Memahami Cara Kerja Sistem AC, untuk Lebih Hemat Energi dan Biaya Listrik

Daikin Indonesia • 16 Januari 2026

Apakah penggunaan AC Anda meningkatkan konsumsi daya?

Bagaimana cara menghemat biaya sebanyak mungkin pada tagihan listrik saat menggunakan pendingin udara? Untuk menjawab pertanyaan ini, kami melakukan diskusi dengan Chikashi Shigemasa, “Air Evangelist” di Daikin Industries, dan mendengarkan penjelasannya tentang beberapa kesalahpahaman umum terkait penghematan energi saat menggunakan pendingin udara.

Seringkali kita mendengar saran tentang cara mengoperasikan pendingin udara secara efisien: “Atur aliran udara pada pengaturan terendah” “Tutup seluruh unit luar ruangan untuk mencegah paparan sinar matahari langsung,” “Matikan AC secara teratur saat tidak digunakan, bahkan untuk waktu yang singkat,” atau “Atur arah aliran udara ke bawah untuk memfokuskan pendinginan pada area dekat lantai di mana orang beraktivitas.” Menariknya, keempat metode ini mungkin justru kontraproduktif. Anda bahkan bisa menyebutnya sebagai “teknik yang salah untuk menghemat energi.”

 

Penting bagi kita untuk memahami bagaimana sebuah AC mendinginkan ruangan, bagian mana yang menggunakan listrik, serta seberapa besar konsumsi energinya. Pemahaman ini memberikan gambaran jelas mengenai langkah-langkah apa saja yang benar-benar efektif untuk menghemat energi, sekaligus membangun kepercayaan diri dalam mengambil keputusan penggunaan AC ke depan,” ujar Shigemasa.

 

Yang menjadi perhatian serius adalah ketika masyarakat menghindari penggunaan pendingin udara demi menghemat energi, namun justru berdampak buruk terhadap kesehatan mereka. Sebagai produsen yang secara khusus bergerak di bidang sistem tata udara, kami memandang adanya tanggung jawab yang semakin besar untuk memberikan edukasi yang tepat mengenai penggunaan AC secara efektif. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat merasakan kenyamanan ruang sekaligus tetap mencapai penghematan energi secara optimal.

 

Komponen Utama AC Menyerap Hingga 80% Konsumsi Listrik

 

Kompresor, yang sering disebut sebagai “jantung” AC, menyumbang sekitar 80% dari total konsumsi listrik dalam pengoperasian pendingin udara,” jelas Shigemasa.

 

Secara sederhana, AC mendinginkan ruangan dengan cara menarik udara dari dalam ruangan melalui unit indoor untuk menyerap panas, lalu mengembalikan udara tersebut dalam kondisi lebih sejuk setelah panasnya dihilangkan.

Panas yang diserap dari udara dalam ruangan kemudian dipindahkan ke unit outdoor melalui zat berbentuk gas yang disebut refrigeran, yang mengalir melalui pipa penghubung antara unit indoor dan outdoor.

 

Selanjutnya, unit outdoor melepaskan panas tersebut ke udara luar. Dalam seluruh rangkaian proses ini, kompresor memegang peran yang sangat penting karena bertugas memampatkan refrigeran dan mengalirkannya di dalam sistem pipa. Proses inilah yang memungkinkan pengambilan dan pelepasan panas berlangsung secara efektif, sehingga ruangan dapat didinginkan dengan optimal.

Dalam upaya menghemat energi, pengurangan volume aliran udara atau kecepatan kipas justru tidak disarankan. Menurunkan aliran udara membuat AC membutuhkan waktu lebih lama untuk menyerap panas dari ruangan, sehingga beban kerja kompresor menjadi lebih berat.

 

Saat aliran udara ditingkatkan, unit indoor memang akan menghasilkan suara yang lebih terdengar dan sekilas terkesan mengonsumsi listrik lebih besar. Namun pada kenyataannya, motor penggerak kipas mengonsumsi daya yang jauh lebih kecil dibandingkan motor yang menggerakkan kompresor.

 

Karena itu, pengaturan aliran udara pada mode “auto” dinilai jauh lebih efektif.

 

Pada tahap awal, AC akan meningkatkan aliran udara untuk mempercepat penyerapan panas. Setelah suhu ruangan mulai stabil, sistem secara otomatis beralih ke operasi yang lebih konstan. Pola kerja ini membantu mengurangi beban kompresor sekaligus menjaga suhu ruangan tetap nyaman dengan efisiensi energi yang lebih baik.

 

Selain itu, kompresor juga mengalami beban kerja tinggi saat AC pertama kali dinyalakan. Inilah sebabnya mengapa anjuran untuk “sering mematikan dan menyalakan AC” justru dapat meningkatkan konsumsi listrik, tergantung pada waktu penggunaan dan frekuensinya. Sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Daikin menunjukkan bahwa membiarkan AC tetap menyala selama kurang lebih 30 menit pada siang hari justru menghasilkan penghematan energi yang lebih baik dibandingkan dengan kebiasaan menyalakan dan mematikan AC secara berulang.

 

 

 

Aliran Udara Tidak Lancar Meningkatkan Beban Kerja Kompresor

 

“Jika melihat cara kerja AC yang menyerap panas dari dalam ruangan lalu melepaskannya ke luar, maka salah satu kunci penting dalam penghematan energi adalah memastikan saluran aliran udara tetap bersih dan tidak terhalang,” ujar Shigemasa

Untuk memastikan aliran udara tetap lancar, penting untuk membersihkan filter unit indoor dan menjaga area di sekitar unit outdoor tetap rapi. Jika debu menumpuk pada filter, jumlah udara yang masuk berkurang, sehingga kemampuan AC untuk mendinginkan ruangan menurun. Akibatnya, unit harus bekerja lebih keras dalam waktu lebih lama untuk mendinginkan ruangan, yang akhirnya meningkatkan tagihan listrik.

 

Lebih jauh lagi, jika filter tidak dibersihkan selama satu tahun, konsumsi listrik yang tidak perlu diperkirakan bisa mencapai sekitar 25%.※1 Demikian pula, ketika filter unit indoor sudah menumpuk debu selama kurang lebih tiga tahun dan terdapat benda di sekitar unit outdoor yang menghambat sirkulasi udara, konsumsi listrik dapat lebih dari dua kali lipat. Oleh karena itu, saya menyarankan untuk membersihkan filter sekali setiap dua minggu agar AC tetap bekerja efisien dan hemat energi.

 

Seperti yang sebelumnya disebutkan pada beberapa tips penghematan energi yang kurang tepat, sebagian orang menutupi unit outdoor untuk melindungi dari sinar matahari langsung. Namun, ketika ada halangan yang menutup saluran masuk atau keluar udara, panas tidak bisa dibuang secara efisien. Menjaga area di sekitar unit outdoor tetap rapi dan bebas dari benda-benda yang menghalangi aliran udara akan membantu mencegah konsumsi listrik yang tidak perlu.

 

※1 Rasio biaya listrik tahunan dihitung berdasarkan kondisi operasi sesuai JRA4046-2004 dengan dan tanpa pembersihan filter (1145 kWh) serta 1432 kWh berdasarkan volume debu 2 gram setelah satu tahun (Sumber: Daikin Industries).

 

 

Suhu Ruangan Lebih Merata, Kompresor Bekerja Lebih Efisien

 

Shigemasa menyoroti bahwa untuk mengurangi beban pada kompresor, penting juga untuk mengurangi “suhu yang tidak merata” di dalam ruangan.

 

“Pendingin udara mendeteksi suhu ruangan berdasarkan suhu udara yang dihisap oleh unit dalam ruangan dari dalam ruangan. Di ruangan dengan suhu yang tidak merata, udara di dekat langit-langit cenderung hangat. Ketika pendingin udara menghisap udara tersebut, ia akan menentukan bahwa ‘suhu ruangan belum mencapai suhu yang ditetapkan.’ Meskipun area di dekat lantai tempat orang beraktivitas sudah cukup dingin, pendingin udara akan terus beroperasi lebih dari yang diperlukan, yang akan menyebabkan peningkatan konsumsi daya. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa aliran udara dari pendingin udara saat pendinginan diarahkan secara horizontal, bukan ke bawah. Udara dingin lebih berat dan cenderung menumpuk di dekat lantai, jadi jika Anda mengarahkan udara dingin secara horizontal sepanjang langit-langit, udara dingin akan secara alami jatuh ke lantai dari atas, sehingga lebih mudah untuk mengurangi suhu yang tidak merata.”


Mengarahkan aliran udara secara horizontal juga membantu mencegah orang merasa tidak nyaman karena pendingin udara meniup udara langsung ke tubuh mereka. Untuk meminimalkan perbedaan suhu, penyaring udara, kipas, dan pengatur sirkulasi udara dapat digunakan untuk mencampur udara. Motor yang menggerakkan perangkat-perangkat ini mengonsumsi daya yang sangat sedikit dibandingkan dengan kompresor AC. Ketika perbedaan suhu diminimalkan, beban pada kompresor dapat dikurangi, yang mengarah pada konsumsi daya yang lebih rendah dan penghematan energi sambil tetap menjaga suhu yang nyaman dan sejuk.

You might also like

oleh Daikin Indonesia 8 Mei 2026
Jakarta – PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) meraih penghargaan Paritrana Award 2025 dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Penghargaan tahunan ini diberikan bagi pemerintah daerah, badan usaha dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menunjukkan komitmen tinggi dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Apresiasi tinggi yang kami terima ini mencerminkan komitmen kuat DAIKIN dalam menjadikan perlindungan tenaga kerja sebagai bagian integral dari praktek bisnis berkelanjutan,” ujar Budi Mulia, Direktur PT Daikin Airconditioning Indonesia saat menerima penghargaan. Penghargaan ini sendiri diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, dalam acara yang digelar di kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan di kawasan H Rasuna Said, Jakarta (8/5/2026). Sebagai penghargaan di bidang perlindungan tenaga kerja, Paritrana Award diawali melalui proses kompetisi diantara berbagai perusahaan dan institusi dari seluruh Indonesia. Dalam penilaiannya, BPJS Ketenagakerjaan menetapkan sejumlah indikator utama bagi para kandidat penerima penghargaan, meliputi inovasi program, kepatuhan administrasi, perluasan cakupan kepesertaan, hingga kepedulian terhadap pekerja rentan. Yang membuat penghargaan ini bergengsi, proses kompetisi dan seleksi dilakukan secara berjenjang. Dimulai dari tingkat provinsi sebelum kemudian berlanjut ke tingkat nasional untuk menentukan penerima terbaik. Lebih lanjut Budi Mulia yang bertindak langsung mewakili DAIKIN dalam mengikuti proses seleksi ini mengungkapkan, keberhasilan DAIKIN sebagai penerima penghargaan ini dari kategori badan usaha besar dan menengah, merupakan wujud nyata perusahaan dalam mendukung perlindungan jaminan sosial tenaga kerja. Tak hanya prakteknya di lingkungan perusahaan, namun pula menyentuh hingga upaya nyata mendorong mitra bisnisnya serta kepedulian terhadap pekerja rentan. Dalam praktek nyata perlindungan tenaga kerja di lingkungan DAIKIN, menurut Budi Mulia, tercermin dari kepatuhan administrasi perusahaan. Selain mendaftarkan seluruh karyawan dalam perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan, DAIKIN juga memastikan ketepatan dalam pemenuhan iuran jaminan sosial bagi seluruh karyawannya. Bergerak lebih luas dalam mewujudnyatakan komitmennya bagi jaminan sosial tenaga kerja, DAIKIN pun turut mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial di kalangan mitra bisnisnya. Hal ini dilakukan dengan mewajibkan mitra subkontraktor untuk mendaftarkan tenaga kerjanya dalam program jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan. Dalam sosialisasinya, DAIKIN dikatakan Budi Mulia dalam momen seleksi tersebut, menggandeng langsung BPJS Ketenagakerjaan. Tak hanya itu, Budi Mulia pun memberi paparan terkait peran aktif perusahaan dalam mendukung program SERTAKAN (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda). Menjadi inisiatif dari BPJS Ketenagakerjaan, program ini dirancang mendorong perusahaan maupun individu untuk berkontribusi dalam memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal maupun pekerja rentan di sekitarnya. Diantaranya seperti asisten rumah tangga, pengemudi, dan pelaku usaha kecil. Dalam partisipasinya pada program SERTAKAN, DAIKIN tercatat sebagai perusahaan dengan kontribusi signifikan dalam upayanya memberikan perlindungan jaminan sosial bagi lebih banyak pekerja rentan. Sepanjang tahun 2025 saja, DAIKIN telah berkontribusi dalam perlindungan bagi 24.802 pekerja rentan di berbagai sektor. Lebih lanjut bicara terkait keberhasilan DAIKIN dalam mendapatkan penghargaan ini, Budi Mulia menyatakan harapannya, hal ini tidak saja menjadi pemacu DAIKIN untuk terus memperkuat komitmennya pada kesejahteraan pekerja. Namun lebih dari itu,”Kami berharap, penyelenggaraan penghargaan ini juga dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk bersama mengambil peran bagi kesejahteraan lebih banyak pekerja di Indonesia,” pungkas Budi Mulia.
oleh Daikin Indonesia 30 April 2026
Didapuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan, PT Daikin Airconditioning Indonesia (DAIKIN) secara resmi mengumumkan dimulainya DAIKIN Designer Award 2026. Membuka pendaftaran sejak 1 Mei 2026, pada tahun keenam pelaksanaannya, DAIKIN membawa kompetisi tahunan bagi pegiat arsitektur dan desain interior ini ke tingkat ASEAN. “Terus mengembangkan kompetisi ini dalam setiap penyelenggaraannya, hingga membawanya ke tingkat ASEAN, menjadi cerminan komitmen besar DAIKIN pada tujuan besarnya. Yaitu mendorong bertumbuhnya inspirasi hunian dan bangunan komersial ideal yang menaruh perhatian pada nilai estetika dan penciptaan tata udara didalamnya,” ujar Ching Khim Huat, Associate Officer, Daikin Industries, Ltd. Deputy Regional General Manager, Air Conditioning Business in ASEAN and Oceania, Global Operations Division dalam sambutannya pada pembukaan kompetisi ini di Jakarta, Indonesia (30/4). Sebagai sebuah kompetisi tahunan, DAIKIN Designer Award perdana digelar pada tahun 2020. Kegiatan ini lahir dari gagasan perlunya ruang bagi para pegiat arsitektur dan desainer interior untuk berbagi visi tentang ruang hidup ideal yang memberi keseimbangan perhatian pada estetika keseluruhan ruang dan kenyamanan serta kesehatan melalui penciptaan tata udara ideal didalamnya. Keselarasan antara keindahan desain dan kenyamanan tata udara inilah yang sesuai dengan semangat yang dibawa AC DAIKIN Home Central. Dari sisi kenyamanan misalnya, solusi AC sentral bagi hunian dan bangunan komersial DAIKIN ini memiliki berbagai ragam fitur yang dibuat sesuai kebutuhan spesifik menyertai kesejukan udara yang dibawanya. Diantaranya filtrasi berlapis untuk mengeliminasi berbagai partikel merugikan kesehatan di udara serta kemampuan mengatur tingkat kelembapan udara. Keseluruhan keunggulannya ini terbalut indah dengan tampilan ragam desain unit indoor AC Home Central DAIKIN yang membuatnya dapat menyatu sempurna dengan tata interior bangunan. Menjadi lini premium AC DAIKIN, keunggulan desain ini bersanding dengan kepraktisan penempatan dan perawatan dari keunikannya yang dapat mengoperasikan beberapa unit indoor hanya dengan satu unit outdoor. “Kesiapan DAIKIN sebagai penyedia solusi tata udara terpercaya dan para pegiat arsitektur dan desain interior sebagai pelaku penggerak pada industri inilah yang kemudian diharapkan dapat melahirkan kolaborasi dalam mewujudkan visi ruang hidup ideal,” ujar Shinji Miyata. “Tak hanya di Indonesia, namun hingga ke kawasan ASEAN. Memperluas sekaligus mengembangkan inspirasi dengan berbagai karya yang tumbuh didalam DAIKIN Designer Award,” ujarnya lagi. Bicara mengenai kolaborasi besar ini, menurut Shinji Miyata, tercermin dari kolaborasi internal DAIKIN sendiri. Menjadi penyelenggara bersama DAIKIN Designer Award 2026 adalah empat afiliasi DAIKIN yang termasuk didalamnya DAIKIN Indonesia, DAIKIN Malaysia, DAIKIN Singapura dan DAIKIN Filipina. Sejalan dengan pernyataannya ini, DAIKIN Designer Award 2026 dirancang terbuka bagi peserta dari seluruh negara didalam kawasan ASEAN. Membuatnya semakin terbuka bagi tumbuhnya pendekatan desain yang segar mengenai ruang hidup ideal, selain dari profesional, kompetisi ini terbuka bagi peserta kategori mahasiswa. Setiap kategori peserta memiliki kesempatan berlaga berdasarkan aplikasi bangunan yaitu bangunan hunian dan bangunan komersial F&B. Tak hanya terbatas bagi karya terbangun, namun juga meliputi rancangan konseptual desain arsitektur maupun desain interior. Khusus untuk kategori karya terbangun bagi hunian, dengan pertimbangan pada perkembangan hunian vertikal, kompetisi ini memiliki sub kategori bagi bangunan apartemen atau kondominium. Disisi lain, keseriusan membawa kompetisi ini ke tingkat ASEAN dapat dilihat dari kolaborasi DAIKIN dengan berbagai asosiasi besar bidang arsitektur dan desain interior. Dari Indonesia misalnya, DAIKIN berkolaborasi dengan Ikatan Arsitek Indonesia dan Himpunan Desainer Interior Indonesia. Dari Malaysia dan Singapura, kolaborasi dilakukan dengan Malaysian Institute of Interior Designers (MIID) dan Society of Interior Designers Singapore (SIDS). Sementara Philippine Institute of Interior Designers menjadi asosiasi desainer interior Filipina yang turut berkolaborasi dalam penyelenggaraan kompetisis ini. Kolaborasi dengan asosiasi ini diantaranya terwujud pada susunan dewan juri yang melibatkan nama besar di bidang arsitektur dan desain interior. Dari Indonesia misalnya, nama besar di bidang arsitektur yaitu Tan Tik Lam dan Cosmas Gozali menjadi juri bersama dengan Alex Bayusaputro yang telah dikenal luas dari berbagai karyanya sebagai desainer interior profesional dan Wenky Handono sebagai perwakilan juri dari DAIKIN. Dari Malaysia dan Singapura, IDr Tay Ei Ling dari MIID dan ID1. Henry Yew dari SIDS menjadi dua nama besar di bidang desain interior menjadi juri. Sementara dari Philipina, IDr. Cecil Ravelas menjadi juri mewakili PIID. Untuk kemudahan pendaftaran bagi peserta sekaligus informasi lebih detail terkait dengan pelaksanaannya, DAIKIN membuka laman khusus www.daikindesignerawards.daikin.co.id. Pendaftaran ini akan dibuka sepanjang 1 Mei hingga 31 Agustus 2026. DAIKIN sendiri menyiapkan berbagai apresiasi bagi jajaran pemenang dari tiap kategori. Termasuk diantaranya, hadiah berupa uang tunai sejumlah total 540 juta rupiah.
oleh Daikin Indonesia 16 April 2026
Berlangsung sepanjang 14 – 16 April lalu, PT Daikin Airconditioning Indonesia menghelat pelatihan bagi siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cimahi, Jawa Barat. Sejumlah 87 siswa tercatat menjadi peserta pelatihan ini. Dengan fokus materi pada pemeliharaan dan penanganan kendala bagi unit AC hunian, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan wawasan sekaligus kompetensi siswa. Sejalan dengan tujuan ini, dalam pelaksanaannya, setiap siswa diwajibkan mengikuti ujian pada sebelum dan di akhir pelatihan untuk mengevaluasi pemahaman siswa terkait materi yang disampaikan. Dalam penyampaian materi pun, menjadi perpaduan dari teori dan praktek dengan memanfaatkan unit AC DAIKIN di laboratorium praktek siswa di sekolah tersebut. Hal ini dimungkinkan karena SMKN 1 Cimahi menjadi mitra DAIKIN dalam implementasi program DAIKIN Center of Excellence (CoE) di sekolah menengah kejuruan. Bertujuan mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya bidang tata udara (HVAC), melalui program ini diantaranya DAIKIN menghadirkan laboratorium pembelajaran lengkap dengan unit AC terkini. Untuk menunjangnya, DAIKIN memberikan pengayaan kurikulum berbasis industri serta pelatihan dan uji kompetensi terjadwal sepanjang tahunnya bagi siswa maupun tenaga pengajar. DAIKIN berharap kehadiran CoE ini mampu mencetak lulusan SMK dengan kompetensi teknis dan kesiapan kerja tinggi untuk menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan melalui penguatan link and match yang berkelanjutan.

Book a Service Today