kurang lebih 30 menit pada siang hari justru menghasilkan penghematan energi yang lebih baik dibandingkan dengan kebiasaan menyalakan dan mematikan AC secara berulang.
Aliran Udara Tidak Lancar Meningkatkan Beban Kerja Kompresor
“Jika melihat cara kerja AC yang menyerap panas dari dalam ruangan lalu melepaskannya ke luar, maka salah satu kunci penting dalam penghematan energi adalah memastikan saluran aliran udara tetap bersih dan tidak terhalang,” ujar Shigemasa

Untuk memastikan aliran udara tetap lancar, penting untuk membersihkan filter unit indoor dan menjaga area di sekitar unit outdoor tetap rapi. Jika debu menumpuk pada filter, jumlah udara yang masuk berkurang, sehingga kemampuan AC untuk mendinginkan ruangan menurun. Akibatnya, unit harus bekerja lebih keras dalam waktu lebih lama untuk mendinginkan ruangan, yang akhirnya meningkatkan tagihan listrik.
Lebih jauh lagi, jika filter tidak dibersihkan selama satu tahun, konsumsi listrik yang tidak perlu diperkirakan bisa mencapai sekitar 25%.※1 Demikian pula, ketika filter unit indoor sudah menumpuk debu selama kurang lebih tiga tahun dan terdapat benda di sekitar unit outdoor yang menghambat sirkulasi udara, konsumsi listrik dapat lebih dari dua kali lipat. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk membersihkan filter sekali setiap dua minggu agar AC tetap bekerja efisien dan hemat energi.
Seperti yang sebelumnya disebutkan pada beberapa tips penghematan energi yang kurang tepat, sebagian orang menutupi unit outdoor untuk melindungi dari sinar matahari langsung. Namun, ketika ada halangan yang menutup saluran masuk atau keluar udara, panas tidak bisa dibuang secara efisien. Menjaga area di sekitar unit outdoor tetap rapi dan bebas dari benda-benda yang menghalangi aliran udara akan membantu mencegah konsumsi listrik yang tidak perlu.
※1 Rasio biaya listrik tahunan dihitung berdasarkan kondisi operasi sesuai JRA4046-2004 dengan dan tanpa pembersihan filter (1145 kWh) serta 1432 kWh berdasarkan volume debu 2 gram setelah satu tahun (Sumber: Daikin Industries).
Suhu Ruangan Lebih Merata, Kompresor Bekerja Lebih Efisien
Shigemasa menyoroti bahwa untuk mengurangi beban pada kompresor, penting juga untuk mengurangi “suhu yang tidak merata” di dalam ruangan.
“Pendingin udara mendeteksi suhu ruangan berdasarkan suhu udara yang dihisap oleh unit dalam ruangan dari dalam ruangan. Di ruangan dengan suhu yang tidak merata, udara di dekat langit-langit cenderung hangat. Ketika pendingin udara menghisap udara tersebut, ia akan menentukan bahwa ‘suhu ruangan belum mencapai suhu yang ditetapkan.’ Meskipun area di dekat lantai tempat orang beraktivitas sudah cukup dingin, pendingin udara akan terus beroperasi lebih dari yang diperlukan, yang akan menyebabkan peningkatan konsumsi daya. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa aliran udara dari pendingin udara saat pendinginan diarahkan secara horizontal, bukan ke bawah. Udara dingin lebih berat dan cenderung menumpuk di dekat lantai, jadi jika Anda mengarahkan udara dingin secara horizontal sepanjang langit-langit, udara dingin akan secara alami jatuh ke lantai dari atas, sehingga lebih mudah untuk mengurangi suhu yang tidak merata.”
Mengarahkan aliran udara secara horizontal juga membantu mencegah orang merasa tidak nyaman karena pendingin udara meniup udara langsung ke tubuh mereka. Untuk meminimalkan perbedaan suhu, penyaring udara, kipas, dan pengatur sirkulasi udara dapat digunakan untuk mencampur udara. Motor yang menggerakkan perangkat-perangkat ini mengonsumsi daya yang sangat sedikit dibandingkan dengan kompresor AC. Ketika perbedaan suhu diminimalkan, beban pada kompresor dapat dikurangi, yang mengarah pada konsumsi daya yang lebih rendah dan penghematan energi sambil tetap menjaga suhu yang nyaman dan sejuk.
You might also like



