Bergulir Di Universitas Sumatera Utara, Daikin Goes To Campus Perkenalkan Inovasi dan Karir Di Industri Refrigerasi

Daikin Indonesia • 16 Desember 2022

PT Daikin Airconditioning Indonesia mengadakan kunjungan sekaligus memberi kuliah tamu pada Universitas Sumatera Utara, Medan hari ini (16/12). Dibawah program Daikin Goes To Campus, perusahaan yang dikenal sebagai spesialis solusi tata udara asal Jepang tersebut memperkenalkan seluk beluk solusi tata udara dan hal berbagai inovasi refrigerasi yang terkait dengan peningkatan kualitas udara dalam ruang.

Bertempat di gedung J20 Lantai Teknik Mesin Pada Fakultas Teknik USU, acara ini setidaknya diikuti hampir seratus mahasiswa yang didominasi dari jurusan Teknik Mesin universitas ini. Selain kepala cabang Daikin di Sumatera, Daikin juga menghadirkan sejumlah tenaga ahlinya sebagai pembicara dalam sesi kuliah khusus ini.


“Sesi perkuliahan yang mengabungkan pengetahuan seputar industri perangkat solusi tata udara dan peluang karir didalamnya dirancang untuk memberikan inspirasi bagi mahasiswa yang harapannya akan lebih siap saat memasuki dunia kerja nanti,” ujar Charly Widjaja selaku Kepala Cabang Daikin di Medan. Harapannya, lebih lanjut ia menyatakan, sesi perkuliahan khusus ini dapat berkontribusi memberi inspirasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapabilitasnya sebagai tenaga profesional di bidang refrigerasi saat memasuki dunia kerja nanti.


Daikin Goes To Campus merupakan salasatu program dibawah rentetan inisiatif Daikin untuk dapat lebih berkontribusi pada masyarakat Indonesia. Berfokus pada bidang edukasi, program ini berlangsung simultan sepanjang tahun yang dihelat pada berbagai kampus perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia.


Berdampingan dengan sesi berbagi pengetahuan terkait industri perangkat solusi tata udara yang menjadi spesialis Daikin sepanjang hampir satu abad secara global, program ini juga sekaligus memperkenalkan berbagai peluang karir yang terdapat pada industri solusi tata udara. Termasuk pula didalamnya, peluang berkarir di Daikin.


Lebih detail terkait pokok bahasan yang disampaikan dalam sesi kuliah bersama Daikin ini, meliputi pengetahuan perkembangan industri perangkat tata udara bagi hunian maupun yang peruntukannya bagi bangunan komersial. Mulai dari dasar perangkat pendingin udara (air conditioner) dan pengenalan refrigerant R32 yang lebih ramah lingkungan dengan kepemilikan efek penipisan ozon yang rendah (zero ozone depletion potential) hingga Variable Refrigerant Volume (VRV) yang dikenal sebagai teknologi terkini tata udara bagi bangunan komersial. Sesi interaksi pun dibuka sepanjang perkuliahan ini dengan memberi kesempatan mahasiswa menyampaikan pertanyaan, tanggapan maupun berbagi opini atas materi yang disampaikan.


Terkait dengan program Daikin Goes To Campus, Charly menyatakan, ini merupakan kali pertama bergulir di wilayah Sumatera Utara. Kedepan, menurutnya lagi, program ini akan juga dihelat pada berbagai kampus perguruan tinggi lainnya di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. “Dengan semangat Daikin untuk lebih berkontribusi pada pengembangan masyarakat Indonesia, Daikin Goes To Campus akan kami perluas di Sumatera Utara berbarengan pula dengan berbagai inisiatif Daikin lainnya pada bidang edukasi dan sosial kemasyarakatan di wilayah ini,” pungkas Charly. 


You might also like

oleh Daikin Indonesia 9 September 2026
Kita dikatakan mengonsumsi sekitar 1,5 kg makanan dan sekitar 2 liter air setiap hari. Namun, berapa banyak udara yang kita hirup? Karena kita bernapas secara otomatis, kita jarang memikirkan jumlah udara yang melintasi tubuh kita. Padahal, dibandingkan dengan makanan yang kita makan dan air yang kita minum, jumlahnya ternyata sangat besar.
oleh Daikin Indonesia 9 September 2026
Kita menarik napas puluhan ribu kali setiap hari, tetapi udara di sekitar kita seolah tidak pernah habis. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada sejarah panjang Bumi serta siklus oksigen dan karbondioksida secara terus-menerus yang digerakkan oleh makhluk hidup. Dengan menelusuri bagaimana planet kita telah berubah selama 4,6 miliar tahun terakhir, kita dapat memahami dengan lebih baik bagaimana udara yang kita hirup terbentuk.
oleh Daikin Indonesia 9 September 2026
Udara itu tidak kasat mata—Anda tidak dapat melihat, menyentuh, atau memegangnya dengan tangan Anda. Namun, jika tidak dapat dilihat, apakah udara benar-benar dapat dianggap sebagai suatu zat? Lebih dari 2.000 tahun yang lalu, orang-orang telah menemukan jawabannya. Mari kita lihat lebih dekat penemuan yang membuktikan keberadaan sesuatu yang tidak terlihat ini, beserta beberapa sifat udara yang menakjubkan.

Book a Service Today